<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>LIFE FOR OTHERS &#187; Kabar/News</title>
	<atom:link href="http://www.ahmadmuttaqin.com/tags/news/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ahmadmuttaqin.com</link>
	<description>:Berbagi Merajut Kebersamaan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Dec 2011 03:50:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>MEMBERI MAAF</title>
		<link>http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/09/07/memberi-maaf/</link>
		<comments>http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/09/07/memberi-maaf/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Sep 2011 11:43:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar/News]]></category>
		<category><![CDATA[Memberi Maaf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahmadmuttaqin.com/?p=834</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang akan Anda lakukan bila anak Anda yang masih balita ditabrak sepeda motor dari belakang? Segera memberi pertolongan pada si anak, itu pasti. Maksud saya, apa tindakan Anda terhadap si penabrak tersebut? Marah, memukul, menuntut ganti rugi, atau membawanya ke pihak yang berwajib? Pagi itu, sekitar jam 10 pagi, seorang perempuan tampak sibuk dan [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2011%2F09%2F07%2Fmemberi-maaf%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2011%2F09%2F07%2Fmemberi-maaf%2F&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;hashtags=Memberi+Maaf&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2011/09/Nuafal01.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-836" title="Nuafal01" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2011/09/Nuafal01-264x300.jpg" alt="" width="264" height="300" /></a>Apa yang akan Anda lakukan bila anak Anda yang masih balita ditabrak sepeda motor dari belakang? Segera memberi pertolongan pada si anak, itu pasti. Maksud saya, apa tindakan Anda terhadap si penabrak tersebut? Marah, memukul, menuntut ganti rugi, atau membawanya ke pihak yang berwajib?</p>
<p>Pagi itu, sekitar jam 10 pagi, seorang perempuan tampak sibuk dan tergesa. Ia mengendarai sepeda motor hanya dengan tangan kanannya. Tangan kirinya memegang rantang sayur, kedua kakinya menahan beban bahan makanan yang diletakkan di dedapannya. Sementara bagian belakang sepeda motor dipenuhi dengan sekarung padi. Bisa dibayangkan betapa repotnya perempuan muda itu.</p>
<p>Selesai bermain ayunan di depan rumah, seorang anak kecil keluar dari halaman, hendak menyusul kakaknya di rumah tetangga. Ia susuri pinggaran jalan dengan langkah pasti. Tiba-tiba tubuhnya terpental, berguling-guling membentur kerasnya aspal. Jerit tangis kesakitan seketika mengagetkan orang-orang sekitar.</p>
<p><span id="more-834"></span>Begitulah ceritanya, anak ragil saya, Naufal Muwaffaq Muttaqin (4,9 tahun), Kamis 1 September yang lalu, tepat di hari ke-3 keluarga kami merayakan idul Fitri 1432H, tertabrak atau di tabrak oleh pengendara motor yang sangat <em>sendelewer</em>. Kejadiannya di jalan kampung depan rumah eyangnya di dusun Latek, Lamongan, Jatim.</p>
<p>Bagian kepala di atas kedua telinganya berdarah. Lukanya membentuk jalur setengah lingaran dari ujung pelipis kanan mewati dahi terus ke pelipis kiri. Kedua tangan dan jari-jarinya lecet dan memar. Dan luka yang cukup parah ada di bawah punggung, membentuk garis berkelok ke bawah hingga diatas pinggul.</p>
<p>Melihat tingkat keparahan luka si anak, serta sembrononya si pengendara motor tersebut, Eyang Kakung n Pakde sempat akan membawa si penabrak ke pihak yang berwajib. Untuk memberikan pelajaran agar lebih berhati-hati, katanya. Sebab, menurut para tetangga, si penabrak tersebut punya kebiasaan <em>ngebut</em>, meski di jalan kampung.</p>
<p>Saya salut dengan istri yang selalu berhati luar biasa. Dia lebih memilih berkonsentrasi merawat anak, tidak balik marah, membentak atau menyerang si penabrak yang sama-sama perempuan. Beberapa kali penabarak dan suaminya datang ke rumah, menyatakn rasa bersalah dan menawarkan ganti rugi pengobatan. Namun, istri saya memilih untuk  memaafkannya.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>MAAF. Kata yang terdiri dari empat huruf tesebut sangat populer di Indonesia. Lebih lebih di bulan Syawal, setelah umat Islam  selesai menjalankan Ibadah Ramadhan. Bak mantra, kata itu selalu terucap dari mulut hampir semua orang, baik yang muda, tua, laki-laki mapun perempuan.</p>
<p>Bahasa arab untuk maaf adalah <em>‘afwun</em> dan kata itu 32 kali disebutkan dalam  Al Quran. Dari 32 kata <em>‘afwun</em> dan derivasinya tersebut, 31 diantaranya berarti “<strong>memberi maaf</strong>” tidak satupun yang berarti “<strong>meminta maaf</strong>.” Di masyarakat, meminta maaf lebih populer dibanding member maaf. Coba saja perhatikan, silaturahim idul fitri lebih banyak didahului dengan ungkapan meminta maaf dari pada pernyataan memberi maaf. Parahnya, masih sering kita jumpai orang yang merasa enggan dan berat untuk memberi maaf.</p>
<p>Keputusan istri untuk memaafkan si penabrak anak kami tersebut semoga bagian dari ikhtiar bertindak sesuai semangat Al Qur’an: aktif memberi maaf, tanpa harus menunggu permohonan si pelaku yang dianggap telah berbuat salah. Bukankah Al Qur’an (Ali Imran 134) telah mengajarkan 3 pilihan yang bisa kita lakukan terhadap orang yang telah “mendhalimi” kita? Ketiga pilihan tersebut bila diurutkan dari yang minimalis ke yang maksimalis adalah: (1) Menahan amarah terhadapnya; (2) Memaafkannya; dan (3) Membalasnya dengan kebajikan.</p>
<p>Nah, bila suatu saat Anda yang menjadi korban,  mana yang akan Anda pilih?</p>
<p><em>Wallahu a’lam. </em></p>
