Archive for the ‘Serba-serbi’ Category

Indonesia Jujur: Yuk… mulai dari kita sendiri

Posted 12 Jun 2011 — by Ahmad Muttaqin
Category Serba-serbi

Pagi itu istri saya tampak sibuk dan tergesa. Sejak jam 3 pagi dia sudah bangun, duduk serius di depan laptop sambil tangannya memencet-mencet huruf demi huruf pada keyboard. Menjelang jam 7, dia minta tolong di-lay-out-kan hasil kerjanya dan mengeprintkannya sambil wanti-wanti pada saya untuk tidak mengotak-atik isinya. Dia sendiri langsung menuju kamar mandi dan bersiap ke kampus untuk ujian.

Saat me-lay-out kubaca kalimat-kalimat pada paper istriku itu. Jiwa “editor” saya langsung bekerja dan membenahi beberapa kalimat yang menurutku kurang pas. Selesai; segera saya print, lalu kuserahkan ke istri sesaat sebelum dia men-starter motornya.

Siang hari, sekembalinya dari kampus saya bertanya: “Gemana ujiannya Bunda? Sukses? Terus, papernya?”

Dengan santai dia menjawab, “Ya… begitulah. Yang penting semua sudah Bunda jawab, tapi paper tidak jadi Bunda kumpulkan.”

“Lho, kenapa?” protesku.

Read More

The Best Keyword for the article:

Maher Zain

Posted 01 Apr 2011 — by Ahmad Muttaqin
Category Serba-serbi

Akhir-akhir ini saat saya numpang mobil teman di Sydney selalu mendengar alunan shalawat nabi yang lain dari yang lain. Nada, irama dan melodinya sangat khas. Vocalnya jernih, berkarakter dan berkelas penyayi internasional. Sholawat tersebut dinyanyikan baik dalam versi arab maupun Inggris. Daaannn, yang membuat saya semakin penasaran dan terkesima, cara pelafalan shalawat versi Arabnya sangat fashih, Englishnya juga sangat fluent.

Setelah goggling dan “youtubing” akhirnya ketemu juga penyanyi tersebut. Dialah Maher Zain. Ternyata, lagu-lagu Islaminya  sudah beredar di pasaran sejak 2009!! Sungguh kuper saya dalam hal ini.

Menyimak beberapa lagu serta tema videoklipnya, saya kira Maher Zain cukup berhasil membawa pesan universalitas Islam lewat musik. Video klipnya dibuat sangat professional. Meski lagu-lagunya mengandung lafal arab dan tema-temanya diambil dari kisah dan ajaran Rasulullah Muhammad SAW, namun figure dan setting video klipnya tidak melulu berbau mesjid, padang pasir, atau onta. Coba simak video klip lagu The Chosen One yang, bahkan, terkesan sangat “Barat” di bawah ini: Read More

The Best Keyword for the article:

Study hard, collect money (?)

Posted 14 Mar 2011 — by Ahmad Muttaqin
Category Serba-serbi

“Study hard mate, the money is waiting for you to be collected,” pesan seorang sopir bemata sipit saat menjawab ucapan “thank you” para mahasiswa yang turun dari MetroBus menuju kampus University of Western Sydney di Bankstown NSW. Saya yang mendengar ucapan sang sopir tersenyum. “Tumben nih pak sopir ngasih pesan pada mahasiawa supaya belajar baik-baik,” batinku.  Biasanya ucapan yang muncul dari para sopir itu cuman “thank you mate,” itupun diucapkan dengan senyum terpaksa dan nada yang rendah.

Meski saya salut dengan keramahan pak sopir itu tadi, saya juga tersentak dengan lanjutan yang  kira-kira dalam ungkapan Jawa begini: ndang luluso, ndang goleko duwit!!!

Dug, pikiranku berontak: “Aku tidak mau jadi budak duit!” Belajar itu selain harus  HARD, juga mesti SMART. Lagi pula, belajar bukan untuk cari uang tapi mencerna pengetahun, mendaur ulangnya menjadi thesis, dibuktikan jadi teory, lalu menemukan formula ilmu baru yang syukur-syukur menjadi bagian pemecah masalah kehidupan. Kalo hanya untuk cari uang, mengapa mesti nunggu lulus? Dengan belajar SMART, insya Allah uang bisa didapat sambil terus belajar. Read More

The Best Keyword for the article:

FPI Brisbane

Posted 29 Aug 2010 — by Ahmad Muttaqin
Category Serba-serbi

__________

… menjadi warga FPI Brisbane memperoleh banyak manfaat. …Selain silaturahmi fisik kita pun bersilaturahmi lidah,… bersama-sama menikmati anake kuliener dari berbagai Negara sahabat (Arab, Afrika, Pakistan, India, Indonesia, dll) … Sebuah ukhuwah multicultural yang lengkap, nikmat dan indah.

