<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>LIFE FOR OTHERS &#187; komodifikasi</title>
	<atom:link href="http://www.ahmadmuttaqin.com/tag/komodifikasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ahmadmuttaqin.com</link>
	<description>:Berbagi Merajut Kebersamaan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Dec 2011 03:50:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Komodifikasi Spiritual</title>
		<link>http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/21/komodifikasi-spiritual/</link>
		<comments>http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/21/komodifikasi-spiritual/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 02:39:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kutipan]]></category>
		<category><![CDATA[komodifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahmadmuttaqin.com/?p=597</guid>
		<description><![CDATA[Selesai memoderatori diskusi bulanan Laboratorium Religi &#38; Budaya Lokal (LABEL) Fak Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kemarin, Selasa 20 April 2010, wartawati kompas menelepon saya. Berikut laporannya yang termuat di: http://www1.kompas.com/read/xml/2010/04/20/21061957/Komodifikasi.Spiritualisme.Makin.Kentara-3 YOGYAKARTA, KOMPAS.com &#8211; Komodifikasi spiritualitas Jawa semakin kentara. Hal ini ditandai dengan banyaknya iklan maupun penayangan di media yang menawarkan jasa ritual berbasis spiritualisme [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/10/tajdid-spiritua/' rel='bookmark' title='Menanti Tajdid Spiritual'>Menanti Tajdid Spiritual</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2010%2F04%2F21%2Fkomodifikasi-spiritual%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2010%2F04%2F21%2Fkomodifikasi-spiritual%2F&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;hashtags=komodifikasi,Spiritual&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2010/04/Komodifikasi-Spiritual-Jawa6.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-600" title="Komodifikasi Spiritual Jawa" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2010/04/Komodifikasi-Spiritual-Jawa6-212x300.jpg" alt="" width="212" height="300" /></a></p>
<p>Selesai memoderatori diskusi bulanan Laboratorium Religi &amp; Budaya Lokal (LABEL) Fak Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kemarin, Selasa 20 April 2010, wartawati kompas menelepon saya. Berikut laporannya yang termuat di:</p>
<p><a href="http://www1.kompas.com/read/xml/2010/04/20/21061957/Komodifikasi.Spiritualisme.Makin.Kentara-3" target="_blank">http://www1.kompas.com/read/xml/2010/04/20/21061957/Komodifikasi.Spiritualisme.Makin.Kentara-3</a></p>
<p>YOGYAKARTA, <a href="http://kompas.com/" target="_blank">KOMPAS.com</a> &#8211; Komodifikasi spiritualitas  Jawa semakin kentara. Hal ini ditandai dengan banyaknya iklan maupun  penayangan di media yang menawarkan jasa ritual berbasis  spiritualisme Jawa. Menguatnya komodifikasi dikhawatirkan membuat  nilai-nilai spiritualitas Jawa mengalami pendangkalan, sehingga  mengancam keberadaan spiritualitas itu sendiri.</p>
<p>Peneliti Bidang Gerakan Keagamaan Baru dari Universitas Islam Negeri  (UIN) Sunan Kalijaga Ahmad Muttaqin mengatakan,<span id="more-597"></span> komodifikasi  spiritualitas Jawa terlihat pada ruwatan massal, berbagai teknik  pengobatan dengan basis spiritual Jawa, serta ritual-ritual budaya yang  dikemas sekedar sebagai pertunjukan pariwisata.</p>
<p>&#8220;Pelaksanaan  ritual-ritual itu tidak lagi berdasarkan pakem-pakem yang berlaju. Dulu,  pakem-pakem ini sangat pantang dilanggar. Sekarang, penyelenggaraan  ritual lebih mengikuti keinginan pasar,&#8221;  ujarnya usai diskusi   Komodifikasi Spiritual di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa  (20/4/2010).</p>
<p>Meski demikian, ujar Muttaqin, komodifikasi pada  spiritualitas Jawa masih lebih halus dibandingkan komodifikasi yang  terjadi pada spiritualitas aliran-aliran yang lain.   Untuk  spiritualisme Jawa, umumnya komodifikasi belum sampai menetapkan tarif.  Biaya masih sukarela pemberi,  ujar Muttaqin yang meneliti komodifikasi  spiritualisme dan budaya selama beberapa waktu terakhir.</p>
<p>Di  Yogyakarta saja, saat ini terdapat setidaknya 10 lembaga penyedia jasa  layanan spiritualisme. Spiritualisme aliran-aliran ini telah ditawarkan  dalam bentuk paket-paket dengan tarif yang telah ditetapkan. Di  antaranya Yoga, meditasi, emot ional-spiritual training, maupun reiki.  Komodifikasi spiritualitas juga merambah sekolah, yaitu melalui  pembangkitan motivasi sebelum ujian nasional, seperti zikir bersama  maupun emotional-spiritual training.</p>
<h4>The Best Keyword for the article:</h4><div class='dicari'><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/21/komodifikasi-spiritual/" title="pengertian spiritualisme">pengertian spiritualisme</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/21/komodifikasi-spiritual/" title="definisi komodifikasi">definisi komodifikasi</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/21/komodifikasi-spiritual/" title="arti komodifikasi">arti komodifikasi</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/21/komodifikasi-spiritual/" title="ALIRAN SPIRITUALISME">ALIRAN SPIRITUALISME</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/21/komodifikasi-spiritual/" title="pengertian komodifikasi">pengertian komodifikasi</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/21/komodifikasi-spiritual/" title="komodifikasi budaya">komodifikasi budaya</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/21/komodifikasi-spiritual/" title="arti spiritualisme">arti spiritualisme</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/21/komodifikasi-spiritual/" title="laboratorium religi dan budaya lokal uin">laboratorium religi dan budaya lokal uin</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/21/komodifikasi-spiritual/" title="www kompas com">www kompas com</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/21/komodifikasi-spiritual/" title="spritualisme di dalam muhammaddiyah">spritualisme di dalam muhammaddiyah</a></div><img src="http://www.ahmadmuttaqin.com/?ak_action=api_record_view&id=597&type=feed" alt="" />

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/10/tajdid-spiritua/' rel='bookmark' title='Menanti Tajdid Spiritual'>Menanti Tajdid Spiritual</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/04/21/komodifikasi-spiritual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Spiritualitas Otentik</title>
		<link>http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/02/28/mencari-spiritualitas-otentik/</link>
		<comments>http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/02/28/mencari-spiritualitas-otentik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 23:16:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teropong]]></category>
		<category><![CDATA[komodifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[korporatisasi]]></category>
		<category><![CDATA[narsis]]></category>
		<category><![CDATA[otentik]]></category>
		<category><![CDATA[Pengertian otentik]]></category>
		<category><![CDATA[spiritualitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahmadmuttaqin.com/?p=522</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa orang rela membayar mahal hanya untuk mengikuti spiritual training selama 1-3 hari? Mari kita tengok kelas-kelas Yoga, Meditasi, Emosional-Spiritual Training, zikir massal, serta berbagai gemblengan spiritual yang akhir-akhir ini menjamur di tanah air. Program-progam “olah” spiritual tersebut ditawarkan oleh berbagai lembaga dengan beragam latar tradisi. Sebagian representasi dari sufisme dalam Islam, sebagian bersumber dari [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2010%2F02%2F28%2Fmencari-spiritualitas-otentik%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2010%2F02%2F28%2Fmencari-spiritualitas-otentik%2F&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;hashtags=komodifikasi,korporatisasi,narsis,otentik,Pengertian+otentik,spiritualitas&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2010/02/P1160982.jpg"><img class="size-medium wp-image-527 