<p><em> </em>Semoga lekas sembuh anakku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4>The Best Keyword for the article:</h4><div class='dicari'><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/09/07/memberi-maaf/" title="kata memberi maaf">kata memberi maaf</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/09/07/memberi-maaf/" title="ungkapan kata marah">ungkapan kata marah</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/09/07/memberi-maaf/" title="kata ungkapan kesal">kata ungkapan kesal</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/09/07/memberi-maaf/" title="anak balita bermain">anak balita bermain</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/09/07/memberi-maaf/" title="arti kata muttakin">arti kata muttakin</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/09/07/memberi-maaf/" title="ungkapan marah marah">ungkapan marah marah</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/09/07/memberi-maaf/" title="ungkapan kata-kata emosi(marah)">ungkapan kata-kata emosi(marah)</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/09/07/memberi-maaf/" title="pengertian muttaqin adalah">pengertian muttaqin adalah</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/09/07/memberi-maaf/" title="pengertian memberi maaf">pengertian memberi maaf</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/09/07/memberi-maaf/" title="menghadapi orang yang mendhalimi kita">menghadapi orang yang mendhalimi kita</a></div><img src="http://www.ahmadmuttaqin.com/?ak_action=api_record_view&id=834&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/09/07/memberi-maaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wawancara RNW</title>
		<link>http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/05/07/wawancara-nrw/</link>
		<comments>http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/05/07/wawancara-nrw/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 May 2011 08:36:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar/News]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[RNW]]></category>
		<category><![CDATA[spiritualitas]]></category>
		<category><![CDATA[Wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahmadmuttaqin.com/?p=760</guid>
		<description><![CDATA[Saat melakukan riset pustaka di Leiden akhir tahun 2010, kami peserta upgrading course Indonesian Young Leader Program diundang oleh Radio Nederland Wereldomreap (Radio Netherlands Worldwide &#8211; RNW). Selain melihat dari dekat radio internasional yang mengudara dengan 10 bahasa tersebut, saya sempat diwawancarai oleh Bapak Bari Muchtar, selaku producer acara, reporter dan pembaca berita versi Indonesia [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2011%2F05%2F07%2Fwawancara-nrw%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2011%2F05%2F07%2Fwawancara-nrw%2F&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;hashtags=Indonesia,RNW,spiritualitas,Wawancara&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2011/05/RNW.jpg"><img class="size-full wp-image-776 alignleft" title="RNW" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2011/05/RNW.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Saat melakukan riset pustaka di Leiden akhir tahun 2010, kami peserta upgrading course Indonesian Young Leader Program diundang oleh Radio Nederland Wereldomreap (Radio Netherlands Worldwide &#8211; RNW). Selain melihat dari dekat radio internasional yang mengudara dengan 10 bahasa tersebut, saya sempat diwawancarai oleh Bapak Bari Muchtar, selaku producer acara, reporter dan pembaca berita versi Indonesia tentang riset yang sedang saya lakukan. Waktu itu, saya sendiri kurang memperhatikan kapan wawancara tersebut mau diudarakan. Saat googling sekitar 5 bulan setelah wawancara tersebut, saya menemukan tautan tentang menjamurnya kelompok spiritualitas di Indonesia. Setelah saya klik ternyata hasil wawancara RNW yang telah disiarkan sejak 7 Januari 2011 yang lalu.</p>
<p>Berikut screen shoot dari wawancara tersebut yang saya ambil dari http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/kelompok-spiritualitas-menjamur-di-indonesia<span id="more-760"></span><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2011/05/Picture-1.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-777" title="Picture 1" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2011/05/Picture-1.png" alt="" width="650" height="524" /></a></p>
<p><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2011/05/Picture-3.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-778" title="Picture 3" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2011/05/Picture-3.png" alt="" width="649" height="495" /></a></p>
<p>Rekaman wawancara selengkapnya ada di <a href="http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/kelompok-spiritualitas-menjamur-di-indonesia">sini.</a></p>
<h4>The Best Keyword for the article:</h4><div class='dicari'><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/05/07/wawancara-nrw/" title="contoh wawancara">contoh wawancara</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/05/07/wawancara-nrw/" title="pengertian wawancara">pengertian wawancara</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/05/07/wawancara-nrw/" title="pengertian wawancara menurut para ahli">pengertian wawancara menurut para ahli</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/05/07/wawancara-nrw/" title="wawancara berita">wawancara berita</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/05/07/wawancara-nrw/" title="pengertian rekaman">pengertian rekaman</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/05/07/wawancara-nrw/" title="contoh wawancara berita">contoh wawancara berita</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/05/07/wawancara-nrw/" title="wawancara bahasa indonesia">wawancara bahasa indonesia</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/05/07/wawancara-nrw/" title="ruwatan anak menurut agama islam">ruwatan anak menurut agama islam</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/05/07/wawancara-nrw/" title="contoh rekaman wawancara">contoh rekaman wawancara</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/05/07/wawancara-nrw/" title="contoh wawancara bahasa indonesia">contoh wawancara bahasa indonesia</a></div><img src="http://www.ahmadmuttaqin.com/?ak_action=api_record_view&id=760&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/05/07/wawancara-nrw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pawai Budaya</title>
		<link>http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/05/29/pawai-budaya/</link>
		<comments>http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/05/29/pawai-budaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 May 2010 03:24:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar/News]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Muktamar 1 Abad]]></category>
		<category><![CDATA[Pawai Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahmadmuttaqin.com/?p=615</guid>
		<description><![CDATA[Minggu lalu, tepatnya 20 Mei 2010, SD tempak anak saya belajar menyelengarakan Pawai Budaya dalam rangka menyambut 4 moment sekaligus: hari pendidikan nasional, hari kebangkitan nasional, Milad SD Muhammadiyah Bodon yang ke-96, serta menyongsong Muktamar 1 Abad Muhammadiyah ke 46 di Yogyakarta awal Juli yang akan datang. Selain pawai andong, kegiatan itu juga dimeriahkan dengan [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2010%2F05%2F29%2Fpawai-budaya%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2010%2F05%2F29%2Fpawai-budaya%2F&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;hashtags=Muhammadiyah,Muktamar+1+Abad,Pawai+Budaya&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2010/05/P1200902.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-622" title="P1200902" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2010/05/P1200902-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Minggu lalu, tepatnya 20 Mei 2010, SD tempak anak saya belajar menyelengarakan Pawai Budaya dalam rangka menyambut 4 moment sekaligus: hari pendidikan nasional, hari kebangkitan nasional, Milad SD Muhammadiyah Bodon yang ke-96, serta menyongsong Muktamar 1 Abad Muhammadiyah ke 46 di Yogyakarta awal Juli yang akan datang.</p>
<p>Selain pawai andong, kegiatan itu juga dimeriahkan dengan lomba peragaan  busana Nusantara serta pemilihan Dimas dan Diajeng antar kelas. Tidak  kurang 120 andong dihias dengan berbagai atribut, disesaki oleh  anak-anak SD yang mengenakan pakaian adat Jawa, Riau, Banjar,  Bali, Minang, Palembang, dll. Replika candi prambana dan Tugu Jogaja  pun juga ikut diarak.</p>
<p><span id="more-615"></span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2010/05/P1200951.jpg"><img class="size-large wp-image-617 aligncenter" title="P1200951" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2010/05/P1200951-1024x768.jpg" alt="" width="456" height="342" /></a><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2010/05/P12009681.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-632" title="P1200968" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2010/05/P12009681-1024x768.jpg" alt="" width="456" height="342" /></a></p>
<p>Anak saya ditunjuk  menjadi Dimas mewakili kelasnya. Ia mengenakan pakaian merah adat minang. Dipilihnya adat Minang ini berdasar alasan praktis saja. Semula akan mengenakan adat Jawa, namun menjelang H-1 pakaian yang ukurannya pas buat anak saya tidak ketemu. Satu-satu yang yang cukup ya adat Minang itu.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2010/05/P1200972.jpg"><img class="size-large wp-image-618 alignnone" title="P1200972" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2010/05/P1200972-1024x768.jpg" alt="" width="452" height="339" /></a></p>
<p>Selama ini even-even budaya dalam rangka menyambut peringatan hari-hari besar nasional sudah biasa. Namun Pawai Budaya SDM Bodon ini menjadi luar biasa sebab diselengarakan juga dalam rangka milad SD Muhammadiyah itu sendiri serta menyongsong Muktamar Muhammadiyah. Bukankah selama ini Muhammadiyah sering diopinikan miskin budaya dan cenderung tidak apresiatif terhadap khazanah budaya lokal dan Nusantara?</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2010/05/P12009321.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-621" title="P1200932" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2010/05/P12009321-1024x768.jpg" alt="" width="451" height="338" /></a></p>
<p>Geliat apresiasi budaya di kalangan Muhammadiyah ini cukup menarik, sebab ia hadir di tengah menguatnya arus puritan di dalamnya. Apakah ini menandakan respon dari  &#8220;dakwah kultural&#8221; yang hampir mati suri itu? Atau, ini menunjukkan lanjutan dari contestasi antara &#8220;puritanisme&#8221; dan &#8220;culturalisme&#8221; menjelang Muktamar?</p>
<h4>The Best Keyword for the article:</h4><div class='dicari'><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/05/29/pawai-budaya/" title="pengertian pawai">pengertian pawai</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/05/29/pawai-budaya/" title="arti pawai">arti pawai</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/05/29/pawai-budaya/" title="pengertian muktamar muhammadiyah">pengertian muktamar muhammadiyah</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/05/29/pawai-budaya/" title="baju adat minang">baju adat minang</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/05/29/pawai-budaya/" title="baju adat anak">baju adat anak</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/05/29/pawai-budaya/" title="arti muktamar">arti muktamar</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/05/29/pawai-budaya/" title="pengertian muktamar">pengertian muktamar</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/05/29/pawai-budaya/" title="pakaian tradisional minang">pakaian tradisional minang</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/05/29/pawai-budaya/" title="sd muhammadiyah bodon">sd muhammadiyah bodon</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/05/29/pawai-budaya/" title="PAKAIAN ANAK-ANAK TRADISIONAL DI MINANG">PAKAIAN ANAK-ANAK TRADISIONAL DI MINANG</a></div><img src="http://www.ahmadmuttaqin.com/?ak_action=api_record_view&id=615&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/05/29/pawai-budaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari ini, tujuh tahun yang lalu</title>
		<link>http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/01/04/hari-ini-tujuh-tahun-yang-lalu/</link>