___________

Oleh: Ahmad Muttaqin

Mangan ora mangan sing penting ngumpul (makan tidak makan yang penting berkumpul).” Ungkapan itu sering dilekatkan pada mayarakat Indonesia, terutama Jawa, yang gemar berkumpul baik dalam suasana suka maupun duka.

Budaya kumpul inilah, konon, yang mendorong orang Indonesia lebih banyak memiliki tradisi lisan dibanding tulisan. Dengan berkumpul, interaksi sesama family, kerabat, dan sejawat didominasi ngobrol, senda gurau, serta komunikasi verbal lainnya. Meski teknologi komunikasi telah menawarkan beragam cara “ngobrol” jarak jauh secara virtual (telepon, email, mailingslist, chating, sms, dll) terasa kurang afdhol bila aktifitas tersebut tidak dilakukan dengan tatap muka secara langsung. Alasan itu pula barangkali yang mendasari masyarakat perantauan Nusantara gemar membuat berbagai paguyuban atau organisasi sesuai dengan kepentingannya. Read More

The Best Keyword for the article:

MENJADI INDONESIA DI MANCA NEGARA

Posted 08 Aug 2010 — by Ahmad Muttaqin
Category Serba-serbi

____________

Dengan balutan busana yang telah diakui UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia, batik, semua panitia dan Indonesian Permanent Resident (PR) tersenyum, bahu-membahu, dan bangga menjadi warga Indonesia. Mereka semua merdeka menghadirkan Indonesia di negeri tetangga.

_____________

Oleh: Ahmad Muttaqin

Status minoritas bisa jadi salah satu pemicu “militansi” sekaligus kebersamaan. Perasaan senasib di negeri orang telah merekatkan sekat-sekat yang biasanya berjarak di negari asal, lebur jadi satu dalam balutan patriotisme menghadirkan identitas Indonesia. Tidak ada sentimen ras, suku, agama, maupun golongan. Hanya ada satu: INDONESIA. Itu yang tampak ketika komunitas Indonesia di Brisbane yang diorganisir ISAGU (Indonesian Student Association of Griffith University) menyelenggarakan Indonesian Day di kampus tersebut, Kamis 5 Agustus 2010.

Read More

The Best Keyword for the article:

Mengajar Islamologi Mahasiswa Tiongkok

Posted 25 Oct 2009 — by Ahmad Muttaqin
Category Serba-serbi

(headspin) (headspin) (headspin) (headspin) (headspin) Masjid TiongkokCeritanya, tiga miggu yang lalu saya menyambangi sekretariat Center for Teaching Staff Development (CTSD) di lantai 3 Gedung Pusat Studi UIN Sunan Kalijaga. Direktur CTSD yang akan bertugas ke Sorong selama 3 minggu tampak surprise melihat saya datang siang itu. Kukatakan padanya kalau saya sedang riset lapangan di Jogja. Mengetahui saya punya waktu agak luang pada akhir pekan, setengah kegiraangan dia meminta saya untuk mengganti mengajar Studi Islam pada mahasiswa asal Tiongkok yang tengah mengambil program Sandwich di Universitas Ahmad Dahlan, salah satu Perguruang Tinggi Muhammadiyah di Yogyakarta.

Tidak satupun mahasiswa asal Tiongkok di kelas tersebut Muslim, karena itu materi Keislaman yang disampaikan pun lebih ditekankan pada Islamologi. Islam Ditinjau Dari Berbagai Aseknya karya Harun Nasution dipandang pas sebagai rujukan untuk menjelaskan seluk beluk agama Islam bagi non Muslim. Buku tersebut menguraikan Islam tidak secara doktriner, tapi mengupasnya dari berbagai sudut pandang seperti historis, sosiologis serta filosofis.  Meski jauh dari kesan indroktinatif, namun karya doctor alumni McGil Univesity itu tetap diperkaya dengan nukilan-nukilan dalil naqli dari ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits untuk menunjukkan bahwa paparan historis, sosiologis dan filosofis dalam buku ini tidak bertentangan dengan nash . Read More

The Best Keyword for the article:

Page 1 of 212