<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>muttaQin &#187; Serba-serbi</title>
	<atom:link href="http://www.ahmadmuttaqin.com/tags/serba-serbi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ahmadmuttaqin.com</link>
	<description>Keluarga dan Kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Jun 2010 11:39:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mengajar Islamologi Mahasiswa Tiongkok</title>
		<link>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/10/25/mengajar-islamologi-pada-mahasiswa-tiongkok/</link>
		<comments>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/10/25/mengajar-islamologi-pada-mahasiswa-tiongkok/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 23:52:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Islamologi]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Tiongkok]]></category>
		<category><![CDATA[Mengajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahmadmuttaqin.com/?p=474</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		
          Ceritanya, tiga miggu yang lalu saya menyambangi sekretariat Center for Teaching Staff Development (CTSD) di lantai 3 Gedung Pusat Studi UIN Sunan Kalijaga. Direktur CTSD yang akan bertugas ke Sorong selama 3 minggu tampak surprise melihat saya datang siang itu. Kukatakan padanya kalau saya sedang [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F10%2F25%2Fmengajar-islamologi-pada-mahasiswa-tiongkok%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F10%2F25%2Fmengajar-islamologi-pada-mahasiswa-tiongkok%2F&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;hashtags=Islamologi,Mahasiswa+Tiongkok,Mengajar" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p> <img src='http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/headspin.gif' alt='(headspin)' class='wp-smiley' />  <img src='http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/headspin.gif' alt='(headspin)' class='wp-smiley' />  <img src='http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/headspin.gif' alt='(headspin)' class='wp-smiley' />  <img src='http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/headspin.gif' alt='(headspin)' class='wp-smiley' />  <img src='http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/headspin.gif' alt='(headspin)' class='wp-smiley' /> <img class="alignleft size-medium wp-image-476" title="Masjid Tiongkok" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2009/10/Masjid-Tiongkok-300x198.jpg" alt="Masjid Tiongkok" width="300" height="198" />Ceritanya, tiga miggu yang lalu saya menyambangi sekretariat Center for Teaching Staff Development (CTSD) di lantai 3 Gedung Pusat Studi UIN Sunan Kalijaga. Direktur CTSD yang akan bertugas ke Sorong selama 3 minggu tampak surprise melihat saya datang siang itu. Kukatakan padanya kalau saya sedang riset lapangan di Jogja. Mengetahui saya punya waktu agak luang pada akhir pekan, setengah kegiraangan dia meminta saya untuk mengganti mengajar Studi Islam pada mahasiswa asal Tiongkok yang tengah mengambil program Sandwich di Universitas Ahmad Dahlan, salah satu Perguruang Tinggi Muhammadiyah di Yogyakarta.</p>
<p>Tidak satupun mahasiswa asal Tiongkok di kelas tersebut Muslim, karena itu materi Keislaman yang disampaikan pun lebih ditekankan pada Islamologi. <em>Islam Ditinjau Dari Berbagai Aseknya </em>karya Harun Nasution dipandang pas sebagai rujukan untuk menjelaskan seluk beluk agama Islam bagi non Muslim. Buku tersebut menguraikan Islam tidak secara doktriner, tapi mengupasnya dari berbagai sudut pandang seperti historis, sosiologis serta filosofis.  Meski jauh dari kesan indroktinatif, namun karya doctor alumni McGil Univesity itu tetap diperkaya dengan nukilan-nukilan dalil naqli dari ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits untuk menunjukkan bahwa paparan historis, sosiologis dan filosofis dalam buku ini tidak bertentangan dengan nash .<span id="more-474"></span></p>
<p>Sabtu 17 Oktober saya masuk kelas untuk menjelaskan Makna Islam yang Sebenarnya. Lalu pada 25 Oktober mengupas keterkaitan antara Ibadah dalam Islam dengan Latihan Spiritual dan Pembinaan Moral. Sejak awal saya dipesan agar menjelakan secara pelan-pelan, sebab mereka juga masih belajar bahasa Indonesia. Semula saya berpikir, kalau bahasa Indonesia mereka masih terbata-bata saya toh bisa menerangkan dengan bahasa Inggris. Namun, salah satu pengelola program menyampaiakan sms bahwa mereka juga tidak faham bahasa Inggris. Akhirnya satu istilah bisa saya ulang berpuluh kali agar mereka mengerti. Hampir 30an mahasiswa itupun setia mebuka-buka “Buku Bantal” Kamus Indonesia-Tiongkok. Belum cukup, masing-masing mereka juga ditemani kamus elektronik.</p>
<p>Meski saya harus rela berserak-serak akibat teriak mengulang-ulang materi kuliah, namun saya salut pada kegigihan mereka belajar bahasa Indonesia. Salah satu alasan kenapa saya bersedia mengajar mereka adalah hasrat untuk menjelaskan pada dunia bahwa Islam itu damai, indah, anti kekerasan dan penuh dengan ajaran etika universal. Islam sama sekali tidak identik dengan terror dan ketebelakngan, seperti yang sering dipropagandakan berbagai media Asing.</p>
<p>Sumber gambar: http://img219.imageshack.us/img219/743/xianmosque02gh4.jpg</p>
<h4>The Best Keyword for the article:</h4><ul class='dicari'><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/pengertian+islamologi/" title="pengertian islamologi">pengertian islamologi</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/islamologi/" title="islamologi">islamologi</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/cache_zppqup6mtajwww+ahmadmuttaqin+com20090930between+islam+the+market+and+spiritual+revolution+keniscayaan+menurut+kamus+adalah/" title="cache:_zpPQup6MTAJ:www ahmadmuttaqin com/2009/09/30/between-islam-the-market-and-spiritual-revolution/ keniscayaan menurut kamus adalah">cache:_zpPQup6MTAJ:www ahmadmuttaqin com/2009/09/30/between-islam-the-market-and-spiritual-revolution/ keniscayaan menurut kamus adalah</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/dalil+yang+menerangkan+tentang+pembinaan+moral/" title="dalil yang menerangkan tentang pembinaan moral">dalil yang menerangkan tentang pembinaan moral</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/kata+bijak+anti+kekerasan+dalam+kehidupan/" title="kata bijak anti kekerasan dalam kehidupan">kata bijak anti kekerasan dalam kehidupan</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/kata+bijak+ttg+anti+kekerasan/" title="kata bijak ttg anti kekerasan">kata bijak ttg anti kekerasan</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/pengertian+mengajar+ditinjau+secara+historis/" title="pengertian mengajar ditinjau secara historis">pengertian mengajar ditinjau secara historis</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/pengertian+mengajar+menurut+islam/" title="pengertian mengajar menurut islam">pengertian mengajar menurut islam</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.296 ms --><img src="http://www.ahmadmuttaqin.com/?ak_action=api_record_view&id=474&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/10/25/mengajar-islamologi-pada-mahasiswa-tiongkok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ramadhan bagi Minoritas Muslims</title>
		<link>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/27/ramadhan-di-tengah-minoritas-muslims/</link>