alignleft" title="P1160982" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2010/02/P1160982-300x225.jpg" alt="" width="270" height="203" /></a>Mengapa orang rela membayar mahal hanya untuk mengikuti spiritual training selama 1-3 hari? Mari kita tengok kelas-kelas Yoga, Meditasi, Emosional-Spiritual Training, zikir massal, serta berbagai gemblengan spiritual yang akhir-akhir ini menjamur di tanah air. Program-progam “olah” spiritual tersebut ditawarkan oleh berbagai lembaga dengan beragam latar tradisi. Sebagian representasi dari sufisme dalam Islam, sebagian bersumber dari tradisi Tiongkok (Reiki, Fallun Ghong), sebagian dari tradisi India (Yoga, Meditasi), sebagian juga dari tradisi Jawa (ritual Ruwatan), dan sebagian lagi merupakan kombinasi antara Sufisme, managemen dan psikologi humanistik.</p>
<p>Yang menarik dari lembaga-lembaga penawar program spiritualitas tersebut adalah upaya korporatisasi layanan spiritual. Lembaga-lembaga tersebut memiliki kantor dan sekretariat yang representatif, staff yang terlatih dan cekatan, serta publikasi yang menawan di berbagai media massa. Selain itu, layanan jasa dan produk spiritual dikemas sedemikian rupa menjadi beragam paket. Manfaat dari mengikuti program spiritual juga selalu mereka expose dalam bentuk testimony para alumninya.<span id="more-522"></span></p>
<p>Bagaimana menjelaskan fenomena tersebut? Apakah program-program tersebut ditawarkan sebagai bisnis untuk memperoleh profit melalui komodifikasi spiritualitas atau murni upaya menyadarkan manusia Indonesia agar semakin menggali fitrah ruhaniyahnya?</p>
<p><strong>Motif</strong></p>
<p>Ada empat kemungkinan mengapa orang tertarik belanja spiritualitas: (1) Menggunakan spiritualitas sebagai sarana refressing di tengah kepenatan hidup. Bagi kelompok ini, mengikuti program-program spiritualitas ibarat rekreasi; (2) Memanfaatkan spiritualitas untuk memperoleh kesembuhan dari derita penyakit fisik maupun psikis. Kelompok kedua ini melihat praktik spiritual (zikir, meditasi, yoga, ruwatan, dll) sebagai sarana menyembuhkan jiwa yang sakit dan menyingkirkan segala bala. Jiwa yang sehat tentu akan mengantarkan tubuh yang sehat; (3) Menjalankan laku spiritual dalam rangka meraih sukses, rezki melimpah dan barokah. Kelompok ini meyakini laku spiritual merupakan sarana efektif mendekatkan diri pada Tuhan. Bila diri sudah dekat dengan Tuhan, maka Tuhan pasti akan mengabulkan segala keinginan hambaNya; dan (4) Mempraktikkan spiritualitas karena merasa &#8220;bosan&#8221; dengan ritual-ritual agama yang dirasa kering. Bagi kelompok ini, ber-spiritualitas-ria dirasa lebih ringan and <em>enjoy </em>sebab terbebas dari beban kewajiban menjalankan ajaran agama.</p>
<p><strong>Komodifikasi</strong></p>
<p>Isu perdagangan spiritualtas bukan hal baru. Carrette dan King (2005) dalam <em>Selling Spirituality, the silent take over of religion </em>mengkritisi proses terkooptasinya spiritualitas oleh cara pandang kapitalisme melalui proses korporatisasi dan individualisasi pelayanan jasa spiritual. Akibatnya, spiritualitas tidak lagi menjadi nilai luhur yang membingkai perilaku manusia, berubah menjadi nilai ekonomi. Secara halus spiritualitas digunakan sebagai alat memperkokoh paradigma neoliberal. Pada tahap inilah agama yang merupakan sumber nilai-nilai spiritual dikemas dan dikomodifikasi sedemikian rupa layaknya barang dagangan melalui proses reduksi: agama ditampilkan sebagai komoditas spiritual.</p>
<p>Hadirnya pusat-pusat spiritual di tengah kota berdampingan dengan kantor bisnis dan industri telah mendorong dunia usaha tersebut menggunakan jasa spiritual baik untuk memperbaiki mental dan <em>mind set</em> karyawannya maupun sebagai wahana implementasi program-program CSR. Namun penggunakan spiritualitas dalam bisnis dan industri ternyata sarat dengan kepentingan untuk melanggengkan agenda kapitalis mereka. Pada tahap inilah terjadi ironi luar biasa, agama kehilangan peran etis dan transformatif-nya sebab melalui perkawinanya dengan kapital ekonomi serta proses komodifikasi layanan jasa  dan produk spiritual, elemen-elemen agama hanya digunakan sebagai  alat pembenar  <em>“the ideology of consumerism and corporate capitalism”</em> (Carrette &amp; King, 2005, 170).</p>
