How did Muslim and Muslim community in the USA respond to the 9/11 terrorist attack? What were the impacts of media’s framing that the terrorist are Muslims jihadis to the Muslim communities in the USA?
As part of our efforts to describe plurality of Islam and Muslim in the USA and their responses to and impacts of the 9/11 terrorist attack on them, I and a friend of mine, Samsul Maa’rif, did a fieldwork in 1995, profiling 10 mosques/islamic cenhtres in Miami South Florida. The research was funded by the Pluralism Project at Harvard University. Below is the snapshot of the project:
Further detail at:
http://www.pluralism.org/affiliates/student/maarifandmuttaqin/index.php


Dia terpilih dengan suara 100 persen. Meskipun ketika itu ada juga propaganda supaya dia jangan terpilih, rupanya ia berhasil.
“Saudara-saudara bisa berdoa [sholat] lima kali sehari. Namun, kalau akhlakmu, tetap buruk, tidak ada gunanya. Saudara-saudara bisa berdoa dengan teratur, akan tetapi bilamana saudara tetap rakus, kikir, tidak mempunyai rasa prihatin terhadap orang miskin dan berkekurangan, maka doamu tidak akan diterima oleh Allah. Saudara tidak akan masuk surga akan tetapi Neraka. Saudara bisa menyelesaikan tugas puasa. Namun bilamana saudara tetap berbicara buruk tentang orang lain, masih berlaku sombong, tidak ada gunanya berpuasa. Puasamu tidak akan diakui oleh Allah. Nabi berkata: ‘Saya diutus kepadamu untuk memperbaiki akhlakmu, budi pekerti.’ Karena itu mari melakukan doa [sholat], puasa, naik haji, membayar sedakah, dan di atas segala-galanya ini, mari kita memperbaiki akhlak, budi pekerti kita.”