		<comments>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/27/ramadhan-di-tengah-minoritas-muslims/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 03:55:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Minoritas Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri Orang]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahmadmuttaqin.com/?p=449</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		

The more temptation we face, the more reward we will have. Saat sedang asyik mendengarkan kuliah di kelas; datang mahasiswi dengan pakaian musim panas yang “compang-camping &#38; tidak lengkap.&#8221; Dia langsung duduk di sampingku, membuka tas, mengeluarkan minuman kaleng lalu menenggaknya, glek glek glek…. “uh segarnya…” batin saya. Kadang saya berfikir, puasa umat Islam Indonesia itu terlalu “manja.” Atas [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F08%2F27%2Framadhan-di-tengah-minoritas-muslims%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F08%2F27%2Framadhan-di-tengah-minoritas-muslims%2F&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;hashtags=Minoritas+Muslim,Negeri+Orang,Puasa,Ramadhan" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-452" title="IMCoGU  Ifthar" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2009/08/IMCoGU-Ifthar.jpg" alt="IMCoGU  Ifthar" width="415" height="311" /></p>
<p><em>The more temptation we face, the more reward we will have.</em> Saat sedang asyik mendengarkan kuliah di kelas; datang mahasiswi dengan pakaian musim panas yang “compang-camping &amp; tidak lengkap.&#8221; Dia langsung duduk di sampingku, membuka tas, mengeluarkan minuman kaleng lalu menenggaknya, glek glek glek…. “uh segarnya…” batin saya. Kadang saya berfikir, puasa umat Islam Indonesia itu terlalu “manja.” Atas nama menghormati bulan Ramadhan tempat-tempat hiburan dan warung makan dihimbau tutup. Tempat maksiat digerebek. Operasi miras dilakukan di berbagai daerah, hotel dan rumah-rumah bordil pun dirazia.</p>
<p>______________</p>
<p>Rabu malam 26 Agustus 2009 waktu Brisbane, seorang jurnalis sebuah media massa cetak di Semarang mengontak saya via YM. Dia ingin tahu pengalaman puasa di negeri orang. Berikut ini penggalan chatting saya dengan wartawati tersebut, setalah dilakukan beberapa editing. Semoga bermanfaat.  </p>
<p>Fani (F)<em>: Assalamu&#8217;alaikum, mas Taqin.</em></p>
<p>Muttaqin (M): &#8216;Alaikum salam. Gemana kabarnya mbak?</p>
<p><em>F: Alhamdulillah</em></p>
<p>M: Oke. How may I help you?</p>
<p><em>F: Enggak, aku cuma mau nanya aja pengalaman puasa di luar negri. Sekarang di Australia ya mas?</em></p>
<p>M: Betul.</p>
<p><span id="more-449"></span></p>
<p><em>F: Di kota apa?</em></p>
<p>M: Brisbane.</p>
<p><em>F: Kuliah dimana, trus jurusannya apa?</em></p>
<p>M: Saya di PhD program Internatinal Business &amp; Asian Studies (IBAS), Griffith University.</p>
<p>Secara umum Ramadhan di Brisbane tahun 1430 ini lama puasanya hampir sama di Indonesia. Sekitar duabelas setangah jam. Hanya saja, pas masuk Ramadhan berbarengan dengan cuaca yang agak extrim; kalau siang panas banget &amp; menyengat.</p>
<p><em>F: Sahur jam berapa? Azan subuhnya?</em></p>
<p>M: Saya biasa mulai sahur jam 4 pagi. Adzan subuh hari pertama jam 5 kurang 5 menit. Buka puasa / maghrib jam 5.30 sore. Dari jadwal yang ada, tiap hari puasanya makin lama. Rata-rata bertambah 3-5 menit.</p>
<p><em>F: Enak puasa dimana, di Ausi apa Indonesia?</em></p>
<p>M: Secara sosial jelas enak di Indonesia.</p>
<p><em>F: Kenapa?</em></p>
<p>M: Karena gebyar ramadhan betul betul terasa di Indonesia, mulai dari telivisi, aktivitas masjid, media massa, pusat-pusat perbelanjaan, dlll</p>
<p>Di Indonesia kita selalu diiingatkan oleh pengeras suara masjid bahwa waktu sahur sudah tiba, suara mengaji/tadarus dari masjid2 sekitar, dll. Semua menambah suasana ramadhan makin syahdu.</p>
<p>Di Brisbane atau di negara Barat lain saat komunitas Muslim minoritas, sulit menemukan suasana Ramadhan di ruang publik.</p>
<p><em>F: Di sana masjidnya jauh atau dekat? Trus azannya dari masjid atau dari laptop?</em></p>
<p>M: Ada banyak masjid, tapi kebetulah jauh dari tempat tinggal saya. Untungnya di kampus ada “mushalla” yang bisa digunakan oleh teman-teman GUMSA (Griffith Uni Muslim Student Association) untuk kegiatan. Selama Ramadhan GUMSA mengkoordinir buka puasa bersama + sholat tarowih di mushalla kampus tiap hari. Buka puasa yang disediakan termasuk makan besar (dinner). Karena mayoritas muslims student berasal dari Timur Tengah, maka setiap buka puasa selalu tersedia kurma berkardus2. Setelah sholat maghrib kita makan malam bersama, dengan porsi yang, menurut ukuran perut Indonesia, bisa dipakai hingga sahur.</p>
<p>Bagi mahasiswa, bulan puasa seperti ini bisa &#8220;ngirit&#8221;, karena bisa ifthar + dinner &#8220;gratis&#8221; selama ramadhan. Itu salah satu kenikmatan puasa di Brisbane, he he he.</p>
<p>Mahasiswa Muslim dari Indonesia juga berpartisipasi menyediakan dinner buka puasa di kampus kami. Kita “patungan” menyediakan buka puasa bersama untuk <span style="text-decoration: underline;">+</span>150 mahasiswa. (Insya Allah dilaksanakan Sabtu 29 Agt 2009 ini).</p>
<p>Tentang adzan di mesjid atau mushalla kampus, yang adzan ya muadzin. Ada orang yang adzan, tapi pengerasnya hanya cukup untuk dalam mesjid. Tidak ada pengeras suara keluar. Kalau kita yang di kamar-kamar, untuk keperluan pribadi, biasanya dengan mengeset program adzan di laptopnya masing2.</p>
<p><em>F: Apa tantangan puasa di negeri orang.</em></p>
<p>M: Pertama jauh dari keluarga. Kedua, tidak ada suasana Ramadhan sama sekali di ruang piblik, termasuk kampus. Dan ketiga, &#8220;godaan&#8221; lingkungan sekitar.</p>
<p>Sebagai gambaran, kantin dan rumah makan kampus tetap buka seperti biasa, mengeluarkan aroma makanan yang menggoda. Mudah kita jumpai mahasiswa yang lalu lalang sambil menikmati burger dan minuman kemasan. Demikian juga di ruang kelas. Siang tadi, misalnya, saya menghadiri seminar yang menyediakan lunch. Mereka dengan santainya makan, terpaksa deh kita menelan ludah. Belum lagi dengan cara berpakaian para mahasiswi. Tahu sendirikan bagaimana cewek-cewek Barat bila berpakaian di musim panas? Pernah suatu saat sedang asyik mendengarkan kuliah di kelas; datang mahasiswi dengan pakaian “compang-camping” &amp; tidak lengkap yang langsung duduk di sampingku. Setelah itu dia buka tas, mengeluarkan minuman kaleng lalu menenggaknya, glek glek glek…. “uh segarnya…” batin saya.</p>
<p>Terlepas dari itu semua, meski puasa di negeri orang itu godaan dan tantangannya lebih besar, tapi pahalanya saya kira juga lebih banyak. <em>The more the temptation we face, the more reward we will have. </em>Begitu kira-kra.  ha ha ha.</p>
<p><em>F: Cuaca extrim yang panas di Brisbane sekarang sampai berapa derajat?</em></p>
<p>M: Kalau siang mencapai 30an derajat celcius. Mungkin untuk ukuran Indonesia masih moderate ya segitu itu. Hanya saya di Brisbane menjadi terasa extrim karena sebelum puasa suhunya sejuk di sekitar 10 derajat celcius; eh, begitu masuk Ramadhan suhu-nya tiba-tiba menjadi 30an derajat.</p>
<p><em>F: Apa yang dilakukan untuk mensiasati suhu yang panas itu?</em></p>
<p>M: Kita biasanya ngadem di kantor atau ruang ber AC lainnya di kampus.</p>
<p><em>F: Kalau hari libur gemana?</em></p>
<p>M: Alhamdulillah, mahasiswa PhD di kampus kami dapat jatah ruang kantor untuk kerja dan menulis. Kita bisa di kantor tersebut kapanpun kita mau, tidak terikat hari libur.</p>
<p><em>F: Itu untuk mahasiswa PhD, bagaimana dengan mahasiswa lain pada umunya. Sebab AC-kan mahal?</em></p>
