Search Results ramadhan+bagi+mahasiswa

FPI Brisbane

Posted 29 Aug 2010 — by Ahmad Muttaqin
Category Serba-serbi

__________

… menjadi warga FPI Brisbane memperoleh banyak manfaat. …Selain silaturahmi fisik kita pun bersilaturahmi lidah,… bersama-sama menikmati anake kuliener dari berbagai Negara sahabat (Arab, Afrika, Pakistan, India, Indonesia, dll) … Sebuah ukhuwah multicultural yang lengkap, nikmat dan indah.

___________

Oleh: Ahmad Muttaqin

Mangan ora mangan sing penting ngumpul (makan tidak makan yang penting berkumpul).” Ungkapan itu sering dilekatkan pada mayarakat Indonesia, terutama Jawa, yang gemar berkumpul baik dalam suasana suka maupun duka.

Budaya kumpul inilah, konon, yang mendorong orang Indonesia lebih banyak memiliki tradisi lisan dibanding tulisan. Dengan berkumpul, interaksi sesama family, kerabat, dan sejawat didominasi ngobrol, senda gurau, serta komunikasi verbal lainnya. Meski teknologi komunikasi telah menawarkan beragam cara “ngobrol” jarak jauh secara virtual (telepon, email, mailingslist, chating, sms, dll) terasa kurang afdhol bila aktifitas tersebut tidak dilakukan dengan tatap muka secara langsung. Alasan itu pula barangkali yang mendasari masyarakat perantauan Nusantara gemar membuat berbagai paguyuban atau organisasi sesuai dengan kepentingannya. Read More

The Best Keyword for the article:

Ramadhan bagi Minoritas Muslims

Posted 27 Aug 2009 — by Ahmad Muttaqin
Category Serba-serbi

IMCoGU  Ifthar

The more temptation we face, the more reward we will have. Saat sedang asyik mendengarkan kuliah di kelas; datang mahasiswi dengan pakaian musim panas yang “compang-camping & tidak lengkap.” Dia langsung duduk di sampingku, membuka tas, mengeluarkan minuman kaleng lalu menenggaknya, glek glek glek…. “uh segarnya…” batin saya. Kadang saya berfikir, puasa umat Islam Indonesia itu terlalu “manja.” Atas nama menghormati bulan Ramadhan tempat-tempat hiburan dan warung makan dihimbau tutup. Tempat maksiat digerebek. Operasi miras dilakukan di berbagai daerah, hotel dan rumah-rumah bordil pun dirazia.

______________

Rabu malam 26 Agustus 2009 waktu Brisbane, seorang jurnalis sebuah media massa cetak di Semarang mengontak saya via YM. Dia ingin tahu pengalaman puasa di negeri orang. Berikut ini penggalan chatting saya dengan wartawati tersebut, setalah dilakukan beberapa editing. Semoga bermanfaat.  

Fani (F): Assalamu’alaikum, mas Taqin.

Muttaqin (M): ‘Alaikum salam. Gemana kabarnya mbak?

F: Alhamdulillah

M: Oke. How may I help you?

F: Enggak, aku cuma mau nanya aja pengalaman puasa di luar negri. Sekarang di Australia ya mas?

M: Betul.

Read More

The Best Keyword for the article: