<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>LIFE FOR OTHERS &#187; Merdeka</title>
	<atom:link href="http://www.ahmadmuttaqin.com/tag/merdeka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ahmadmuttaqin.com</link>
	<description>:Berbagi Merajut Kebersamaan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Dec 2011 03:50:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Merdeka?</title>
		<link>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/13/merdeka/</link>
		<comments>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/13/merdeka/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 03:36:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teropong]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[Merdeka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahmadmuttaqin.com/?p=354</guid>
		<description><![CDATA[Enampuluh empat tahun usia republik-ku, namun kemerdekaannya hingga kini masih kusangsikan. Setiap bulan Agustus tanda tanya itu selalu muncul. Bukan hanya aku, kamu dan mereka kukira juga akan mempertanyakan status kemerdekaan ini; mengapa asing masih menguasai sumber daya mineral, bisnis strategis, arus informasi, bahkan juga makanan yang kita konsumsi. Coba lihat: teknologi informasi kita ambil [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F08%2F13%2Fmerdeka%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F08%2F13%2Fmerdeka%2F&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;hashtags=Indonesiana,Merdeka&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-355" title="Merdeka" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2009/08/Merdeka.jpg" alt="Merdeka" width="324" height="243" />Enampuluh empat tahun usia republik-ku, namun kemerdekaannya hingga kini masih kusangsikan. Setiap bulan Agustus tanda tanya itu selalu muncul. Bukan hanya aku, kamu dan mereka kukira juga akan mempertanyakan status kemerdekaan ini; mengapa asing masih menguasai sumber daya mineral, bisnis strategis, arus informasi, bahkan juga makanan yang kita konsumsi.</p>
<p>Coba lihat: teknologi informasi kita ambil dari Amerika dan Eropa. Mobil dan motor kita datangkan dari Jepang. Daging dan susu yang kita minum produk Austraia dan New Zealand. Durian dan klengkeng yang tersaji di atas meja berasal dari Thailand. Bahkan bawang putih yang beredar di pasar tradisional pun diimpor dari China.</p>
<p>Lalu kemana saja putra-putri terbaik bangsa yang begelar doktor, insyinyur, dan ekonom itu? Diapakan saja tanah subur <em>gemah ripah loh jinawi</em> seluas nusantara itu? Apa saja yang diperbuat oleh petani dan nelayan kita selama ini? Kukira tidak bijak menggungat ketergantungan republik ini pada para insinyur, kaum intelek, petani, pedagang, juga nelayan. Aku yakin mereka telah bekerja keras sesuai bidangnya. Petani kita itu, misalnya, telah bekerja luar biasa: berangkat ke ladang pagi ba’da subuh; menjelang dhuhur pulang lalu dua jam kemudian  ke ladang lagi hingga menjelang maghrib. Kukira mitos pribumi malas yang mengatakan “orang Melayu kalau bekerja tidak berkeringat, kalau makan baru berkeringat,” itu sangat menyesatkan.</p>
<p><span id="more-354"></span>Jadi, yang mesti digugat atas ‘kemerdekaan semu’ ini para penguasa republik, baik eksekutif, legislative maupun yudikatif itu. Tanyakan apa yang telah mereka perbuat untuk menciptakan kedaulatan pangan, kemandirian teknologi, indepensi informasi, pengembangan jatidiri, dan kebanggaan pada budaya sendiri! Tanya kenapa mereka masih selalu bergantung pada konsultan asing dan ‘menelantarkan’ anak bangsa?! Tanya kenapa mereka kurang berdaya membela warganya  yang telah menjadi pahlawan devisa?! Tanya kenapa mereka menerapkan tariff hampir 0% impor produk-produk pangan yang jelas akan mengancam produktifitas petani dan peternak kita?! Tanya kenapa mereka memberi keleluasan hypermarket “melibas” pasar-pasar tradisional?! Tanya kenapa distribusi pupuk tersendat?! Tanya kenapa tempe dan tahu kita begitu tergantung pada kedelai Amerika? Tanya kenapa explorasi tambang lebih dipercayakan pada perusahaan PMA? Tanya kenapa BUMN strategis dilego dengan harga &#8220;kacang&#8221;? Tanya kenapa korupsi masih menggurita?! Tanya kenapa… Tanya kenapa… dan begitu seterusnya.</p>
<p>Aku tidak anti asing. Aku juga tidak sedang mencemooh atau menihilkan prestasi pemimpin negeri ini. Aku hanya ingin &#8220;game&#8221; berjalan dengan adil sehingga warga punya <em>equal position in their battlefields </em>di tengah dunia yang makin terlipat. Aku merindukan pemerintahan yang berwibawa di kancah global. Yang berani berkata tidak atas kesewenangan.  Aku geram mengapa kita belum bisa sepenuhnya merdeka.</p>
<p>Sumber foto: <a href="http://www.flickr.com/photos/leoroubos/2156214722/">http://www.flickr.com/photos/leoroubos/2156214722/</a></p>
<img src="http://www.ahmadmuttaqin.com/?ak_action=api_record_view&id=354&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/13/merdeka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