		<comments>http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/01/04/hari-ini-tujuh-tahun-yang-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 02:44:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar/News]]></category>
		<category><![CDATA[positive feeling]]></category>
		<category><![CDATA[positive motivation]]></category>
		<category><![CDATA[positive thinking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahmadmuttaqin.com/?p=506</guid>
		<description><![CDATA[Maka nikmat Tuhan yang mana (lagi) yang akan engkau dustakan? Demikian salah satu ayat yang diulang hingga 30 kali dalam Surat Ar-Rahman. Mengapa Allah mengulang-ulang ayat tersebut? Apakah manusia begitu bebal hingga diingatkan berkalai-kali? Saya yakin Allah tahu persis dengan makhluk ciptaannya ini yang mudah berbuat salah dan lupa. Karena itulah peringatan dalam bentuk kalimat [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/13/hari-ini-satu-tahun-yang-lalu/' rel='bookmark' title='Hari ini Satu Tahun yang Lalu'>Hari ini Satu Tahun yang Lalu</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2010%2F01%2F04%2Fhari-ini-tujuh-tahun-yang-lalu%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2010%2F01%2F04%2Fhari-ini-tujuh-tahun-yang-lalu%2F&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;hashtags=positive+feeling,positive+motivation,positive+thinking&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-507" title="P1160669" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2010/01/P1160669-150x150.jpg" alt="P1160669" width="150" height="150" /><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-508" title="P1160672" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2010/01/P1160672-150x150.jpg" alt="P1160672" width="150" height="150" /></p>
<p>Maka nikmat Tuhan yang mana (lagi) yang akan engkau dustakan? Demikian salah satu ayat yang diulang hingga 30 kali dalam Surat Ar-Rahman.</p>
<p>Mengapa Allah mengulang-ulang ayat tersebut? Apakah manusia begitu bebal hingga diingatkan berkalai-kali? Saya yakin Allah tahu persis dengan makhluk ciptaannya ini yang mudah berbuat salah dan lupa. Karena itulah peringatan dalam bentuk kalimat tanya itu Allah firmankan berulang kali, meski kenyataanya hanya sedikit dari manusia yang mau bersyukur (<em>w</em><em>a qaliilun min &#8216;ibaadiyas-syakuur</em>).</p>
<p><span id="more-506"></span></p>
<p>Mengapa manusia enggan bersyukur dan  malah sering menyalahkan Sang Pemberi hidup? Karena manusia terlalu sering bernegatif thingking (<em>su’udhan</em>) bukan hanya terhadap orang lain dan diri mereka sendiri namun juga kepada sang Khaliq. Ungakapan “ah, aku kan lahir dari keluarga miskin, mana bisa sekolah sampai jenjang tertinggi” misalnya, tidak hanya merendahkan kemampuan dan potensi diri si pengucap namun juga ujud ingkar terhadap Allah yang telah melimpahkan setiap manusia potensi yang adiluhung (<em>ahsani taqwim</em>). Negatif thingking inilah yang mendasari manusia sulit bersyukur.</p>
<p>Pada konteks mensikapai hidup, syukur adalah ungkapan positive feeling terhadap segala situasi yang dihadapi: keluarga, masyarakat, pekerjaan, anak, kesehatan, rezeki, dan begitu seterusnya. Positif feeling inilah yang akan memunculkankan positive motivation yang pada gilirannya akan mengundang rizki tak terhingga sebagaimana firman-Nya <em>Lainsyakartum La-aziidanakum..</em>.</p>
<p>Hari ini tujuh tahun yang lalu adalah hari lahir anak pertamaku. Tiga hari yang lalu, tepatnya tanggal 1 januari, hari lahir anakku yang kedua. Satu munajat yang selalu aku panjatkan: Semoga aku selalu bisa mensyukuri kelahirannya; menyemai positive thinking, memupuk positive feeling, serta mengalirkan positive motivation kepada mereka. Selamat ulang tahun anak-anak-ku.</p>
<h4>The Best Keyword for the article:</h4><div class='dicari'><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/01/04/hari-ini-tujuh-tahun-yang-lalu/" title="lainsyakartum">lainsyakartum</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/01/04/hari-ini-tujuh-tahun-yang-lalu/" title="pengertian positive thinking">pengertian positive thinking</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/01/04/hari-ini-tujuh-tahun-yang-lalu/" title="pengertian feeling">pengertian feeling</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/01/04/hari-ini-tujuh-tahun-yang-lalu/" title="positif thinking dalam islam">positif thinking dalam islam</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/01/04/hari-ini-tujuh-tahun-yang-lalu/" title="surat ar rachman mengulang hingga">surat ar rachman mengulang hingga</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/01/04/hari-ini-tujuh-tahun-yang-lalu/" title="ayat lain syakartum">ayat lain syakartum</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/01/04/hari-ini-tujuh-tahun-yang-lalu/" title="ayat lainsakartum">ayat lainsakartum</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/01/04/hari-ini-tujuh-tahun-yang-lalu/" title="maka nikmat tuhan yang mana kau dustakan">maka nikmat tuhan yang mana kau dustakan</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/01/04/hari-ini-tujuh-tahun-yang-lalu/" title="pengertian felling of posivity">pengertian felling of posivity</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/01/04/hari-ini-tujuh-tahun-yang-lalu/" title="positive feeling secara islam">positive feeling secara islam</a></div><img src="http://www.ahmadmuttaqin.com/?ak_action=api_record_view&id=506&type=feed" alt="" />

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/13/hari-ini-satu-tahun-yang-lalu/' rel='bookmark' title='Hari ini Satu Tahun yang Lalu'>Hari ini Satu Tahun yang Lalu</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/01/04/hari-ini-tujuh-tahun-yang-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persidangan Mahasiswa</title>
		<link>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/09/05/persidangan-mahasiswa/</link>