<p>M: Mereka biasanya pergi ke perpustakaan yang tetap bukan meskipun hari libur.</p>
<p><em>F: Dibanding puasa di Amrik dulu enak mana?</em></p>
<p>M: Berdasar pengalaman, puasa di Ausi jauh lebih enak dibandingkan di Amrik (Miami, Florida). Kota Brisbane tempat saya tinggal sekarang lebih “ramah” pada komunitas Muslim. Toko-toko daging halal mudah didapat. Kampus tempat kami belajar menyediakan mushalla yang jadi satu dengan multifaith-centre . Di Brisbane juga banyak komunitas Indonesia. Mereka membuat perkumpulan seperti IISB (Indonesian Islamic Soceity of Brisbane) dan IMCoGU (Indonesian Muslim Community at Griffith Uni), dll. Komunitas2 ini aktif meyelenggarakan pertemuan seperti kajian mingguan dan pengajian bulanan. Di bulan Ramadhan ini kita sering menyelenggarakan buka puasa bersama. Kampus kami di Miami dulu tidak ada fasilitas khusus untuk prayer room, kegiatan MSA juga kurang meriah. Ramadhan betul-betul terasa hambar di Miami dulu.</p>
<p><em>F: Apa hikmah puasa di negari orang?</em></p>
<p>M: Menjadi minoritas Muslim di negeri orang tentu banyak tantangan, namun tetap banyak hikmah yang bisa dipetik: (1) Saya bisa menjalin persaudaraan dengan teman-teman Muslim dari berbagai Negara: Saudi, Mesir, Oman, Irak, Pakistan, India, Australia, Albania Brunei, Malaysia, dll. (2) Saya merasa benar-benar berpuasa, sebab tantangan dan godaan selalu di depan mata. (3) Terus, puasa saya terasa lebih bermakna sebab terbebas dari “gebyar simbolik ramadhan” yang terjebak budaya konsumtif sebagaimana terjadi di tanah air. (4) Karena secara kultur saya tidak bisa menemukan suasana Ramadhan di ruang publik, saya tertantang untuk menciptakan nuansa Ramadhan itu secara mandiri, dalam diri dan hati kita sendiri. Saya kira ini bagus untuk menumbuhkan “awareness of self-religiosity.” Kadang saya berfikir, puasa umat Islam Indonesia itu terlalu “manja.” Atas nama menghormati bulan Ramadhan tempat-tempat hiburan dan warung makan dihimbau tutup. Tempat  maksiat digerebek. Operasi miras dilakukan di berbagai daerah, serta hotel dan rumah-rumah bordil dirazia.</p>
<p><em>F: Bukankah bagus bila PSK dan Miras di basmi?</em></p>
<p>M: Betul itu bagus. Kalau memang berniat memerangi <em>pekat</em> tersebut jangan hanya dilakukan sesaat dong. Buat program yang sistematis, entaskan mereka dari libah nista dengan menyediakan lapangan kerja yang lebih bertarbat. Jangan hanya menggeropyok dan mempermalukan mereka didepan sorot kamera televisi. Mereka juga manusia kan? </p>
<p><em>F: Betul juga, kadang saya kasihan dengan cara-cara petugas yang membentak dan menyeret-nyeret mereka. </em></p>
<p>M: Ya begitulah. Saya kira mereka itu korban dari ketidakadilan. Tampaknya kita selalu gagal belajar dari peristiwa masa lalu. Selalu berteriak atas nama moral, tapi nyaris nihil prestasi dalam soal kesejahteraan. Tiap tahun drama penggropyokan itu selalu muncul, tanpa dibarengi dengan langkah nyata mengentaskan mereka dari lembah keterpurukan. Secara tidak lansung aparat berkata: Bermaksiat di bulan Ramadhan itu illegal, di luar bulan Ramadhan silahkan. Saya kawatir image “Islam” makin tercoreng dengan kebijakan seperti itu. Siapa tahu, akan muncul dendam terhadap Islam dari mereka yang kena razia itu, sebab operasinya selalau mengatasnamakan “cipta kondisi romadhan” namun cara melakukannnya jauh dari norma dan kesantunan.</p>
<p><em>Wallahu’alam</em></p>
<p>Sumber foto: <a href="http://s297.photobucket.com/albums/mm205/wandy_email/?action=view&amp;current=DSCN3037.jpg">http://s297.photobucket.com/albums/mm205/wandy_email/?action=view&amp;current=DSCN3037.jpg</a> | IMCoGU menjamu buka puasa (ifthar) bersama di Griffith University tahun 2008 / Ramadhan 1429.</p>
<h4>The Best Keyword for the article:</h4><ul class='dicari'><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/baju+ber+bisban/" title="baju ber bisban">baju ber bisban</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/ramadan+di+negeri+minoritas+islam/" title="ramadan di negeri minoritas Islam">ramadan di negeri minoritas Islam</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/ramadhan+bagi+mahasiswa/" title="ramadhan bagi mahasiswa">ramadhan bagi mahasiswa</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/arti+kata+compang+camping/" title="arti kata compang camping">arti kata compang camping</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/program+camping+anak+saat+liburan/" title="program camping anak saat liburan">program camping anak saat liburan</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/puasa+dinegeri+barat/" title="puasa dinegeri barat">puasa dinegeri barat</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/ramadan+di+negara+islam+minoritas/" title="ramadan di negara islam minoritas">ramadan di negara islam minoritas</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/tafsir+mimpi+pakai+baju+lama/" title="tafsir mimpi pakai baju lama">tafsir mimpi pakai baju lama</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/tafsir+mimpi+pakaian+compang+camping/" title="tafsir mimpi pakaian compang camping">tafsir mimpi pakaian compang camping</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/tafsir+mimpi+pake+baju+compang+camping/" title="tafsir mimpi pake baju compang camping">tafsir mimpi pake baju compang camping</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.854 ms --><img src="http://www.ahmadmuttaqin.com/?ak_action=api_record_view&id=449&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/27/ramadhan-di-tengah-minoritas-muslims/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PhD by Research</title>
		<link>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/07/25/phd-by-research/</link>
		<comments>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/07/25/phd-by-research/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 09:46:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
		<category><![CDATA[IBAS Griffith Uni]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[PhD by research]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahmadmuttaqin.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		
Sekedar berbagi pengalaman
PhD by research tampaknya cocok untuk mahasiswa yang “malas” ikut perkuliahan seperti saya. Memang betul, saat aplikasi ke kampus calon mahasiswa harus sudah punya draft proposal disertasi, dan itu bagian dari persyaratan. Akan lebih baik bila jauah hari sebelum mendaftar sudah punya draft sebab proposal tersebut sangat berguna untuk hunting profesor yang kira-kira [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F07%2F25%2Fphd-by-research%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F07%2F25%2Fphd-by-research%2F&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;hashtags=IBAS+Griffith+Uni,Pengalaman,PhD+by+research" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sekedar berbagi pengalaman</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-252" title="research" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2009/07/research-300x214.jpg" alt="research" width="300" height="214" />PhD by research tampaknya cocok untuk mahasiswa yang “malas” ikut perkuliahan seperti saya. Memang betul, saat aplikasi ke kampus calon mahasiswa harus sudah punya draft proposal disertasi, dan itu bagian dari persyaratan. Akan lebih baik bila jauah hari sebelum mendaftar sudah punya draft sebab proposal tersebut sangat berguna untuk hunting profesor yang kira-kira tertarik dan bersedia menjadi supervisor. Sebelum mengirim aplikasi ke kampus yang dituju, ada baiknya melakukan kontak-kontak dengan calon supervisor. Bukti korespondensi dengan professor tersebut akan memudahkan memperoleh LoA dari bagian admisi kampus. Kalau sudah ada professor yang bersedia membimbing, biasanya bagian admisi tinggal menunjuk co-supervisor.</p>
