<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>LIFE FOR OTHERS &#187; Paradok Modernitas</title>
	<atom:link href="http://www.ahmadmuttaqin.com/tag/paradok-modernitas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ahmadmuttaqin.com</link>
	<description>:Berbagi Merajut Kebersamaan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Dec 2011 03:50:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Muhammadiyah, Fatwa &amp; Paradok Modernitas</title>
		<link>http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/06/muhammadiyah-fatwa-paradok-modernitas/</link>
		<comments>http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/06/muhammadiyah-fatwa-paradok-modernitas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 03:48:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teropong]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Paradok Modernitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahmadmuttaqin.com/?p=552</guid>
		<description><![CDATA[“Mengapa Muhammadiyah akhir-akhir ini getol mengeluarkan fatwa?” Tanya seorang kawan dalam sebuah milis saat menanggapi keluarnya fatwa Muhammadiyah tentang haramnya bunga bank pada Munas Tarjih di Malang 1-4 April 2010. Sebagaimana fatwa MTT sebelumnya tentang haramnya rokok, fatwa tentang bunga bank ini juga menuai pro dan kontra. Hemat saya, produktifnya Muhammadiyah mengeluarkan fatwa akhir-akhir ini [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/06/muhammaddiyah-the-fatwa-paradox-of-modernity/' rel='bookmark' title='Muhammaddiyah, the Fatwa &amp; Paradox of Modernity'>Muhammaddiyah, the Fatwa &#038; Paradox of Modernity</a></li>
<li><a href='http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/03/11/fiqih-tembakau/' rel='bookmark' title='Muhammadiyah, Fiqih Tembakau &amp; Kritik Negara'>Muhammadiyah, Fiqih Tembakau &#038; Kritik Negara</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2010%2F04%2F06%2Fmuhammadiyah-fatwa-paradok-modernitas%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2010%2F04%2F06%2Fmuhammadiyah-fatwa-paradok-modernitas%2F&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;hashtags=Fatwa,Muhammadiyah,Paradok+Modernitas&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2010/04/perangko-moehammadijah.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-559" title="perangko moehammadijah" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2010/04/perangko-moehammadijah-250x300.gif" alt="" width="206" height="246" /></a>“Mengapa Muhammadiyah akhir-akhir ini getol mengeluarkan fatwa?” Tanya seorang kawan dalam sebuah milis saat menanggapi keluarnya fatwa Muhammadiyah tentang haramnya bunga bank pada Munas Tarjih di Malang 1-4 April 2010. Sebagaimana fatwa MTT sebelumnya tentang haramnya rokok, fatwa tentang bunga bank ini juga menuai pro dan kontra.</p>
<p>Hemat saya, produktifnya Muhammadiyah mengeluarkan fatwa akhir-akhir ini menandakan paradox Muhammadiyah sekaligus paradox modernitas pada konteks yang lebih luas.</p>
<p><span id="more-552"></span>Satu sisi fatwa-fatwa tersebut menunjukkan eksistensi keulamaan dalam Muhamadiyah masih cukup kuat dan keberadaanya masih dibutuhkan. Keluarnya fatwa-fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) tersebut tentu bukan dari ruang kosong namun melalui sekian banyak proses: mulai dari banyaknya pertanyaan warga tentang kepastian hukum suatu permasalahan hingga kajian interdisipliner terhadap persoalan yang akan diwatwai.</p>
<p>Pertanyaan-pertanyaan warga Muhammadiyah pada MTT yang dijawab dengan fatwa tersebut menunjukkan bahwa warga organisasi Muslim modernis ini masih membutuhkan “petuah”, petunjuk, serta religious guideline dari para ulamanya. Muhammadiyah yang dikenal sebagai ikon organisasi Islam modern, kehidupan warganya ternyata tidak benar-benar modern dalam arti lebih mengedepankan argumen rasio dari pada argumen keagamaan. Inilah yang saya sebut paradox Muhammadiyah.</p>
<p>Masih kuatnya peran ulama di organisasi modern ini tentu juga paradox dengan klaim selama ini bahwa makin modern seseorang makin jauh ia dari prinsip-prinsip keagamaan.</p>
<p>Sebagaimana yang berlaku di dunia Barat, modernisme merupakan buah dari sekularisme yang disitu terjadi pemisahan yang tegas antara urusan dunia dan agama. Beberapa penyokong tesis sekularisasi bahkan dengan pongah menyuarakan bahwa modernisme merupakan “lonceng kematian” agama.  Di Indonesia, modernitas ternyata bisa bersanding dengan agama. Institusi agama tumbuh dan bersanding dengan institusi sekuler. Bahkan, insrumen-instrumen agama selalu dihadirkan untuk menghukumi tindakan-tindakan profan. Ini yang saya sebut paradox modernitas, bahwa modernitas dan sekularisasi, tidak serta merta meniadakan fungsi dan peran agama.</p>
<p>Sumber gambar:</p>
<p>http://nyantri.cybermq.com/post/archieve/6/2009</p>
<h4>The Best Keyword for the article:</h4><div class='dicari'><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/06/muhammadiyah-fatwa-paradok-modernitas/" title="pengertian muhammadiyah">pengertian muhammadiyah</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/06/muhammadiyah-fatwa-paradok-modernitas/" title="muhammadiyah">muhammadiyah</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/06/muhammadiyah-fatwa-paradok-modernitas/" title="pengertian fatwa">pengertian fatwa</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/06/muhammadiyah-fatwa-paradok-modernitas/" title="pengertian tarjih">pengertian tarjih</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/06/muhammadiyah-fatwa-paradok-modernitas/" title="Definisi muhammadiyah">Definisi muhammadiyah</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/06/muhammadiyah-fatwa-paradok-modernitas/" title="perangko">perangko</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/06/muhammadiyah-fatwa-paradok-modernitas/" title="pengertian muhammadiyah menurut bahasa">pengertian muhammadiyah menurut bahasa</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/06/muhammadiyah-fatwa-paradok-modernitas/" title="pengertian modernitas">pengertian modernitas</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/06/muhammadiyah-fatwa-paradok-modernitas/" title="pengertian muhammadiyah secara bahasa dan istilah">pengertian muhammadiyah secara bahasa dan istilah</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/06/muhammadiyah-fatwa-paradok-modernitas/" title="PENGERTIAN MUHAMMADIYAH SECARA BAHASA">PENGERTIAN MUHAMMADIYAH SECARA BAHASA</a></div><img src="http://www.ahmadmuttaqin.com/?ak_action=api_record_view&id=552&type=feed" alt="" />

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/06/muhammaddiyah-the-fatwa-paradox-of-modernity/' rel='bookmark' title='Muhammaddiyah, the Fatwa &amp; Paradox of Modernity'>Muhammaddiyah, the Fatwa &#038; Paradox of Modernity</a></li>
<li><a href='http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/03/11/fiqih-tembakau/' rel='bookmark' title='Muhammadiyah, Fiqih Tembakau &amp; Kritik Negara'>Muhammadiyah, Fiqih Tembakau &#038; Kritik Negara</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/06/muhammadiyah-fatwa-paradok-modernitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