		<comments>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/09/05/persidangan-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 09:28:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar/News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahmadmuttaqin.com/?p=460</guid>
		<description><![CDATA[Persidangan dengan &#8220;terdakwa&#8221; seorang ayah dari dua anak digelar Jum’at, 4  September 2009  pukul 3 sore waktu Brisbane. Dihadapan 3 professor dan beberapa mahasiswa program doktor terdakwa diminta mepertanggungjawaban atas semua yang telah ia tulis. Bahkan, yang baru saja ia omongkan dihadapan pengunjung sore itu juga mereka pertanyakan. Ia sudah berada di dalam ruang Millenium gedung [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/10/25/mengajar-islamologi-pada-mahasiswa-tiongkok/' rel='bookmark' title='Mengajar Islamologi Mahasiswa Tiongkok'>Mengajar Islamologi Mahasiswa Tiongkok</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F09%2F05%2Fpersidangan-mahasiswa%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F09%2F05%2Fpersidangan-mahasiswa%2F&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-463" title="courtroom" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2009/09/courtroom-300x199.jpg" alt="courtroom" width="300" height="199" />Persidangan dengan &#8220;terdakwa&#8221; seorang ayah dari dua anak digelar Jum’at, 4  September 2009  pukul 3 sore waktu Brisbane. Dihadapan 3 professor dan beberapa mahasiswa program doktor terdakwa diminta mepertanggungjawaban atas semua yang telah ia tulis. Bahkan, yang baru saja ia omongkan dihadapan pengunjung sore itu juga mereka pertanyakan.</p>
<p>Ia sudah berada di dalam ruang Millenium gedung Macrossan bebera menit sebelum mereka datang. Tumpukan “alat bukti” dan “alibi” tertata di atas meja. Sebuah laptop dan LCD projector disiapkan untuk menampilkan barang bukti tersebut. Wajahnya tampak gugup; sesekali ia membenahi pakaian yang dikenakan: baju putih bermotif kotak dimasukkan dalam  celana kantoran dan dibalut jaket hitam semi jas. Perasaannya makin bertambah “nano-nano” ketika melihat lelaki tegap 60-an tahun masuk ke ruang sidang. Dia adalah “hakim” external dari kampus yang usianya jauh lebih tua dari tempat terdakwa menuntut ilmu.  </p>
<p><span id="more-460"></span></p>
<p>Maka yang terjadi terjadilah. Terbayang bakal ada gontok-gontokan adu argumen, saling menunjuk kesalahan orang lain dan membusungkan dada bahwa dirinya yang paling benar. Ah, yang begitu itu ternyata bukan iklim akademis.</p>
<p>Ia hanya mengikuti irama yang mengalun di persidangan. Mereka bertanya dia menjawab. Mereka memberi saran, dia menerima dengan tangan terbuka. Mereka minta penjelasan, dia menerangkan secara gamblang.</p>
<p>Akhirnya, mereka bisa menerima dan memahami jalan pikiran terdakwa. Bahkan, external assessor memberi saran yang justru memudahkan langkah berikutnya. Deg-degan-nya berangsur-angsur hilang. Ternyata mereka begitu bersahaja dan sangat supportif. Terimakasih semuanya. Atas doa dan dukungan anda semua, PhD Confirmation Seminar kemarin berjalan lancar &amp; sukses.</p>
<p>Sumber gambar: http://www.huseby.com/blog/</p>
<h4>The Best Keyword for the article:</h4><div class='dicari'><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/09/05/persidangan-mahasiswa/" title="persidangan mahasiswa">persidangan mahasiswa</a></div><img src="http://www.ahmadmuttaqin.com/?ak_action=api_record_view&id=460&type=feed" alt="" />

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/10/25/mengajar-islamologi-pada-mahasiswa-tiongkok/' rel='bookmark' title='Mengajar Islamologi Mahasiswa Tiongkok'>Mengajar Islamologi Mahasiswa Tiongkok</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/09/05/persidangan-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasionalisme dalam Semangkuk Bakso</title>
		<link>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/16/nasionbalisme-dalam-semangkuk-bakso/</link>
		<comments>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/16/nasionbalisme-dalam-semangkuk-bakso/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 07:52:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar/News]]></category>
		<category><![CDATA[Brisbane]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Rakyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahmadmuttaqin.com/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[Snake Peek Indonesian Festival: Pesta Rakyat 2009. Itu judul berita yang dipublikasikan oleh PPIA (Pehimpunan Pelajar Indonesia Australia) wilayah Quensland. Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan hari kemerdekaan RI ke 64 ini diperingati warga Indonesia yang berada di Brisbane dan sekitarnya dengan menggelar “Pesta Rakyat”: bazzar makanan, kerajinan dan pakaian serta panggung hiburan nusantara. Siang itu, ratusan [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F08%2F16%2Fnasionbalisme-dalam-semangkuk-bakso%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F08%2F16%2Fnasionbalisme-dalam-semangkuk-bakso%2F&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;hashtags=Brisbane,Indonesiana,Pesta+Rakyat&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><em><img class="alignleft size-full wp-image-384" title="MieBakso" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2009/08/MieBakso.jpg" alt="MieBakso" width="300" height="132" />Snake Peek Indonesian Festival: Pesta Rakyat 2009</em>. Itu judul berita yang dipublikasikan oleh PPIA (Pehimpunan Pelajar Indonesia Australia) wilayah Quensland. Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan hari kemerdekaan RI ke 64 ini diperingati warga Indonesia yang berada di Brisbane dan sekitarnya dengan menggelar “Pesta Rakyat”: bazzar makanan, kerajinan dan pakaian serta panggung hiburan nusantara.</p>
<p>Siang itu, ratusan orang berkerumun di Queens Street Square. Laki, perempuan, tua, muda, remaja, anak-anak, balita dan bayi berwajah melayu dan china khas Indonesia tumpek blek menyatu dengan tenda-tenda penjual bakso, gudeg, sate ayam, lontong, nasi campur, soto, bubur ketan, kering tempe, sambal teri, tahu isi, rujak, lotis, dan aneka makanan khas Indonesia. Beberapa lelaki bertampang bule juga terlihat dikerumunan itu. Meraka kebanyakan suami dari wanita Indonesia yang menikah dengan WNA Australia. Beberapa ibu ada yang menggelar tikar disamping tenda, bercengkerama dengan sanak dan famili. Sementara itu ratusan mahasiswa/i Indonesia sibuk lalu lalang, sebagian bapak-bapak berdiri membuat kelompok masing-masing, ngobrol sambil menikmati jajanan.</p>
<p><span id="more-382"></span>Seteleh melakukan survey ke hampir semua tenda untuk melihat lebih dekat menu yang mereka jual, akhirnya kuputuskan menjajal bakso made in Bribane. Tenda bakso ini terlihat paling rame. Meski yang dijual tidak hanya bakso, namun menu inilah yang paling banyak diserbu. Rasa<em> </em>lapar dan kangen pada tanah air membuatku rela berdiri antri demi mendapatkan jajanan yang sangat populer di Indonesia itu. Setelah mendapat jatah dan giliran mau membayar, penyakit <em>calculative currency </em>saya kambuh. Harga semangkung bakso itu $ 8.5 AUD, setara Rp. 70.000,00! Itulah bakso termahal yang pernah saya beli. Mengingat beasiswa studi saya pake rupiah, terjadilah perang batin: jadi beli atau tidak?. Sekedar perbandingan, di Jogja, dengan uang sebanyak itu saya bisa mendapat 10 – 15 mangkuk.</p>
<p>Maka yang terjadi-terjadilah. Ini kan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI yang setahun sekali. Tidak ada apa-apanya ‘pengorban’ merogoh tujuh puluh ribu untuk semangkuk bakso dibanding dengan perjuangan para pahlawan yang rela menyabung nyawa di medan perang. Saya katakana &#8216;pengorbanan&#8217; sebab bakso itu jauh dari yang saya bayangkan: kurang ‘nendang’ baik rasa dan aromanya. Berhubung sudah hampir enam bulan perut ini tidak disapa bakso, ludes juga satu mangkok jumbo itu. Mau tahu apa saja isinya? Mie gepeng, 3 bola bakso, 1 pangsit basah, 1 super mini spring role, irisan seledri, tauge, bawang goreng, sambal, kecap manis, kecap asin dan saus pedas. Saat menikmati bakso sambil duduk dipinggir pagar, kulihat beberapa bule ikut mengerumuni tenda. Muncul kebanggan ketika warga bangsa lain mau menikmati makanan dan jajanan nusantara.</p>
<p>Kira-kira tiga ratus meter dari lokasi bazzar, tepatnya di <em>Queen St Mall Stage</em>, kerumunan dengan jumlah 5 kali lipat lebih banyak dari yang di bazzar tampak asyik menikmati tarian saman khas aceh. Berkali-kali penontot memberikan applause pada belasan penari yang sedang beraksi. Usai tari saman, penonton dimanja dengan peragaan gaun pengantin adat nusantara. Di lokasi hiburan ini, nuansa international lebih tampak pada wajah penonton, meski mayoritas tetap Indonesia. Sama seperti makanan tadi, rasa bangga itu muncul kembali menyaksikan budaya dan kesenian kita diapresiasi oleh bangsa-bangsa lain.</p>
<p>Apakah kebanggaan saya tersebut bagian dari rasa nasionalisme, meski dalam kadar yang amat rendah? Silahkan diterjemahkan sendiri. Bukankah makanan dan kesenian bagian identitas dan budaya sebuah bangsa? Karena itulah saya sangat apresiatif terhadap segelintir warga Indonesia yang mau berpayah-payah membuka rumah makan khas nusantara meski harus bersaing dengan Asian restoran lain seperti Chinese, Sushi-Japanese, Thai, dan Vietnamese yang jumlahnya jauh lebih banyak. Selain mengumpulkan dollar di negeri orang mereka juga menjadi duta identitas bangsa. Melalui makanan mereka telah melakukan <em>cultural food diplomatic </em>secara langsung<em>,</em> melampaui diplomasi budaya dalam seni pertunjukkan.</p>
<p>Sumber gambar: <a href="http://www.shigotosoken.com/citacita/dining/page/dinner.html">http://www.shigotosoken.com/citacita/dining/page/dinner.html</a></p>
<h4>The Best Keyword for the article:</h4><div class='dicari'><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/16/nasionbalisme-dalam-semangkuk-bakso/" title="pengertian bakso">pengertian bakso</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/16/nasionbalisme-dalam-semangkuk-bakso/" title="definisi bakso">definisi bakso</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/16/nasionbalisme-dalam-semangkuk-bakso/" title="Mimpi makan bakso">Mimpi makan bakso</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/16/nasionbalisme-dalam-semangkuk-bakso/" title="puisi nasionalisme">puisi nasionalisme</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/16/nasionbalisme-dalam-semangkuk-bakso/" title="arti mimpi makan bakso">arti mimpi makan bakso</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/16/nasionbalisme-dalam-semangkuk-bakso/" title="kata bijak nasionalisme">kata bijak nasionalisme</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/16/nasionbalisme-dalam-semangkuk-bakso/" title="puisi bakso">puisi bakso</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/16/nasionbalisme-dalam-semangkuk-bakso/" title="puisi tentang bakso">puisi tentang bakso</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/16/nasionbalisme-dalam-semangkuk-bakso/" title="nasionalisme indonesia">nasionalisme indonesia</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/16/nasionbalisme-dalam-semangkuk-bakso/" title="kata bijak tentang nasionalisme">kata bijak tentang nasionalisme</a></div><img src="http://www.ahmadmuttaqin.com/?ak_action=api_record_view&id=382&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/16/nasionbalisme-dalam-semangkuk-bakso/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Viva Religious Studies</title>
		<link>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/07/24/viva-religious-studies/</link>
		<comments>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/07/24/viva-religious-studies/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 08:24:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar/News]]></category>
		<category><![CDATA[FIU]]></category>
		<category><![CDATA[Religious Studies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahmadmuttaqin.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;closing the department on the reason to save the budget is really an unwise decision. The argument that religion can be studied alone or attached to other departments, not in single body department reflecting inter-religious relationship, means the luck of comprehension on the important of mutual understanding among various religious backgrounds amid this rapid globalization. [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/07/modernity-religious-change-and-spiritual-revolution/' rel='bookmark' title='Modernity, Religious Change and Spiritual Revolution'>Modernity, Religious Change and Spiritual Revolution</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F07%2F24%2Fviva-religious-studies%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F07%2F24%2Fviva-religious-studies%2F&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;hashtags=FIU,Religious+Studies&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-206" title="FIU Logo-2" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2009/07/FIU-Logo-21.jpg" alt="FIU Logo-2" width="200" height="36" /></p>
<p>&#8230;closing the department on the reason to save the budget is really an unwise decision. The argument that religion can be studied alone or attached to other departments, not in single body department reflecting inter-religious relationship, means the luck of comprehension on the important of mutual understanding among various religious backgrounds amid this rapid globalization. Since religion is one of humans’ ingredients that affect their economic, political, social, and cultural manifestations, studying religion needs a strong institution. </p>
<p><span id="more-193"></span></p>
<p>Save FIU Religious Studies</p>
<p>Dear Sir/Madam,</p>
<p>FIU Board of Trustees, </p>
<p>I am Ahmad Muttaqin, a faculty member of Comparative Religion Department at Sunan Kalijaga State Islamic University, Yogyakarta Indonesia. I was graduated from MA Program of FIU Religious Studies Department in 2005 where I was sponshored by Fulbright scholarship.  A week ago I heard from news that the religious studies department of FIU will be closed to cut university budget.</p>
<p>I thing closing the department on the reason to save the budget is really an unwise decision. The argument that religion can be studied alone or attached to other departments, not in single body department reflecting inter-religious relationship, means the luck of comprehension on the important of mutual understanding among various religious backgrounds amid this rapid globalization. Since religion is one of humans’ ingredients that affect their economic, political, social, and cultural manifestations, studying religion needs a strong institution. Therefore, as an alumnus of the religious studies department, I really could not understand the reason to shut down the department. I could not imagine the impact of eliminating the department toward university, regional and international life where mutual understanding among religions is highly in demand.</p>
<p>In sum, I just want to assert my disagreement to the closure of the department, and strongly support any efforts that students and faculties have done in order to save the department.  I do hope that all FIU board of trustees are guided by the Wisdom to choose the best decision and save the department.</p>
<p>Viva Religious Studies!</p>
<p>Best wishes,</p>
<p>Ahmad Muttaqin</p>
<p>____________</p>
<p>Surat di atas saya kirim kepada anggota Board of Trustee (semacam Majelis Wali Amanat) Florida International University pada akhir bulan Mei 2009. Selaku alumni saya punya tanggung jawab menyuarakan ketidaksetujuan terhadap rencana penutupan almamater saya tersebut hanya karena pihak universitas defisit anggaran. Saat dunia makin menglobal dan sekat ruang dan waktu tidak lagi menjadi hambatan perjumpaan antar orang dengan berbagai latar belakang, ide penutupan departemen yang selalu mendorong dialog antar agama tersebut jelas langkah yang kontra produktif. Krisis financial juga tidak tepat dijadikan alasan sebab selama ini departemen tersebut, menurut laporan beberapa staf pengajar di sana, mampu &#8220;self financed&#8221; dan justru bisa menyumbang income untuk universitas. Reaksi keras penolakan penutupan tidak hanya datang dari para dosen, staf dan mahasiswa di FIU tapi juga tokoh-tokoh American Academy of Religion (AAR). Dalai Lama bahkan rela menyumbang $100,000.00 untuk menyelamatkan departemen tersebut.  Beberapa aluni juga membuat penolakan melalui jejaring sosial yang ada di internet. Hasil dari penyuaran tersebut: Religious Studies di FIU tidak jadi ditutup. Viva Religious Studies</p>
<h4>The Best Keyword for the article:</h4><div class='dicari'><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/07/24/viva-religious-studies/" title="pengertian fiu">pengertian fiu</a></div><img src="http://www.ahmadmuttaqin.com/?ak_action=api_record_view&id=193&type=feed" alt="" />

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/07/modernity-religious-change-and-spiritual-revolution/' rel='bookmark' title='Modernity, Religious Change and Spiritual Revolution'>Modernity, Religious Change and Spiritual Revolution</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/07/24/viva-religious-studies/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kembali ke Brisbane</title>
		<link>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/05/03/kembali-ke-brisbane/</link>
		<comments>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/05/03/kembali-ke-brisbane/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 01:39:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar/News]]></category>
		<category><![CDATA[Brisbane]]></category>
