Search Results komodifikasi

Idul Fitri di Mancanegara: Indahnya Perbedaan

Posted 29 Aug 2011 — by Ahmad Muttaqin
Category Teropong

Idul Fitri 1432 H ini merupakan kali kesian yang saya rayakan tidak bersama keluarga. Tahun 2004 dan 2005 saya merayakkanya di negeri paman Sam, dan sejak 2009 saya mesti merakayakannya di negeri Kangguru. Setiap kali memasuki malam takbiran, perasaan jadi nano-nano: sedih, senang, sepi, sunyi dan bingung. Sedih, sebab Ramadhan, sang tamu Agung, akan segara pergi; senang, karena besok pagi idul fitri; sepi, soalnya mesti merayakn idul fitri sendiri jauh dari anak istri; sunyi, karena tidak terdengar gema takbir dari anak-anak di jalanan dan pengeras suara masjid atau mushalla, semua mesti saya cipatakan sendiri dalam hati, di kamar yang  dingin dan senyap.

Lalu mengapa kok bingung? Apa sulit mencari tempat sholat Ied di negara mayoritas non Muslim tersebut? Jawabnya ya dan tidak. Semuanya berpangkal pada seringnya terjadi perbedaan waktu penyelenggaraan idul fitri dan idul adha antara mesjid yang menggunakan metode hisab dengan yang menggunakan rukyat dalam penentuan tanggal 1 syawal. Jadi, saya mesti cari tahu ke “Professor Goegle” tentang waktu dan lokasi penyelenggaraan solat ied terdekat. Read More

The Best Keyword for the article:

Komodifikasi Spiritual

Posted 21 Apr 2010 — by Ahmad Muttaqin
Category Kutipan

Selesai memoderatori diskusi bulanan Laboratorium Religi & Budaya Lokal (LABEL) Fak Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kemarin, Selasa 20 April 2010, wartawati kompas menelepon saya. Berikut laporannya yang termuat di:

http://www1.kompas.com/read/xml/2010/04/20/21061957/Komodifikasi.Spiritualisme.Makin.Kentara-3

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Komodifikasi spiritualitas Jawa semakin kentara. Hal ini ditandai dengan banyaknya iklan maupun penayangan di media yang menawarkan jasa ritual berbasis spiritualisme Jawa. Menguatnya komodifikasi dikhawatirkan membuat nilai-nilai spiritualitas Jawa mengalami pendangkalan, sehingga mengancam keberadaan spiritualitas itu sendiri.

Peneliti Bidang Gerakan Keagamaan Baru dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Ahmad Muttaqin mengatakan, Read More

The Best Keyword for the article:

Mencari Spiritualitas Otentik

Posted 28 Feb 2010 — by Ahmad Muttaqin
Category Teropong

Mengapa orang rela membayar mahal hanya untuk mengikuti spiritual training selama 1-3 hari? Mari kita tengok kelas-kelas Yoga, Meditasi, Emosional-Spiritual Training, zikir massal, serta berbagai gemblengan spiritual yang akhir-akhir ini menjamur di tanah air. Program-progam “olah” spiritual tersebut ditawarkan oleh berbagai lembaga dengan beragam latar tradisi. Sebagian representasi dari sufisme dalam Islam, sebagian bersumber dari tradisi Tiongkok (Reiki, Fallun Ghong), sebagian dari tradisi India (Yoga, Meditasi), sebagian juga dari tradisi Jawa (ritual Ruwatan), dan sebagian lagi merupakan kombinasi antara Sufisme, managemen dan psikologi humanistik.

Yang menarik dari lembaga-lembaga penawar program spiritualitas tersebut adalah upaya korporatisasi layanan spiritual. Lembaga-lembaga tersebut memiliki kantor dan sekretariat yang representatif, staff yang terlatih dan cekatan, serta publikasi yang menawan di berbagai media massa. Selain itu, layanan jasa dan produk spiritual dikemas sedemikian rupa menjadi beragam paket. Manfaat dari mengikuti program spiritual juga selalu mereka expose dalam bentuk testimony para alumninya. Read More

The Best Keyword for the article: