<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>muttaQin &#187; amal shalih</title>
	<atom:link href="http://www.ahmadmuttaqin.com/tag/amal-shalih/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ahmadmuttaqin.com</link>
	<description>Keluarga dan Kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Jun 2010 11:39:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tunjukkan, bukan Katakan</title>
		<link>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/05/tunjukkan-bukan-katakan/</link>
		<comments>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/05/tunjukkan-bukan-katakan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 01:39:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mereka Berkata]]></category>
		<category><![CDATA[amal shalih]]></category>
		<category><![CDATA[Anti Terror]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahmadmuttaqin.com/?p=310</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		

Menangkal terorisme adalah kewajiban kita bersama. Tunjukkan pada dunia bahwa perilaku teroris itu sama sekali tidak Islami. Isyhaduu bi-anna Muslimun pada konteks ini bisa berati: Tunjukkan-lah bahwa kami itu bukan teroris! 
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;
“Pak, saya malu pada teman-teman di sekolah. Mereka selalu bilang saya teroris hanya kerana saya beragama Islam. Apa yang harus saya katakana pada mereka bahwa [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F08%2F05%2Ftunjukkan-bukan-katakan%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F08%2F05%2Ftunjukkan-bukan-katakan%2F&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;hashtags=amal+shalih,Anti+Terror,Australia" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-313" title="anti terrorist" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2009/08/anti-terrorist-283x300.gif" alt="anti terrorist" width="283" height="300" /></p>
<p>Menangkal terorisme adalah kewajiban kita bersama. Tunjukkan pada dunia bahwa perilaku teroris itu sama sekali tidak Islami. <em>Isyhaduu bi-anna Muslimun </em>pada konteks ini bisa berati: Tunjukkan-lah bahwa kami itu bukan teroris! </p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>“Pak, saya malu pada teman-teman di sekolah. Mereka selalu bilang saya teroris hanya kerana saya beragama Islam. Apa yang harus saya katakana pada mereka bahwa saya bukan teroris?” Demikian pertanyaan salah satu siswa sekolah menengah di Austrlia. Sejak peristiwa 9/11 dia selalu diledek teman-temannya sebagai teroris. Cara berfikir asosiatif media Barat yang sering melekatkan pelaku terror dengan identitas Islam pelan namun pasti telah mempengaruhi cara pandang masyarakat pada minoritas Muslim di Barat. Realitas di Australia ini mengingatkan saya saat melakukan riset dampak tragedy 11/9 terhadap kehidupan sehari-hari komunitas Muslim Miami, Florida USA. Beberapa informan mengabarkan tidak sedikit sister yang terpaksa cobot jilbab dan beberapa brother menyamarkan identitas keislamannya seperti mengganti nama Muhammad dengan Mo, dan mencukur jenggot. </p>
<p><span id="more-310"></span></p>
<p>Yang ditanya siswa di atas adalah anak Kyai Indonesia yang jadi dosen di sebuah universitas Australia bagian selatan. Ia menjawab, “<em>well</em>, anda tidak perlu mengatakan apa-apa. Tidak perlu repot berteriak lantang menyangkal tuduhan mereka.”</p>
<p>Mendapat jawaban demikian, makin bingung siswa tadi. “<em>Lha kog</em>?” kira-kira begitu dia terus bertanya.</p>
<p>Sang dosen lalu melanjutkan: “Sekeras apapun kita berteriak lantang menyangkal, imagi asosiatif mereka akan terus muncul. Di sini kita bisa menjelaskan panjang lebar bahwa Islam itu berasal dari kata <em>sa-la-ma</em> yang berarti selamat. Allah itu bersifat <em>Rahman</em> (Maha Pengasih) dan <em>Rahiem</em> (Maha Penyayang). Islam adalah agama yang megajarkan rahmat untuk semesta alam, anti kekerasan dan cintai damai. Islam itu… dan begitu seterusnya. Eh, belum selesai kita berargumen tiba-tiba bom meledak lagi di London, di Mumbai, dan di Jakarta yang ironisnya si pelaku dengan lantang mengatasnamakan Islam. Maka satu-satunya cara menjawab bahwa kita bakan teroris ya dengan pebuatan; tidak cukup hanya kata-kata. Tunjukkan sikap dan kepribadian yang Islami, yang rahmatan lil-‘aalamien. Mulailah dari dari hal-hal kecil, misalnya: datang tepat waktu, disiplin, rajin, dan selalu menjaga kebersihan. Tunjukkan bahwa kita itu peduli pada kelestarian lingkungan; bahwa kita itu toleran dan bisa menghargai perbedaan. Kalau mereka perlu bantuan, kita tolong sebelum mereka meminta. Kita sapa mereka dengan ramah, dan begitu seterusnya. Insya Allah, pelan-pelan imagi mereka akan berubah setelah melihat langsung perilaku kita dan menyadari bahwa Muslim itu ramah dan anti kekerasan.”</p>
<p>Harus diakui, hingga kini definisi terorisme itu sendiri masih tendensius. PBB cenderung membatasi pengertian yang menyebut terorisme itu segala tidakan kekerasan yang dilakukan sabagai expresi ideologis atau politis tertentu. Dengan definisi ini, maka kekerasan-kerasan yang dilakukan dengan motive non ideologis/politis bukan dianggap terror. Misalnya, karena cinta ditolak seseorang meledakkan gedung. Berdasar definisi di atas, tindakan ini meski bisa menimbulkan korban yang jauh lebih banyak dan ketakutan yang luar biasa tidak dianggap teror, hanya kriminal.</p>
<p>Di tengah perang wacana, definisi yang tendensius ini dengan mudah menggiring media melakukan framing bahwa aksi terorisme satu dasawarsa terakhir ini punya kelekatan dengan Islam; mengikuti “sabda” Huntington bahwa Islam adalah “lawan” dari peradaban Barat setelah kekuatan Sosialis runtuh. Bebeberapa media lalu berlomba mengexplorasi kepribadian tersengka yang masih buron, bahwa ia itu pendiam, sederhana, dan rajin beribadah (<em>mahfum mukhalafah-</em>nya kira-kira: agar tidak jadi teroris maka jadilah orang yang periang, kaya dan tidak perlu rajin beribadah). Celakanya, sebagian pelaku yang tertangkap dengan bangga mengaku tindakan biadabnya atas nama Islam. Padahal semua mafhum yang namanya kekerasan, apalagi terror, itu tidak beragama. Untuk itu, menangkal terorisme adalah kewajiban kita bersama. Tunjukkan pada dunia bahwa perilaku teroris itu sama sekali tidak Islami. <em>Isyhaduu bi-annaa Muslimun </em>pada konteks ini bisa berati: Tunjukkan-lah bahwa kami itu bukan teroris! Dengan apa menunjukkankanya? Dengan menebar kebajikan dan keadilan.</p>
<p>Sumber gambar: http://www.totalstatements.com/product_info.php?products_id=34</p>
<h4>The Best Keyword for the article:</h4><ul class='dicari'><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/pengertian+tendensius/" title="pengertian tendensius">pengertian tendensius</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/arti+tendensius/" title="arti tendensius">arti tendensius</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/difini+mutaqin/" title="Difini Mutaqin">Difini Mutaqin</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/pengertian+muttaqin/" title="pengertian muttaqin">pengertian muttaqin</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/tendensius+artinya/" title="tendensius artinya">tendensius artinya</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/definisi+muttaqin/" title="definisi muttaqin">definisi muttaqin</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/definisi+tendensius/" title="definisi tendensius">definisi tendensius</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/defenisi+tendensius/" title="defenisi tendensius">defenisi tendensius</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/jadilah+periang/" title="jadilah periang">jadilah periang</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/cachen5jntlnbn5wjwww+ahmadmuttaqin+com20090729resep+bahagia+taaruf+tafahum+dan+takaful/" title="cache:n5jNTLnbn5wJ:www ahmadmuttaqin com/2009/07/29/resep-bahagia/ taaruf tafahum dan takaful">cache:n5jNTLnbn5wJ:www ahmadmuttaqin com/2009/07/29/resep-bahagia/ taaruf tafahum dan takaful</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.145 ms --><img src="http://www.ahmadmuttaqin.com/?ak_action=api_record_view&id=310&type=feed" alt="" />

