Search Results muhammadiyah

Spirit of Progressive and Moderation in “Sang Pencerah”

Posted 24 Oct 2010 — by Ahmad Muttaqin
Category English

Bellow is my opinion published  in the Jakarta Post, Saturday 23, 2010. It discusses current religious movie in Indonesia and moral lesson behind it.

______________

By Ahmad Muttaqin

Recently Indonesian people just enjoyed the Sang Pencerah (The Englightener) film, directed by Hanung Bramantyo. The story was about the founder of Muslim organization Muhammadiyah, Ahmad Dahlan (1868-1923). The plot is based on the dynamic of Dahlan’s efforts to establish the country’ second largest religious organization.

The film described the spirit, passion and persistence of Ahmad Dahlan to make better understanding of and beautiful practices of Islam. He got strong resistances from many Muslims, who even described him as infidel.

Other lessons from the story are Dahlan’s moderation, his wide range of interaction, and his willingness to learn from others that are considered as “un-Islamic”. For Dahlan, differences are not some thing to be shunned. He did not reluctant to take something better than his own from others. He, for example, created classroom with tables, chairs and blackboard as that did in Dutch and Christian schools for his Madrasah where public considered it as the alien and infidel system. Read More

The Best Keyword for the article:

Peradaban Utama=Khaira Ummah+Ummatan Wasatha

Posted 31 Jul 2010 — by Ahmad Muttaqin
Category Uncategorized

Agar Muhammadiyah benar-benar menjadi bagian dari khaira ummah, ummatan wasatha dan pelopor peradaban utama, maka radius pergaulan warganya perlu diperluas. Tidak hanya pergaulan secara fisik namun juga secara intelektual dan spiritual. Jalinan silaturahim kader dan aktivisnya diperlebar dan sinergitasnya degan berbagai komponen kebajikan di dipererat. Perbedaan pandangan bukan alasan untuk saling menyingkirkin dan menegasikan namun untuk memperkokoh persaudaran.

Dengan modal khaira umah dan ummatan wasatha inilah peradaban utama bisa terealisir. Bila tidak, ia hanya akan menjadi slogan yang manis diucapkan, penghias ruangan, dan alat gagah-gagahan di berbagai kegiatan.

_____________

Read More

The Best Keyword for the article:

Pawai Budaya

Posted 29 May 2010 — by Ahmad Muttaqin
Category Kabar/News

Minggu lalu, tepatnya 20 Mei 2010, SD tempak anak saya belajar menyelengarakan Pawai Budaya dalam rangka menyambut 4 moment sekaligus: hari pendidikan nasional, hari kebangkitan nasional, Milad SD Muhammadiyah Bodon yang ke-96, serta menyongsong Muktamar 1 Abad Muhammadiyah ke 46 di Yogyakarta awal Juli yang akan datang.

Selain pawai andong, kegiatan itu juga dimeriahkan dengan lomba peragaan busana Nusantara serta pemilihan Dimas dan Diajeng antar kelas. Tidak kurang 120 andong dihias dengan berbagai atribut, disesaki oleh anak-anak SD yang mengenakan pakaian adat Jawa, Riau, Banjar, Bali, Minang, Palembang, dll. Replika candi prambana dan Tugu Jogaja pun juga ikut diarak.

Read More

The Best Keyword for the article:

Menanti Tajdid Spiritual

Posted 10 Apr 2010 — by Ahmad Muttaqin
Category Teropong

Di beberapa kegiatan resmi organisasi dan forum-forum pengajian sering muncul pertanyaan peserta tentang sikap Muhammadiyah terhadap Tasawuf. Dalam sebuah pelatihan kader se-Sumatera beberapa waktu yang lalu, pertanyaan ini menyeruak ketika narasumber menyampaikan materi Paham Agama dalam Muhammadiyah, Dinamika Gerakan Pembaharuan dan Pemikiran dalam Islam, serta Perbedaan Identitas Muhammadiyah dengan Gerakan-Gerakan Islam lainnya. Beberapa penanya tidak sekedar mencari pejelasan sikap resmi organisasi terhadap Sufism beserta segala apseknya namun juga menekankan bahwa dimensi esoteris itu diperlukan dalam beragama agar tidak terjebak pada formalisasi ritual. Dalam bahasa studi agama, having religion saja tidak cukup, perlu ditingkatkan menjadi being religious agar tidak terjebak pada dataran simbolik.

Read More

The Best Keyword for the article:

Muhammaddiyah, the Fatwa & Paradox of Modernity

Posted 06 Apr 2010 — by Ahmad Muttaqin
Category English, Teropong

“Why does Muhammadiyah enthusiastically release fatwas (religious verdicts) lately?” Ask a friend of mine in a milis responding the new fatwa of the Majelis Tarjih and Tajdid (MTT – Council of Legal Affair and Reform) on bank interest. The fatwa was one of Council National Meeting (Munas Tarjih) outcomes in Malang, East Java, 1-4 April 2010. Like previous Muhammadiyah fatwa on banning cigarette, the latest fatwa also stirred up pros and conts.

This brief posting will not address to the pro and cont issues about the fatwa. It rather would like to see beyond the fatwa from theory of modernity noting the phenomena as both the paradox of Muhammadiyah and, in a broader scope, the paradox of modernity.

Read More

The Best Keyword for the article:

Muhammadiyah, Fatwa & Paradok Modernitas

Posted 06 Apr 2010 — by Ahmad Muttaqin
Category Teropong

“Mengapa Muhammadiyah akhir-akhir ini getol mengeluarkan fatwa?” Tanya seorang kawan dalam sebuah milis saat menanggapi keluarnya fatwa Muhammadiyah tentang haramnya bunga bank pada Munas Tarjih di Malang 1-4 April 2010. Sebagaimana fatwa MTT sebelumnya tentang haramnya rokok, fatwa tentang bunga bank ini juga menuai pro dan kontra.

Hemat saya, produktifnya Muhammadiyah mengeluarkan fatwa akhir-akhir ini menandakan paradox Muhammadiyah sekaligus paradox modernitas pada konteks yang lebih luas.

Read More

The Best Keyword for the article:

Page 1 of 3123