<p><span id="more-248"></span></p>
<p>Enaknya PhD by research itu mahasiswa bisa langsung fokus ke object yang akan diteliti tanpa diribeti dengan tugas-tugas kuliah. Secara umum, full-time student PhD by research dapat jatah study minimal 2 tahun dan maksimal 4 tahun. Tahun pertama biasanya digunakan untuk mematangkan proposal disertasi, tahun kedua untuk field work, dan sisanya, tahun ke tiga dan keempat, untuk menulis disertasi secara lengkap.</p>
<p>Pada tahun pertama biasanya supervisor akan “mempush” PhD student melakukan bibliographical review yang berkaitan dengan teori, metode dan topik yang dikaji. Kadang-kadang mahasiswa dibuat “bingung” dan terasa <em>diombang-ambing;</em> diminta baca buku/jurnal yang sepintas tidak sesui dengan topik riset. Saking banyaknya bahan yang harus dibaca dan dibuat report untuk pertemuan mingguan atau dwi-mingguan, seorang teman dari department lain sampai bilang: “jangan harap anda bisa santai;  supervisor  itu nggak ingin mahasiswanya <em>ngangur </em>walau hanya sejenak. Selesai satu bacaan segera disusuli bacaan lain.” Tidak jarang draft teori dan metodologi yang diajukan ke supervisor tidak segera di-acc. Ungkapan “your report/paper is good, but I want it better,” atau “please convince me!,” juga “I want to push you in order to be the best,” sangat sering terdengar saat mahasiswa menghadap supevisor. Belakangan  saya menyadari bahwa semua proses itu bagian dari “cara” supervisor membimbing agar mahasiswa melihat topik riset secara komprehensif bahkan kemungkinan dari persepektif yang berbeda sekalipun.</p>
<p>Bisa dibilang tahun pertama adalah masa-masa tersulit. Mahasiswa diminta menyiapkan proposal riset yang harus dipresentasikan pada ujian “confirmation&#8221;. Dalam confirmation tersebut mahasiswa harus mempresentaskan rencana risetnya dihadapan 2 supervisor, external examiner, serhati hadirin lain yang biasanya PhD student atau juga dosen serta menjawab pertanyaan2 yang muncul. Confirmation inilah yang akan menentukan apakah proposal riset kita layak untuk diteruskan tanpa revisi, boleh dilakukan tapi dengan perbaikan, atau ditolak dengan konsekuensi status PhD student kita terancam pupus.</p>
<p>Setelah external examiner serta supervisor menyatakan riset project yang diseminarkan layak untuk diteruskan, mahasiswa diperbolehkan melakukan field work, itupun setelah memperoleh ethical clearance. Untuk medapatkan ethical clearance tersebut harus melewati serangkaian proses yang membutuhkan pikiran dan waktu yang tidak singkat. Meski demikian, ide dari ethical clearance tersebut saya pikir  sangat bagus, sebab memberikan perlindungan kepada subyek penelitian agar tidak menjadi korban exploitasi peneliti atas nama kerja ilmiah. Di Indonesia ethical clearance ini belum menjadi prasarat namun di negara-negara maju sudah.  </p>
<p>Bagi saya, tantangan terberat PhD by research adalah menjaga konsistensi untuk selalu keep going on the project di tengah berbagai godaan. Bukan hanya godaan terhadap gaya hidup yang serba “wah” di masyarakat Barat, atau juga rasa kangen yang luar bisa pada keluarga di tanah air, tapi juga godaan untuk switch ke topik lain yang sepintas lebih menarik setelah melakukan literature review.  </p>
<p>Meski banyak godaan dan tantangan, ambil program PhD di luar negeri itu lebih &#8220;kondusif&#8221; dibanding di negeri sendiri. Kalau di kampung sendiri proses menulis cenderung kurang fokus sebab terlalu banyak aktivitas extra seperti ronda, rapat RT, jagong manten, pertemuan organisasi, atau mungkin juga godaan untuk terlibat dalam proyek sambilan.  Proses menulis disertasi sering terbengkalai karena disibukkan oleh aktivitas extra tersebut. Akibatnya program doktor di tanah air rata-rata diselesaikan di atas 6 tahun. Belum lagi kalau ada hambatan sumber literatur yang belum tersedia di perpustakaan-perpusatakaan lokal.</p>
<p>_____________</p>
<p>Setelah disertasi selesai, kewajiban mahasiswa hanyalalah &#8220;men-submit&#8221; disertasitasinya ke program studi. Program studi lalu akan menunjuk &#8220;penguji&#8221; dari luar kampus. Setalah membaca dan menelaah disertasi tersebut, penguji akan menilai apakah disertasi tersebut diterima dan ybs layak diberi gelar Dr, atau harus ada minor revision, mayor revision, atau kadang, meski kasusnya jarang, diperlukan oral defense. Semua proses tersebut ditenggat oleh batasan waktu yang jelas sehingga mahasiwa tahu kapan hasil </p>
<p>Setahuku, PhD by research itu corak Eropa dan Australia namun keduanya ada perbedan. Kalao di Eropa, Belanda misalnya tidak ada ujian proposal. Proposal cukup di acc oleh supervisor, namun ada ujian desertasi (oral defense). Di Australia sebaliknya, ada ujian proposal namun umumnya tidak ada oral defense/ujian disertasi.</p>
<p>Sebagai ganti tidak ada kelas, PhD student di Australia biasanya dapat fasilitas ruang/office untuk kerja, dan kalo di kampus saya, lengkap dengan PC baru, unlimited internet access, serta acces pinjam buku-buku perpustakaan untuk waktu yang lebih lama. Selain itu, biasanya program study juga menawarkan berbagai macam workshop, seminar, dll. yang menunjung untuk riset/menulis disertasi.</p>
<p>Selain itu, program study juga memberikan allowance tiap mahasiswa untuk kepentingan riset, beli buku, atau menghadiri conference di dalam maupun luar negeri. Besarnya bervariasi tergantung tingkat &#8220;kemakmuran&#8221; prodi. Di tempat kami misalnya, Departemen International Business &amp; Asian Studies (IBAS) Griffith University Brisbane QLD, memberi 4000 AUD, di departemen lain cuma 3500 AUD. </p>
<p>Skian dulu, semoga bermanfaat.</p>
<p>Sumber gambar: http://www.geos.ed.ac.uk/research/rso/</p>
<h4>The Best Keyword for the article:</h4><ul class='dicari'><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/disertasi+s3+pendidikan+tasawuf/" title="disertasi s3 pendidikan tasawuf">disertasi s3 pendidikan tasawuf</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/apa+artinya+program+s3+by+research/" title="APA ARTINYA PROGRAM S3 BY-RESEARCH">APA ARTINYA PROGRAM S3 BY-RESEARCH</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/pengalaman+phd/" title="pengalaman phd">pengalaman phd</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/pengalaman+phd+recearch+di+belanda/" title="pengalaman phd recearch di belanda">pengalaman phd recearch di belanda</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/pengalaman+mengambil+phd+di+luar+negara/" title="pengalaman mengambil phd di luar negara">pengalaman mengambil phd di luar negara</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/pengalaman+menulis+disertasi/" title="pengalaman menulis disertasi">pengalaman menulis disertasi</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/persyaratan+profesor/" title="persyaratan profesor">persyaratan profesor</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/phd+business+supervisor+brisbane/" title="phd business supervisor brisbane">phd business supervisor brisbane</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/phd+diperoleh+di+indonesia/" title="phd diperoleh di indonesia">phd diperoleh di indonesia</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/allowance+artinya+bahasa+indonesia/" title="allowance artinya bahasa indonesia">allowance artinya bahasa indonesia</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.078 ms --><img src="http://www.ahmadmuttaqin.com/?ak_action=api_record_view&id=248&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/07/25/phd-by-research/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Contreng !!!</title>