<p><strong>Narsis</strong></p>
<p>Selain spiritualitas pasar yang terus menjamur dengan gegap gempita, ada juga kelompok spiritualitas yang mencoba melawan arus. Mereka mengusung spiritualitas sebagai sarana melepaskan diri dari ikatan tradisi keagamaan. Kritik agama mendominasi wacana mereka. Meski demikian, dengan sadar mereka tetap meyakini keberadaan Tuhan. Bagi mereka “spirituality yes, organized religion no”.</p>
<p>Mengingat praktik keagamaan banyak yang didomplengi kepentingan lain, menurut pengusung model ini, spiritualitas harus lepas dari ikatan-ikatan agama. Sayangnya, model <em>subjective-life spirituality </em>&#8211;meminjam istilahnya<em> </em>Heelas&#8211; yang menolak bentuk-bentuk tradisi dan organisasi keagamaan ini dalam praktiknya terjebak pada narsisme spiritual. Segala bentuk esensi dan expresi spiritual dapat digali dalam diri pribadi setiap orang.</p>
<p><strong>Otentik</strong></p>
<p>Eksistensi spiritualitas non agama di atas merupakan kritik tajam tidak hanya bagi agama-agama yang hanya mengedepankan formalisme dan lupa terhadap isi dan visi yang sebenarnya, namun juga bagi spiritualitas berbasis agama yang telah terjebak praktik komodifikasi dan korporatisasi. Karena itulah Carrette dan King (2005) di bagian akhir bukunya menaruh harapan besar akan munculnya aktivisme keagamaan yang bisa mengolah spiritualitas dengan tetap memelihara peran transformatifnya: mencerahkan, tidak melenakan, anti penindasan, tidak kapitalis, pro keadilan, berjiwa sosial, tidak narsis dan tentu saja rasional. Spiritalitas agama yang semacam ini saya sebut spiritualitas otentik.</p>
<p>Revivalisasi agama melalui jalan spiritual otentik, karena itu, menjadi niscaya. Bila selama ini revivalisme agama cenderung dimaknai sebagai kebangkitan kembali agama dalam konteks politik dan pertarungan identitas baik di aras nasional maupun global. Maka, jalan spiritual otentik akan memberikan peluang agama juga agamawan untuk tampil sebagai kekuatan sipil yang pro kemajuan namun ramah pada lingkungan, beridentitas jelas namun toleran dan menghargai perbedaan. Jalan spiritual otentik agama, dengan demikian, bisa menjadi jawaban terhadap kritik spiritualist tanpa agama sekaligus “meluruskan” praktik-praktik komodifikai dan korporatisasi spiritual. <em>wallahu a&#8217;lam</em></p>
<h4>The Best Keyword for the article:</h4><div class='dicari'><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/02/28/mencari-spiritualitas-otentik/" title="Pengertian otentik">Pengertian otentik</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/02/28/mencari-spiritualitas-otentik/" title="arti otentik">arti otentik</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/02/28/mencari-spiritualitas-otentik/" title="arti kata otentik">arti kata otentik</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/02/28/mencari-spiritualitas-otentik/" title="pengertian spiritualitas">pengertian spiritualitas</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/02/28/mencari-spiritualitas-otentik/" title="definisi otentik">definisi otentik</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/02/28/mencari-spiritualitas-otentik/" title="definisi korporatisasi">definisi korporatisasi</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/02/28/mencari-spiritualitas-otentik/" title="Pengertian korporatisasi">Pengertian korporatisasi</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/02/28/mencari-spiritualitas-otentik/" title="arti spiritualitas">arti spiritualitas</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/02/28/mencari-spiritualitas-otentik/" title="arti korporatisasi">arti korporatisasi</a>, <a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/02/28/mencari-spiritualitas-otentik/" title="spiritualitas muhammadiyah">spiritualitas muhammadiyah</a></div><img src="http://www.ahmadmuttaqin.com/?ak_action=api_record_view&id=522&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahmadmuttaqin.com/2010/02/28/mencari-spiritualitas-otentik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