		<category><![CDATA[condrodimuko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahmadmuttaqin.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Ahad ini, 3 mei 2009 saya harus meneruskan &#8220;langkah,&#8221; kembali ke Brisbane, terminal kawah condrodimuko-ku tahap 3 yang sudah aku mulai sejak oktober 2008. Satu bulan tepatnya langkah tersebut saya &#8220;pause&#8221; demi ibunda tercinta. Setelah beberapa bulan diuji dengan rasa sakit, senin pagi 13 April 2009, wanita perkasa itu akhirnya dipanggil Yang Maha Segala-galanya, menyusul [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F05%2F03%2Fkembali-ke-brisbane%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F05%2F03%2Fkembali-ke-brisbane%2F&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;hashtags=Brisbane,condrodimuko&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="size-thumbnail wp-image-62 alignleft" title="image-upload-597-742481" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2009/05/image-upload-597-742481-150x150.jpg" alt="image-upload-597-742481" width="150" height="150" />Ahad ini, 3 mei 2009 saya harus meneruskan &#8220;langkah,&#8221; kembali ke Brisbane, terminal kawah <em>condrodimuko</em>-ku tahap 3 yang sudah aku mulai sejak oktober 2008. Satu bulan tepatnya langkah tersebut saya &#8220;pause&#8221; demi <strong>ibunda tercinta</strong>. Setelah beberapa bulan diuji dengan rasa sakit, senin pagi 13 April 2009, wanita perkasa itu akhirnya dipanggil Yang Maha Segala-galanya, menyusul ayahanda yang telah menghadap-Nya 14 tahun yang lalu. Selamat jalan ibunda.</p>
<p>Doa kami selalu menyertaimu. Memenuhi harapanmu adalah kewajibanku.</p>
<h4>The Best Keyword for the article:</h4><div class='dicari'><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/05/03/kembali-ke-brisbane/" title="arti condro dimuko">arti condro dimuko</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/05/03/kembali-ke-brisbane/" title="arti kawah condro dimuko">arti kawah condro dimuko</a></div><img src="http://www.ahmadmuttaqin.com/?ak_action=api_record_view&id=6&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/05/03/kembali-ke-brisbane/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ber Idul Fitri di Kampung Halaman</title>
		<link>http://www.ahmadmuttaqin.com/2008/09/30/ber-idul-fitri-di-kampung-halman/</link>
		<comments>http://www.ahmadmuttaqin.com/2008/09/30/ber-idul-fitri-di-kampung-halman/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 00:16:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar/News]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Halaman]]></category>
		<category><![CDATA[Trah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahmadmuttaqin.com/2008/09/30/ber-idul-fitri-di-kampung-halman/</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, idul Ftri tahun 1429H ini kami sekeluarga bisa berkumpul bersama di rumah Ibu, tepatnya di Sumber Kidul, Ponjong, Gunungkidul. Berbagai acara kekeluargaan (trah) digelar, lengkap dengan aneka hidangan penuh selera. Tahun ini saya juga diamanati untuk berkhutbah di Lapangan Ponjong. Doa dari segenap handai taulan sangat saya harapkan untuk kesuksesan menunaikan amanah tersebut. The [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/08/29/idul-fitri-di-mancanegara-indahnya-perbedaan/' rel='bookmark' title='Idul Fitri di Mancanegara: Indahnya Perbedaan'>Idul Fitri di Mancanegara: Indahnya Perbedaan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2008%2F09%2F30%2Fber-idul-fitri-di-kampung-halman%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2008%2F09%2F30%2Fber-idul-fitri-di-kampung-halman%2F&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;hashtags=Idul+Fitri,Kampung+Halaman,Trah&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Alhamdulillah, idul Ftri tahun 1429H ini kami sekeluarga bisa berkumpul bersama di rumah Ibu, tepatnya di Sumber Kidul, Ponjong, Gunungkidul. Berbagai acara kekeluargaan (<em>trah</em>) digelar, lengkap dengan aneka hidangan penuh selera. Tahun ini saya juga diamanati untuk berkhutbah di Lapangan Ponjong. Doa dari segenap handai taulan sangat saya harapkan untuk kesuksesan menunaikan amanah tersebut.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-large wp-image-112" title="_kum30151" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2008/09/_kum30151-1024x681.jpg" alt="_kum30151" width="502" height="334" /><img class="size-large wp-image-113 aligncenter" title="p1110275" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2008/09/p1110275-1024x576.jpg" alt="p1110275" width="502" height="282" /></p>
<h4>The Best Keyword for the article:</h4><div class='dicari'><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2008/09/30/ber-idul-fitri-di-kampung-halman/" title="gambar tasamuh">gambar tasamuh</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2008/09/30/ber-idul-fitri-di-kampung-halman/" title="gambar bijak">gambar bijak</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2008/09/30/ber-idul-fitri-di-kampung-halman/" title="puisi kampung halaman">puisi kampung halaman</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2008/09/30/ber-idul-fitri-di-kampung-halman/" title="kata bijak">kata bijak</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2008/09/30/ber-idul-fitri-di-kampung-halman/" title="gambar gambar bijak">gambar gambar bijak</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2008/09/30/ber-idul-fitri-di-kampung-halman/" title="sumber ponjong">sumber ponjong</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2008/09/30/ber-idul-fitri-di-kampung-halman/" title="kabar gunungkidul">kabar gunungkidul</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2008/09/30/ber-idul-fitri-di-kampung-halman/" title="bijak">bijak</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2008/09/30/ber-idul-fitri-di-kampung-halman/" title="kampung halaman">kampung halaman</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2008/09/30/ber-idul-fitri-di-kampung-halman/" title="gambar-gambar bijak">gambar-gambar bijak</a></div><img src="http://www.ahmadmuttaqin.com/?ak_action=api_record_view&id=3&type=feed" alt="" />

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.ahmadmuttaqin.com/2011/08/29/idul-fitri-di-mancanegara-indahnya-perbedaan/' rel='bookmark' title='Idul Fitri di Mancanegara: Indahnya Perbedaan'>Idul Fitri di Mancanegara: Indahnya Perbedaan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahmadmuttaqin.com/2008/09/30/ber-idul-fitri-di-kampung-halman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

