<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>LIFE FOR OTHERS &#187; profan-sakral</title>
	<atom:link href="http://www.ahmadmuttaqin.com/tag/profan-sakral/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ahmadmuttaqin.com</link>
	<description>:Berbagi Merajut Kebersamaan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Dec 2011 03:50:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Makam v.s. Pelabuhan</title>
		<link>http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/20/makam-v-s-pelabuhan/</link>
		<comments>http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/20/makam-v-s-pelabuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 15:09:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teropong]]></category>
		<category><![CDATA[makam]]></category>
		<category><![CDATA[pelabuhan]]></category>
		<category><![CDATA[profan-sakral]]></category>
		<category><![CDATA[sekular-spiritual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahmadmuttaqin.com/?p=585</guid>
		<description><![CDATA[_______________ &#8230;tragedi berdarah tersebut seolah bernuansa pertarungan antara dunia profan dengan dunia sakral, antara sekular versus spiritual. Namun, bila ditelisik lebih jauh yang terjadi sebenarnya lebih kental nuansa pertarungan antara profan melawan profan&#8230; _______________ Bagaimana menjelaskan tragedi “rebutan” makam di Koja, Jakarta Utara pada Rabu, 14 April 2010 yang lalu? Sedikitnya tiga nyawa melayang dan [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2010%2F04%2F20%2Fmakam-v-s-pelabuhan%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2010%2F04%2F20%2Fmakam-v-s-pelabuhan%2F&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;hashtags=makam,pelabuhan,profan-sakral,sekular-spiritual&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2010/04/makammbahpriok-DLM1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-588" title="makammbahpriok-DLM" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2010/04/makammbahpriok-DLM1.jpg" alt="" width="285" height="214" /></a>_______________</p>
<p>&#8230;tragedi berdarah tersebut seolah bernuansa pertarungan antara dunia  profan dengan dunia sakral, antara  sekular versus spiritual. Namun, bila ditelisik lebih jauh yang terjadi  sebenarnya lebih kental nuansa pertarungan antara profan melawan profan&#8230;</p>
<p>_______________</p>
<p>Bagaimana menjelaskan tragedi “rebutan” makam di Koja, Jakarta Utara pada Rabu, 14 April 2010 yang lalu? Sedikitnya tiga nyawa melayang dan ratusan orang luka-luka akibat bentrokan tersebut. Mengapa nyawa sedemikian murah?</p>
<p><span id="more-585"></span>Berita televisi, internet dan surat kabar menyebutkan bentrokan dipicu oleh upaya paksa Satpol PP membongkar bangunan liar di sekitar makam mbah Priuk, tokoh yang diyakini masyarakat sebagai penyebar Islam pertama di wilayah itu. Sementara itu, pada saat bersamaan ratusan kaum Muslim sedang berziarah dan melakukan kegiatan keagamaan di komplek makam.</p>
<p>Bentrokan tersebut sungguh ironis, sebab terjadi antara aparat negara yang harusnya melindungi dan mengayomi rakyatnya dengan warga Muslim yang semestinya  selalu  menjungjung tingi perdamaian. Lebih ironis lagi, bentrokan itu terjadi di hadapan makam tokoh penyebar keselamatan yang menjadi tempat sebagian kaum Muslim berziarah dan mengasah “spiritualitas”.</p>
<p>Berbagai media juga memberitakan: antara ahli waris mbah Priuk dengan Pemda DKI sejatinya belum terjadi titik  temu. Tawaran pihak Pemda yang akan memperluas makam dari 20m persegi menjadi 100m persegi belum diterima, sebab akan disertai dengan penertiban bangunan liar di sekitar makam. Pihak ahli waris berargumen, makam mBah Priuk bukan laki milik keluarga namun telah menjadi milik masyarakat banyak. Karena itu, pihak keluarga ahli waris dan masyarakat sekitar menginginkan perluasan tanah menjadi paling tidak 2 hektar.</p>
<p>Di tengah komunikasi dan negosiasi antara Pemda dengan ahli waris dan masyarakat sekitar yang kurang lancar, pihak pengadilan telah memenangkan PT Pelindo II atas penguasaan tanah di sekitar makam tersebut dalam rangka memperluas area pelabuhan peti Kemas. Secara ekonomis, semakin luas pelabuhan tentu semakin banyak dollar bisa dihimpun. Target “operasi” Rabu 14 April yang lalu untuk menertipkan banguan liar di sekiar makam, dipersepsi masyarakat sebagai operasi pembongkaran dan penggusuran makam.</p>
<p>Dari sini mudah dibaca, tragedi berdarah tersebut seolah bernuansa pertarungan antara dunia profan dengan dunia sakral, antara kapitalisme versus agama, antara sekular dan spiritual. Namun, bila ditelisik lebih jauh yang terjadi sebenarnya lebih kental nuansa pertarungan antara profan melawan profan. Dibalik sakralitas dan identitas agama pada makam tersebut adalah aktivitas mundan.</p>
<p>Lalu di mana letak keprofanan makam tersebut? Begini, tempat ziarah, baik dalam bentuk makam maupun lokasi-lokasi yang dianggap keramat lainnya, biasanya dikerumuni oleh puluhan, ratusan bahkan bisa ribuan orang yang bergantung hidupnya dari keberadaan tempat ziarah tersebut. Kehadiran peziarah yang tidak mengenal musim telah menggerakkan roda perekonomian di berbagai sektor, mulai dari warung makan, toko kelontong, parkir, ojek, travel, penjual perlengkapan ziarah dan souvenir, serta jasa wisata religious lainya yang akhir-akhir ini cukup berkembang. Mereka yang bergantung hidupnya dari tempat ziarah tersebut sebagian besar masyarakat kelas bawah, yang tidak tertampung oleh sektor formal.</p>
<p>Ketika lahan mencari rizki masyarakt akar rumput tersebut terancam, dan lebih-lebih yang mengancam adalah perusahaan besar tempat orang-orang mapan mencari duit, bentrokan sulit dihindarkan. Dengan bumbu membela tempat suci, masyarakat bawah rela mempertahankan lokasi tersebut sekalipun nyawa harus melayang. Di mata rakyat, tindakan penguasaan tanah sekitar makam yang selama ini menjadi tempat mereka mengais rezeki adalah bentuk kesewenangan Negara yang lebih memihak kepentingan orang berduit.</p>
<p><em>Wallahu a’lam.</em></p>
<p>Sumber Foto: www.detik.com</p>
<h4>The Best Keyword for the article:</h4><div class='dicari'><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/20/makam-v-s-pelabuhan/" title="pengertian makam">pengertian makam</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/20/makam-v-s-pelabuhan/" title="perlunya implementasi iman">perlunya implementasi iman</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/20/makam-v-s-pelabuhan/" title="bentuk kuburan">bentuk kuburan</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/20/makam-v-s-pelabuhan/" title="Pengertian sakral">Pengertian sakral</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/20/makam-v-s-pelabuhan/" title="pengertian sakral dan profan">pengertian sakral dan profan</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/20/makam-v-s-pelabuhan/" title="sakral dan profan">sakral dan profan</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/20/makam-v-s-pelabuhan/" title="penjelasan mengenai kuburan">penjelasan mengenai kuburan</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/20/makam-v-s-pelabuhan/" title="pengertian kuburan">pengertian kuburan</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/20/makam-v-s-pelabuhan/" title="pengertian islam yang profan">pengertian islam yang profan</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/20/makam-v-s-pelabuhan/" title="definisi profan">definisi profan</a></div><img src="http://www.ahmadmuttaqin.com/?ak_action=api_record_view&id=585&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/20/makam-v-s-pelabuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