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/08/05/tunjukkan-bukan-katakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aqidah, Amal Shalih &amp; Wajah Islam</title>
		<link>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/07/24/aqidah-amal-shalih-wajah-islam/</link>
		<comments>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/07/24/aqidah-amal-shalih-wajah-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 09:43:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muttaqin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kultum]]></category>
		<category><![CDATA[amal shalih]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[wajah Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ahmadmuttaqin.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[
			
				
			
		
Secara lughawi (terminologis) istilah aqidah berasal dari kata “’aqada” yang berarti buhul dan mahkota; sedangkan secara istilah aqidah berarti sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara umum oleh manusia berdasar wahyu, fitrah dan akal. Kebenaran tersebut dipatrikan dalam hati, diyakini keshahihannya, dan ditolak kemungkinan kebanaran selainnya.
Pada kontek keber-Tuhanan, aqidah umat Islam adalah tauhid, men-gesakan Tuhan (QS. [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/07/24/faith-in-action-ihsan-pada-kemanusiaan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Faith in Action &#038; Ihsan pada Kemanusiaan'>Faith in Action &#038; Ihsan pada Kemanusiaan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F07%2F24%2Faqidah-amal-shalih-wajah-islam%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.ahmadmuttaqin.com%2F2009%2F07%2F24%2Faqidah-amal-shalih-wajah-islam%2F&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;hashtags=amal+shalih,aqidah,wajah+Islam" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: left;"><img class="alignleft size-medium wp-image-218" title="IslamicArt-04" src="http://www.ahmadmuttaqin.com/wp-content/uploads/2009/07/IslamicArt-04-300x300.jpg" alt="IslamicArt-04" width="300" height="300" />Secara <em>lughawi</em> (terminologis) istilah aqidah berasal dari kata “<em>’aqada</em>” yang berarti buhul dan mahkota; sedangkan secara istilah aqidah berarti sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara umum oleh manusia berdasar wahyu, fitrah dan akal. Kebenaran tersebut dipatrikan dalam hati, diyakini keshahihannya, dan ditolak kemungkinan kebanaran selainnya.</p>
<p style="text-align: left;">Pada kontek keber-Tuhanan, aqidah umat Islam adalah tauhid, men-gesakan Tuhan (QS. Al-Ikhlash). Setidaknya ada tiga aspek tauhid yang harus diyakini: <em>pertama</em>, kepercayaan dan keyakinan bahwa hanya Allah yang berkuasa mencipta, memelihara, mengatur dan menguasai alam semesta (<em>tauhid Rububiyah </em>- QS. Al-A’raf: 54); <em>kedua,</em> kepercayaan dan keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang Haq (<em>tauhid Uluhiyah </em>– QS. Muhammad: 19); dan <em>ketiga,</em> kepercayaan dan keyakinan bahwa hanya Allah yang berhak dan wajib dihampai/disembah (<em>tauhid Ubudiyah</em> – QS. Al Isra: 23).</p>
<p style="text-align: center;"><span id="more-196"></span></p>
<p style="text-align: left;">Bertauhid dengan benar akan membentuk dua kesadaran sekaligus: sadar bahwa hari Akhir (kiamat) itu pasti akan datang dan sadar setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban. Dua kesadaran ini akan mengantarkan kesadaran berikutnya bahwa hidup manusia ini semata mata untuk beribadah dan beramal shalih dalam rangka menggapai ridha Allah SWT (QS. Adz Dzariyat: 56). Kesadaran tersebut bila diiringan dengan tindakan nayata akan membawa umat Islam mampu menempatkan dirinya sebagai khalifatullah di muka bumi yang bertanggungjawab dan berusaha mempertahankan martabat dirinya sebagai magkhluq Allah yang paling mulia (QS. At-Tin: 4-6).</p>
<p style="text-align: left;">Pada dasarnya aqidah berkaitan dengan sisi “dalam” manusia. Kekuatannya bergantung pada kebersediaan hati dan akal seseorang untuk berdialog dengan kebenaran wahyu Illahi. Aqidah kita termasuk kuat dan kokoh bila kita mampu mengakui “kebenaran itu tetap benar dan kebathilan itu tetap bathil” di manapun, kapanpun dan dalam kondisi apapun. Keber-aqidahan kita dikatakan ikhlas jika seluruh pikiran dan perbuatan yang kita lakukan semata-mata karena mengharapkan ridha Allah, diamalkan dengan sebaik-baiknya dan berorientasi pada hasil yang membawa kemaslahatan. Dengan begitu, aqidah tersebut akan membawa ketenteraman hati, menghilangkan riya dan memberi kemanfaatan pada orang lain.</p>
<p style="text-align: left;">Dengan ungkapan yang lebih fungsional, kalau kita sudah meyakini bahwa Islam yang kita peluk ini adalah agama Allah yang diwahyukan kepada para Rasul-Nya, sejak nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada Rasul penutup Muhammad SAW; agama yang menjadi hidayah dan rahmat bagi umat manusia sepanjang masa; serta agama yang menjamin kesejahteraan hidup material dan spiritual, duniawi dan ukhrawi, maka sudah sewajarnya jika seluruh kerja dan karya kita diorientasikan untuk syiar Islam dan menebar kemaslahatan untuk kemanusiaan dan peradaban. Sebab di pundak kita inilah citra Islam dan pesona Islam itu, bukan hanya pada para ulama, kyai atau pemimpin Islam. Semua yang telah mengikrarkan dua kalimah syahadah pada dasarnya memiliki kewajiban moral untuk menghadirkan wajah Islam yang <em>rahmatan lil’aalamin.</em></p>
<p style="text-align: left;"><em>Wallahu ‘alam</em>, semoga bermanfat.</p>
<p style="text-align: left;">Tulisan ini pernah dipost-kan pada KAMIL (Kajian Milis) IISB@yahoogroups.com</p>
<p style="text-align: left;">Sumber gambar: http://homedecor.cafepress.com/item/traditional-art-ornament-round/202027317</p>
<h4>The Best Keyword for the article:</h4><ul class='dicari'><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/kata+bijak+islami/" title="kata bijak islami">kata bijak islami</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/kata+kata+bijak+islami/" title="kata-kata bijak islami">kata-kata bijak islami</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/kultum+islami/" title="kultum islami">kultum islami</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/amal+shalih/" title="amal shalih">amal shalih</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/kata+bijak+untuk+amal+manusia/" title="kata bijak untuk amal manusia">kata bijak untuk amal manusia</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/kata+kata+bijak+islami+di+hadist/" title="kata kata bijak islami di hadist">kata kata bijak islami di hadist</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/kultum+singkat+islam+tentang+rahmat+allah/" title="kultum singkat islam tentang rahmat allah">kultum singkat islam tentang rahmat allah</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/islam+dan+amal+shalih/" title="islam dan amal shalih">islam dan amal shalih</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/kultum+islam/" title="kultum islam">kultum islam</a></li><li><a href="http://www.ahmadmuttaqin.com/search/kultum+aqidah/" title="kultum aqidah">kultum aqidah</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.174 ms --><img src="http://www.ahmadmuttaqin.com/?ak_action=api_record_view&id=196&type=feed" alt="" />

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/07/24/faith-in-action-ihsan-pada-kemanusiaan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Faith in Action &#038; Ihsan pada Kemanusiaan'>Faith in Action &#038; Ihsan pada Kemanusiaan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ahmadmuttaqin.com/2009/07/24/aqidah-amal-shalih-wajah-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