		<link>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/07/08/contreng/</link>
		<comments>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/07/08/contreng/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2009 05:29:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Contreng]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[TPS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahmadmuttaqin.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		

Harapan perubahan itu kumulai hari ini. Bersama satu teman yang mengambil PhD bidang climate change asal Kendari, kami berangkat ke TPS. Sampai di lokasi berpuluh warga telah mengantri. Mereka bergerompol, ada yang berdiri, duduk di kursi, banyak juga yang melingkari meja penjualan makanan khas nusantara: siomay, pempek, tekwan, juga teh kotak. Seorang Bapak yang berdiri [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F07%2F08%2Fcontreng%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F07%2F08%2Fcontreng%2F&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;hashtags=Contreng,Indonesiana,Pemilu,TPS" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"><img class="alignleft size-full wp-image-126" title="pemilu_20093" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2009/07/pemilu_20093.jpg" alt="pemilu_20093" width="68" height="114" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;"><span style="color: black; font-family: Georgia; mso-fareast-language: EN-AU;">Harapan perubahan itu kumulai hari ini. Bersama satu teman yang mengambil <strong>PhD bidang climate change</strong> asal Kendari, kami berangkat ke TPS. Sampai di lokasi berpuluh warga telah mengantri. Mereka bergerompol, ada yang berdiri, duduk di kursi, banyak juga yang melingkari meja penjualan makanan khas nusantara: siomay, pempek, tekwan, juga teh kotak. Seorang Bapak yang berdiri di depan pintu mengatakan, untuk masuk ruangan TPS kita harus antri. Saya sendiri dapat nomor urut 10. Begitu giliran tiba, saya serahkan paspor dan surat undangan pada panitia. Sekitar sepuluh orang tampak sudah duduk di dalam ruangan menunggu giliran mencontreng. Saya menuju deretan kursi paling belakang. Lima menit kemudian, kira-kira pukul 12.14 nama saya dipanggil. Panitia menyerahkan kembali paspor saya dan memberi &#8220;kupon&#8221; tertulis angka 5. Saya serahkan kupon itu pada meja berikutnya dan panitia menggantinya dengan  kartu suara. Ia meminta saya membuka kartu tersebut dihadaannya, mengecek kalau-kalau ada kerusakan. Setelah dipastikan kartu &#8220;aman&#8221;, dengan pasti kulangkahkah kakiku menuju bilik pencontrengan. Sejak pagi jam 09.00 hingga petang pukul 20.00 waktu setempat, warga negara Indonesia yang berada di Brisbane dan sekitarnya diberi kesempatan untuk menentukan pilihan president dan wakil president RI ke 7 di Gedung 69 ruang 110 <strong>University of Queensland, St Lucia Campus. </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;"><span style="color: black; font-family: Georgia; mso-fareast-language: EN-AU;">Diujung pilpres 2009 yang heboh dan carut marut ini saya masih ingat berbagai analisis politik, rumor, issue, dan kampanye gelap berseliweran dengan janji-janji manis para capres dan cawapres. Saat menuju bilik suara, satu demi satu memori hingar-bingar kampanye yang terekam diberbagai media, milis, facebook dan obrolan santai muncul: mulai dari saling sindir dan cibir antar capres, lomba &#8220;ramalan&#8221; antar lembaga survey tentang prediksi perolehan suara masing-maisng calon, isu antek neolib, permainan canggih &#8220;merekayasa&#8221; polling sms, penelanjangan identitas agama keluarga cawapres, politik jilbab istri para capres dan cawapres, sinyalement salah satu capres yang gemar pada dunia klenik, &#8220;pelecehan&#8221; etnis tertentu oleh salah satu tim sukses, kisruh DPT hingga dugaan ketidaknetralan KPU. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;"><span style="color: black; font-family: Georgia; mso-fareast-language: EN-AU;">Sesampai di bilik, kartu suara segera saya buka dan kutemukan tiga pasang gambar capres dan cawapres. Semuanya berdandan rapi. Tatapannya mantap dengan sedikit senyum refleksi orang terhormat penuh martabat. Melihat foto wajah-wajah gagah dan bersih itu, rasanya sulit dipercaya kalau di negeri tempat mereka berlaga &#8221;berebut&#8221; menjadi yang nomor satu masih banyak dijumpai pengangguran, komunitas kumuh, busung lapar, serta anak-anak tidak sekolah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;"><span style="color: black; font-family: Georgia; mso-fareast-language: EN-AU;">Satu persatu foto mereka saya pandangi. Dalam hati saya bertanya, “hanya inikah stok calon pemimpin republik yang berpenduduk lebih dari 240 juta jiwa?” Mataku kemudian fokus pada pasangan yang berada di ujung paling kiri. Saya teringat slogan-slogannya yang ingin memperjuangkan rakyat kecil, menyelamatkan ekonomi rakyat, berjanji pertumbuhan ekonomi diatas dua dugit, dan berteriak lantang anti neolib. Saya terbakar semangat mereka ingin mewujudkan negeri yang mandiri dan disegani. Namun saya segera berfikir, bagaimana mungkin itu terwujud <em>wong</em> dulu ketika capres tersebut menjadi presiden banyak BUMN strategis yang dijual? Saat mataku menatap pasangan yang di tengah, saya mengerti  dia telah berusa berbuat, diantaranya merealisasikan anggaran pendidikan 20% dari APBN meski itu atas &#8220;ultimatum&#8221;  Mahkamah Konstitusi; juga usahanya memberantas  korupsi meski dinilai masih tebang pilih. Namun aku juga tahu dari berbagi media dan milis, ia dikenal melankolis, sibuk membangun citra dan tebar pesona. Tim suksesnya juga terkesan pongah. Apa kayak gini yang mesti dilanjutkan? Dan ketika mataku tertuju pada pasangan di ujung kanan, saya mengenal semboyan mereka “the sooner the better” yang katanya terjemahan dari <em>fastabiquu al-khairat. </em>Saya suka gaya ceplas ceplos saudagar ini.<em> </em>Namun rekam jejak pasangannya dinilai banyak orang masih punya hutang masa lalu terkait HAM. Sebagian kalangan juga khawatir bisnis keluarga capres ini akan bertabrakan dengan kepentingan Negara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm;"><span style="color: black; font-family: Georgia; mso-fareast-language: EN-AU;">Akhirnya, dengan <em>bismillahirrahmanirrahiem</em>, saya tentukan pilihan pada pasangan capres dan cawapres yang, menurut saya, visioner, cepat tanggap, berani mengambil keputusan. Pokoknya yang bisa membawa kemajuan bangsa <em>LEBIH CEPAT, </em> mampu me<em>LANJUTKAN</em> yang lalu ke arah yang <em>LEBIH</em> BAIK, dan mengeluarkan kebijakan yang lebih <em>PRO </em><em>RAKYAT KECIL</em><em>.</em> </span><em><span style="color: black; font-family: Georgia; mso-fareast-language: EN-AU;">Wallahu a’lam.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-right: 0cm; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0cm; text-align: center;"><em><span style="color: black; font-family: Georgia; mso-fareast-language: EN-AU;"><img class="size-large wp-image-133  aligncenter" title="pemilu-31" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2009/07/pemilu-31-1024x768.jpg" alt="pemilu-31" width="502" height="377" /></span></em></p>
