<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>LIFE FOR OTHERS &#187; Sholat</title>
	<atom:link href="http://www.ahmadmuttaqin.com/tag/sholat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ahmadmuttaqin.com</link>
	<description>:Berbagi Merajut Kebersamaan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Dec 2011 03:50:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Stop-Revive-Survive</title>
		<link>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/15/stop-revive-survive/</link>
		<comments>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/15/stop-revive-survive/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 22:00:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mereka Berkata]]></category>
		<category><![CDATA[Kebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahmadmuttaqin.com/?p=366</guid>
		<description><![CDATA[‘Why do you pray [shalat] five times a day? Aren’t you disturbed by those activities?” Itu  pertanyaan lain yang sering dilontarkan ‘bule’ pada masyarakat Muslim di Barat. Dan lagi, mereka tidak bakal menerima jawaban tekstual. Karena itu jawabannya sebisa mungkin &#8216;rasional&#8217; sesuai atau setidaknya mendekati apa yang selama ini ada di sekitar mereka. &#8220;When you [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F08%2F15%2Fstop-revive-survive%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F08%2F15%2Fstop-revive-survive%2F&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;hashtags=Kebutuhan,Sholat,Spiritual&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-373" title="stop-revive-surveive" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2009/08/stop-revive-surveive-300x203.jpg" alt="stop-revive-surveive" width="300" height="203" />‘Why do you pray [<em>shalat</em>] five times a day? Aren’t you disturbed by those activities?” Itu  pertanyaan lain yang sering dilontarkan ‘bule’ pada masyarakat Muslim di Barat. Dan lagi, mereka tidak bakal menerima jawaban tekstual. Karena itu jawabannya sebisa mungkin &#8216;rasional&#8217; sesuai atau setidaknya mendekati apa yang selama ini ada di sekitar mereka.</p>
<p>&#8220;When you make a journey driving in a highway for along time, let’s say from Brisbane to Sidney, you will find a sign “Stop-Revive-Survive” indicating you are close to a rest stop. Do you know what does that means?&#8221; Mendengar ilustrasi tersebut sang bule pun mengangguk, tanda mulai mengerti arah pembicaanku.</p>
<p>Hidup itu ibarat melakukan perjalanan panjang. Agar sampai ke tujuan dengan selamat kita perlu bekal dan sarana yang memadahi. Mobil yang kita kendarai perlu diisi bensinnya agar tidak kehabisan di tengah jalan. Perut kita perlu diberi makan agar tetap punya tenaga dan bisa berkonsentrasi menyetir. Fisik kita pun perlu diistirahatkan agar tidak terforsir. Intinya, dalam perjalanan itu kita perlu ‘waktu jeda’ untuk mencharge energi.</p>
<p><span id="more-366"></span></p>
<p>Bayangkan, apa yang akan terjadi bila jalan tol yang beratus-ratus kilo itu tidak ada fasilitas rest area? Berapa banyak mobil macet karena kehabisan bensin? Berapa banyak kecelakaan bakal terjadi karena pengemudinya capek, lapar dan ngantuk? Nah, sholat itu analoginya sebagaimana rest area itu. Ia menjadi sarana <em>revive </em>agar tetap bisa <em>survive</em>.</p>
<p>Di tengah kesibukan menjalani beragam aktivitas, manusia perlu &#8216;jeda&#8217; untuk mengisi ‘battery’ spiritual dan menyegarkan kembali tubuh dan pikiran. Kadang kita merasa <em>stuck, meaningless</em>, dan tidak ada progress dalam bekerja; kalaupun ada progressnya tidak sesuai dengan harapan. Saat itulah sebenarnya kita perlu <em>stop, </em>berhenti  sesaat dari aktivitas itu sebab fisik, jiwa dan pikiran kita sedang <em>drop</em>. Kita perlu waktu untuk melakukan evaluasi, instropeksi, dan mungkin juga reorientasi. </p>
<p>Bagi Muslims, sholat memberi sarana <em>revive </em>yang lengkap. Ia mampu memulihkan kepenatan lahir, mengobati keletihan batin dan menjernihkan fikir. Energi yang kita peroleh dari sholat inilah yang akan membantu kita tetap <em>survive</em> dalam menapaki jalan panjang duniawi yang kadang terjal dan berliku. Menyadari arti penting sholat ini, maka ia tidak semata-mata kewajiban tapi kebutuhan. To Muslims, sholat is not a burden at all; it is a basic need.</p>
<p>Sumber foto: http://www.flickr.com/photos/chrissam42/3211794317/</p>
<h4>The Best Keyword for the article:</h4><div class='dicari'><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/15/stop-revive-survive/" title="pengertian revive menurut pakar">pengertian revive menurut pakar</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/15/stop-revive-survive/" title="arti kata revive">arti kata revive</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/15/stop-revive-survive/" title="definisi rest area">definisi rest area</a></div><img src="http://www.ahmadmuttaqin.com/?ak_action=api_record_view&id=366&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/15/stop-revive-survive/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