<img src="http://www.ahmadmuttaqin.com/?ak_action=api_record_view&id=118&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/07/08/contreng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Episode &#8216;Mendebarkan&#8217;</title>
		<link>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/06/10/episode-mendebarkan/</link>
		<comments>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/06/10/episode-mendebarkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 05:59:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Episodes]]></category>
		<category><![CDATA[heroik]]></category>
		<category><![CDATA[Movie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahmadmuttaqin.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		
Saya harus banyak bersyukur. Sejak dari bangku SLTA hingga bisa melanjutkan ke program Ph.D ini bantuan beasiswa selalu mengililinga saya. SLTA saya dibiayai oleh Departemen Agama melalui program Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) yang diinisiasi  oleh Menag H. Munawir Syadzali. Ketika Kuliah S1 memperoleh beasiswa dari Supersemar selama 2 tahun. S2 pertama memperoleh beasiswa [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F06%2F10%2Fepisode-mendebarkan%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F06%2F10%2Fepisode-mendebarkan%2F&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;hashtags=Episodes,heroik,Movie" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia; mso-bidi-font-family: Arial;">Saya harus banyak bersyukur. Sejak dari bangku SLTA hingga bisa melanjutkan ke program Ph.D ini bantuan beasiswa selalu mengililinga saya. SLTA saya dibiayai oleh Departemen Agama melalui program Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) yang diinisiasi <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>oleh Menag H. Munawir Syadzali. Ketika Kuliah S1 memperoleh beasiswa dari Supersemar selama 2 tahun. S2 pertama memperoleh beasiswa dari <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Departemen Agama R.I. dan S2 yang kedua <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>dari beasiawa Fulbright scholarship. Saat ini saya tengah menempuh program Ph.D dengan beasiswa dari Dirjen Dikti Depdiknas RI.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia; mso-bidi-font-family: Arial;">Selama memperoleh beasiswa-beasiswa tersebut, pengalaman paling ‘heroik’ dan ‘mendebarkan’ terjadi pada beasiswa Dikti. Saya sebut heroik sebab dikti membiayai lebih dari 2000 dosen PTN dan PTS untuk studi di Luar negeri; dan saya bilang mendebarkan sebab saya merasakan berdebar2 selama memproses pencairan beassiwa. Berdebar-debar karena harus menanti dana yang tidak kunjung turun padahal kita sudah di-deadline oleh kampus untuk segera memulai studi atau melanjutkan proses berikutnya. Untuk bisa segera memulai proses itu tentu kita harus memenuhi kewajiban pada pihak kampus dan punya stipend untuk hidup di negeri orang. Mungkin karena pengiriman dosen untuk studi di luar negeri dengan full sponshor pake rupiah ini bagi Dikti masih program baru dan masih mencari “bentuk” sehingga pihak penerima mesti aktif, proaktif, bahkan dalam batas tertentu “<em>greteh</em>” agar dana beasiwa bisa segera cair.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia; mso-bidi-font-family: Arial;"><img class="alignnone size-full wp-image-81" title="kusut" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2009/06/kusut.jpg" alt="kusut" width="500" height="375" /></span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia; mso-bidi-font-family: Arial;">Dibawah ini penggalan kisah mendebarkan yang saya alami saat mencairkan beasiswa tahap 2, Januari – Juni 2009 yang berbeda dengan pengalaman pencairan tahan 1. Pencairan tahap satu dulu dilakukan dengan cara Kopertis mentransfer langsung dana beasiswa ke rekening karyasiswa. Untuk tahap 2 ini, dana tidak ditransfer langsung ke rekening penerima tapi melalui kampus asal karyasiswa tersebut. Dari kampus baru ditransfer ke dosen yang bersangkutan.</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia; mso-bidi-font-family: Arial;"><span style="mso-spacerun: yes;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia; mso-bidi-font-family: Arial;">Awal Maret 2009 yang lalu saya memperoleh informasi dari bagian keuangan kampus bahwa dana dari Kopertis sudah dikirim ke rekening rektor di BNI. Dari rekening BNI dana tidak langsung dikirim ke rekening kita yang di Ausia, tapi dikirim dulu ke rekening bendahara kampus yang di BPD. Untuk bisa mengeluarkan dana dari BPD ini harus ada SK turunan dari Kontrak Rektor dengan Kopertis yang menerangkan dana tersebut akan dikirim ke dosennya yang sedang studi di Australia. Bagian keuangan juga mengatakan bahwa mereka baru berani mengirim uang itu setelah ada tanda tangan kwitansi dari penerima. Untungnya, bulan February yang lalu saya ada preliminary research dan konference di Jakarta sehingga bisa mampir Jogja untuk mengurus pencairan tersebut. Kwitansi untuk saya bisa segera saya tanda-tangani, sedang untuk teman yang juga di Ausi saya harus meyakinkan pada meraka, akan kasihan teman tersebut kalo dananya baru ditransfer setelah kwitansi asli dikirim ke Ausi dulu baru dikrim balik ke Jogja. Akhirnya disepakati saya yang akan membawa kwitansi teman tersebut dan menjamin akan segera mengirim kembali ke UIN agar beasiswa saya dan satu teman tersebut bisa segera dikirim. Itu fase ‘mendebarkan’ babak pertama.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia; mso-bidi-font-family: Arial;">Fase ‘mendebarkan’ kedua terjadi ketika saya dipanggil kabag Keuangan. Beliau membacakan Kontrak yang menyatakan penerima beasiswa bersedia dipotong PPh 15%. Hampir saja dana beasiwa kami kena potong 15% dari total dana termasuk beaya SPP dan asuransi kesehatan. Berdasar pesan dari bagian keuangan Kopertis, saya katakan bahwa point dan besaran potongan pajaknya sudah ada di perincian dana pada lampiran Kontrak. Akhirnya beliau cermati lagi lampiran kontrak dan hanya memotong 15 dari living allowance dan uang buku. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia; mso-bidi-font-family: Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia; mso-bidi-font-family: Arial;">Fase ketiga muncul ketika saya harus memantau sudah sampai di mana perjalanan dana beasiswa tersebut, sejak akhir bulan Februari and 3 hari pertama bulan Maret saya harus kontak terus dengan bag Keuangan Kopertis dan salah satuKepala Biro di kampus saya. Hari Senin tgl 2 Maret dapat info dari Kopertis bahwa dana sudah masuk ke masing-masing Perguruan Tinggi. Info tersebut saya gunakan untuk terus menanyakan ke Kabiro bahwa dana sudah ditransfer. Kenapa saya terus aktif bertanya, sebab tgl 5 Maret saya harus kembali ke Brisbane. Tangal 3 Maret siang, saya baru dapat telepon dari bagian keuangan kampus yang meminta saya menyerahkan nomor rekening dan menandatangan kwitansi. Semula bagian keuangan kampus yang akan mentrasfer dana tersebut ke rekening kami di Ausi, tetapi ketika di BPD mereka memperoleh informasi kalo transfer dari BPD ke rekening luar negeri biayanya mencapai tujuh jutaan rupiah. Wow, cukup mahal kan? Akhirnya dana beasiswa kami berdua dari BPD diambil cash pada Rabu 4 Maret siang, diserahkan ke saya dan saya sendiri yang diminta mentrasfer dari Mandiri ke rekening Ausi dengan beaya $30 dolar per transfer. Biaya tranfer ditanggung oleh kita, penerima beasiswa.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia; mso-bidi-font-family: Arial;">Episode ‘mendebarkan’ terakhir terjadi saat saya harus membawa dana ratusan juta tersebut &#8211;jumlah yang cukup besar untuk ukuran saya&#8211; dari BPD ke Mandiri. Tidak mau abil resiko akhirnya kami putuskan untuk minta pengawalan polisi, lengkap dengan senapan di badannya. Sampai di Bank Mandiri sudah mendekati jam 15. Pihak teller mengatakan kalo transfer cash akan butuh waktu lama, sebab uang harus dihitung dulu, dipastikan keasliannya, dll. Karena keburu bank akan segera tutup, akhirnya saya debit dulu uang tersebut ke rekening saya, baru kamis pagi sekitar jam 8 saya ke Mandiri lagi untuk mentransfer dana tersebut ke Ausi. Untuk mentrasfer ke 2 nomor rekning di Ausi saya harus ‘ngendong’ sekitar 120 menit di Mandiri. Padahal, Kamis  siang 5 Maret itu saya harus meninggalkan Jogja menuju Brisbane lagi. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia; mso-bidi-font-family: Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia; mso-bidi-font-family: Arial;">Berdasar pengalaman tersebut, kebijakan untuk mentrasfer dulu dana beasiswa dari Kopertis ke kampus asal karyasiwa semakin manambah alur birokrasi yang rumit dan berkepanjangan. Belum lagi masing-masing perguruan tinggi punya kebijakan birokrasi yang khas, unik dan berbeda-beda, yang umumnya bila pihak yang berkepentingan tidak aktif menanyakan cenderung akan terabaikan. </span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia; mso-bidi-font-family: Arial;">Saat ini saya kembali memasuki fase mendebarkan KELIMA, sebab menurut informasi pihak Kopertis, dana tahap 3 untuk bulan Juli-Desember akan dicairkan bulan Juni ini. Sekarang sudah tanggal 10 Juni, tapi belum ada berita tentang prose pencairannya. Entah berapa episode kisah heroik untuk pencairan tahap 3 ini. Semoga semuanya lancar.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia; mso-bidi-font-family: Arial;">Sumber foto: http://www.flickr.com/photos/unsunghero/90562369/</span></p>
<h4>The Best Keyword for the article:</h4><ul class='dicari'><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/kapan+pencairan+dana+beasiswa+dikti+kopertis+wilayah+x+tahun+2010/" title="kapan pencairan dana beasiswa dikti kopertis wilayah X tahun 2010?">kapan pencairan dana beasiswa dikti kopertis wilayah X tahun 2010?</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/pencairan+dana+beasiswa+dikti+juni+desember/" title="pencairan dana beasiswa dikti juni desember">pencairan dana beasiswa dikti juni desember</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/mapk+munawir+syadzali/" title="MAPK Munawir Syadzali">MAPK Munawir Syadzali</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/kopertis+10/" title="kopertis 10">kopertis 10</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/kisah+kisah+mendebarkan/" title="kisah kisah mendebarkan">kisah kisah mendebarkan</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/beasiswa+dipotong+pph/" title="beasiswa dipotong pph">beasiswa dipotong pph</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/info+pencairan+dana+beasiswa+dikti+2010+kopertis+wilayah+10/" title="info pencairan dana beasiswa dikti 2010 kopertis wilayah 10">info pencairan dana beasiswa dikti 2010 kopertis wilayah 10</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/besarnya+bea+siswa+luar+negeri+dikti/" title="besarnya bea siswa luar negeri dikti">besarnya bea siswa luar negeri dikti</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/besar+beasiswa+dikti+luar+negeri/" title="besar beasiswa dikti luar negeri">besar beasiswa dikti luar negeri</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/berapa+rupiah+beasiswa+s2+uin+dari+depag/" title="berapa rupiah beasiswa s2 uin dari depag">berapa rupiah beasiswa s2 uin dari depag</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 5.463 ms --><img src="http://www.ahmadmuttaqin.com/?ak_action=api_record_view&id=20&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/06/10/episode-mendebarkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Cleaner ke Main Film</title>
		<link>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/06/08/dari-cleaner-ke-main-film/</link>
		<comments>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/06/08/dari-cleaner-ke-main-film/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 04:42:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Cleaner]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Movie]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahmadmuttaqin.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		
Ada ada saja pengalaman unik di negeri orang. Selama saya di negeri Kangguru ini beragam “profesi” telah saya jalani. Resminya, saya adalah mahasiswa PhD di Griffith University. Namun keinginan untuk memperoleh selingan aktivitas yang menghasilkan dollar mendorong saya mencari “lowongan kerja” yang bisa diisi pada waktu luang. Salah satu keuntungan study di Australia ini mahasiswa [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F06%2F08%2Fdari-cleaner-ke-main-film%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F06%2F08%2Fdari-cleaner-ke-main-film%2F&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;hashtags=Cleaner,Film,Movie,Pengalaman" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Ada ada saja pengalaman unik di negeri orang. Selama saya di negeri Kangguru ini beragam “profesi” telah saya jalani. Resminya, saya adalah mahasiswa PhD di <strong>Griffith University</strong>. Namun keinginan untuk memperoleh selingan aktivitas yang menghasilkan dollar mendorong saya mencari “lowongan kerja” yang bisa diisi pada waktu luang. Salah satu keuntungan study di Australia ini mahasiswa diperbolehkan bekerja tanpa harus mengurus working permit sebagaimana di USA dulu. Student visa yang diberikan oleh kedubes Australia sekaligus berfungsi sebagai visa kerja, meski maksimum 20 jam perminggu.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-51" title="siemens_vacuum_cleaner_11" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2009/06/siemens_vacuum_cleaner_11-150x150.jpg" alt="siemens_vacuum_cleaner_11" width="158" height="124" />Debut perburuan dollar saya mulai dengan menjadi cleaner. Awalnya diajak teman, ikut membantu membersihkan toko yang lumayan luas di pagi hari dari jam 7.30 – 9.30an. Meski jadwal tidak pasti, pengalaman menyapu dan mengepel ini cukup memberi banyak pelajaran. Setidaknya saya tahu bagaimana sebuah toko itu dikelola secara professional. Selain di Toko, kadang saya juga diajak untuk membersihkan rumah orang Australia. Beragam bentuk rumah sudah saya masuki. Dari situ saya saya terkesan dengan tata ruang dan efisiensi pemanfaatan perabotannya.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-59" title="pemotong-rumput1" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2009/06/pemotong-rumput1-150x150.jpg" alt="pemotong-rumput1" width="159" height="157" />Pengalaman kedua adalah menjadi tukang kebun, bahasa kerennya <em>gardener</em>. Kurang lebih satu bulan saya bergelut dengan aktivitas ini, seminggu dua kali. Bos saya orang Palestina, korban agresi Israel yang sudah mengungsi di negara orang lebih dari 40 tahun. Tugas utama saya memotong rumput dengan mesin yang selalu menjerit-jerit memekakkan telinga. Saya harus mendorong mesin tersebut mengikuti contour lahan taman. Mengingat kota Brisbane itu berbukit dan sebagian besar perumahan berdiri di atas tanah yang miring, maka jarang ada taman di lahan yang datar. Ada yang memiliki kemiringan 10 derajat, ada yang 15, 30, bahkan ada yang mendekati 45 derajat! Bisa dibayangkan betapa beratnya mendorong keatas mesin dengan bobot 30kg lebih di lahan yang miring itu. Jangan ditanya betapa bengkaknya otot tangan dan kaki saya seusai menjadi garneger di hari pertama. Berpuluh-puluh taman rumah Australia sudah pernah saya potong rumputnya. Dari situ saya bisa menyaksikan rumah dan taman yang asri dan indah bak istana. Dalam hati saya berkata, “apa karena orang-orang Barat itu sudah bisa membuat surga di dunia sehingga tidak lagi percaya pada surga di akherat?”</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-56" title="kamera-film-23" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2009/06/kamera-film-23-150x150.jpg" alt="kamera-film-23" width="157" height="151" />Pengalaman yang paling menantang adalah menjadi “bintang” film. Hingga awal Juni 2009 ini saya sudah terlibat dalam tiga film/serial TV. Yang pertama Film Denmark yang mengambil lokasi shooting di Brisbane, berjudul <em>At the World End</em>. Film ini bercerita tentang sekelompok ilmuwan Denmark yang tengah meneliti bunga di pedalaman hutan Sumatra. Konon bunga tersebut bahan baku obat awet muda. Karena tertarik dengan khasiatnya, berbagai kelompok mafia berebut ingin menguasainya. Aparat keamanan Indonesia terpaksa terlibat karena perang perebutan bunga itu berada di wilayah hukum Indonesia. Pada film ini saya berperan sebagai salah satu ipir penjara Cipinang yang sedang mengawasi tahanan kelas wahid, dilengkapi dengan seragam dan &#8216;pistol&#8217; di pinggang sambil menenteng M16 beneran.</p>
<p>Film kedua adalah serial <em>Sea Patrol </em>dari Chanel 9 Televisi Australia. Bila dalam At the Wold End saya menjadi Sipir penjara yang sok gagah mengawasi tahanan, dalam Sea Patrol ini giliran saya harus bermuka memelas, memohon iba sebagai nelayan yang ditangkap oleh Otoritas laut Australian karena melakukan illegal fishing.</p>
<p>Film ketiga adalah iklan TV comersial dari Griffith University. Inilah peran saya yang paling keren, sebab saya tidak lagi menjadi sipir maupun pesakitan tapi sebagai businessman sebuah multinational company. Saya sedang terlibat dalam international meeting dengan kolege business mancanegara, berpakain necis bak executive dan professional muda dan selalu menebar senyum namun dengan tetap terjaga kewibawaannya.</p>
<p>Keterlibatan saya dalam dunia film, meskipun hanya sebagai pemain extra, telah menyadarkan bahwa proses produksi film itu sedemikian pelik, rumit, dan high cost. Hanya untuk mendapatkan adegan kurang dari 10 menit saja, kadang diperlukan waktu 12 bahkan bisa sampe 24 jam. Dulu saya begitu mudah mencemooh film-film yang saya tidak suka, namun setelah terlibat denganproses shooting, saya makin bisa mengapresiasi sebuah karya.</p>
<p><em>Sumber foto:  http://www.appliancist.com/green_appliances/siemens-automatic-vacuum-cleaner-z4.html | etc</em></p>
<h4>The Best Keyword for the article:</h4><ul class='dicari'><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/asri+jaya+perusahaan+cleaner/" title="ASRI JAYA PERUSAHAAN CLEANER">ASRI JAYA PERUSAHAAN CLEANER</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/cleaner+movie/" title="cleaner movie">cleaner movie</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/kutipan+kata+kata+bijak+di+film/" title="kutipan kata-kata BIJAK di film">kutipan kata-kata BIJAK di film</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/mesin+potong+rumput/" title="mesin potong rumput">mesin potong rumput</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.205 ms --><img src="http://www.ahmadmuttaqin.com/?ak_action=api_record_view&id=15&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/06/08/dari-cleaner-ke-main-film/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Amanah itu</title>
		<link>http://www.ahmadmuttaqin.com/2008/10/03/amanah-itu/</link>
		<comments>http://www.ahmadmuttaqin.com/2008/10/03/amanah-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Oct 2008 22:50:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Amanah]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitria]]></category>
		<category><![CDATA[Ponjong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahmadmuttaqin.com/2008/10/03/amanah-itu/</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		

Amanah untuk berrhutbah idul fitri di lapangan Ponjong hari Rabu yang lalu telah saya tunuikan. Secara umum khutbah berjalan lancar, tidak terlalu lalu lama dan tidak terlalu cepat, cukupan lah. Jamaah saya lihat juga mengikuti dengan seksama.
Sayangnya, seusai khutbah, jamaah putri pada mengeluh bahwa mereka tidak bisa mengikuti khutbah dengan baik. Sound system yang dipasang [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2008%2F10%2F03%2Famanah-itu%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2008%2F10%2F03%2Famanah-itu%2F&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;hashtags=Amanah,Idul+Fitria,Ponjong" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-90" title="khutbah-di-atas-mimbar5" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2008/10/khutbah-di-atas-mimbar5.jpg" alt="khutbah-di-atas-mimbar5" width="240" height="135" /><img class="alignnone size-full wp-image-91" title="jamaah-putra4" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2008/10/jamaah-putra4.jpg" alt="jamaah-putra4" width="240" height="135" /></p>
<p>Amanah untuk <strong>berrhutbah idul fitri di lapangan Ponjong</strong> hari Rabu yang lalu telah saya tunuikan. Secara umum khutbah berjalan lancar, tidak terlalu lalu lama dan tidak terlalu cepat, cukupan lah. Jamaah saya lihat juga mengikuti dengan seksama.<br />
Sayangnya, seusai khutbah, jamaah putri pada mengeluh bahwa mereka tidak bisa mengikuti khutbah dengan baik. Sound system yang dipasang panitia kurang menjangkau mereka yang berada 250 meter di depan saya. Setelah dievaluasi ternyata salon besar hanya diletakkan di depan jamaah putra; tidak ada satupun kontrol salon atau <em>sender</em> yang smestinya dipasang dibelakang jamaah putra, di depan jamaah putri.</p>
<p>Problem seperti ini sebenarnya sudah berulang-ulang terjadi, namun tampaknya panitia selalu membuat kesalahan yang sama: koordinasi yang lemah, pemberitahuan yang mendadak, sound system yang kurang mendukung, gebyar dan syiar yang kurang greget yang kesemuanya terkesan mereka hanya menyiapkannya asal-asalan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-92" title="jamaah-putri1" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2008/10/jamaah-putri1.jpg" alt="jamaah-putri1" width="500" height="281" /></p>
<h4>The Best Keyword for the article:</h4><ul class='dicari'><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/bagian+bagian+sonsistem/" title="bagian-bagian sonsistem">bagian-bagian sonsistem</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/kultum+ttg+amanah/" title="Kultum ttg amanah">Kultum ttg amanah</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.854 ms --><img src="http://www.ahmadmuttaqin.com/?ak_action=api_record_view&id=4&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahmadmuttaqin.com/2008/10/03/amanah-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
