Search Results kh+ahmad+muttaqin

Hedonisme dan Defisit Moral

Posted 30 Nov 2011 — by Ahmad Muttaqin
Category Teropong

Istilah “hedonis” kembali  populer di masyarakat. Awalnya adalah “sentilan” ketua KPK, Busyro Muqaddas, pertengahan Nopember yang lalu, tentang kebiasaan hidup mewah para anggota DPR dan pejabat tinggi RI. Kolom surat kabar, acara talk show TV, mailing list, wall facebook, kicauan di tweeter, bahkan gardu ronda menjadi ajang memperbincangkan perilaku hedonis para pejabat. Semuanya  pada ‘koor’ mengkritisi, atau setidaknya menyayangkan, perilaku bermewah-mewah pejabat negara yang seolah tidak peka dengan problem ekonomi masyarakat.

Wajar bila sebagian masyarakat mempertanyakan dari mana para pejabat tersebut dapat uang untuk memperoleh mobil dan rumah mewah bernilai milyaran rupiah. Dihubungkan dengan masih tingginya indek korupsi di negeri ini, serta banyaknya aparatur negara –angota DPR, pejaba tinggi,  ‘raja-raja” kecil di propinsi, kota dan kabupaten– yang menjadi OKB (orang kaya baru), kecurigaan masyarakat “jangan-jangan harta yg dipakai bermewah-mewah tersebut dari hasil korupsi” seolah memperoleh pembenaran. Read More

The Best Keyword for the article:

MEMBERI MAAF

Posted 07 Sep 2011 — by Ahmad Muttaqin
Category Kabar/News

Apa yang akan Anda lakukan bila anak Anda yang masih balita ditabrak sepeda motor dari belakang? Segera memberi pertolongan pada si anak, itu pasti. Maksud saya, apa tindakan Anda terhadap si penabrak tersebut? Marah, memukul, menuntut ganti rugi, atau membawanya ke pihak yang berwajib?

Pagi itu, sekitar jam 10 pagi, seorang perempuan tampak sibuk dan tergesa. Ia mengendarai sepeda motor hanya dengan tangan kanannya. Tangan kirinya memegang rantang sayur, kedua kakinya menahan beban bahan makanan yang diletakkan di dedapannya. Sementara bagian belakang sepeda motor dipenuhi dengan sekarung padi. Bisa dibayangkan betapa repotnya perempuan muda itu.

Selesai bermain ayunan di depan rumah, seorang anak kecil keluar dari halaman, hendak menyusul kakaknya di rumah tetangga. Ia susuri pinggaran jalan dengan langkah pasti. Tiba-tiba tubuhnya terpental, berguling-guling membentur kerasnya aspal. Jerit tangis kesakitan seketika mengagetkan orang-orang sekitar.

Read More

The Best Keyword for the article:

Idul Fitri di Mancanegara: Indahnya Perbedaan

Posted 29 Aug 2011 — by Ahmad Muttaqin
Category Teropong

Idul Fitri 1432 H ini merupakan kali kesian yang saya rayakan tidak bersama keluarga. Tahun 2004 dan 2005 saya merayakkanya di negeri paman Sam, dan sejak 2009 saya mesti merakayakannya di negeri Kangguru. Setiap kali memasuki malam takbiran, perasaan jadi nano-nano: sedih, senang, sepi, sunyi dan bingung. Sedih, sebab Ramadhan, sang tamu Agung, akan segara pergi; senang, karena besok pagi idul fitri; sepi, soalnya mesti merayakn idul fitri sendiri jauh dari anak istri; sunyi, karena tidak terdengar gema takbir dari anak-anak di jalanan dan pengeras suara masjid atau mushalla, semua mesti saya cipatakan sendiri dalam hati, di kamar yang  dingin dan senyap.

Lalu mengapa kok bingung? Apa sulit mencari tempat sholat Ied di negara mayoritas non Muslim tersebut? Jawabnya ya dan tidak. Semuanya berpangkal pada seringnya terjadi perbedaan waktu penyelenggaraan idul fitri dan idul adha antara mesjid yang menggunakan metode hisab dengan yang menggunakan rukyat dalam penentuan tanggal 1 syawal. Jadi, saya mesti cari tahu ke “Professor Goegle” tentang waktu dan lokasi penyelenggaraan solat ied terdekat. Read More

The Best Keyword for the article:

Hidup untuk makan atau makan untuk hidup?

Posted 14 Jun 2011 — by Ahmad Muttaqin
Category Teropong

Pertanyaan di atas dilontarkan oleh seorang ustadz saat saya mondok di sebuah pesantren 26 tahun lalu. Saat itu para santri merengek supaya kelasnya segera diakhiri sebab waktu makan siang sudah tiba. Bukannya mengucap salam, sang Ustazd justru bertanya kepada para santri “anda itu hidup untuk makan atau makan untuk hidup?” Ia menasehati santri-sanntrinya jangan sampai manusia hidup itu hanya dihabiskan untuk makan. Masih banyak aktifitas lain yang mesti dilakukan: belajar, bekerja, berkarya, bermasyarakat, dan begitu seterusnya. Kalau dibahas dalam konteks NLP, kira-kira sang Ustadz ingin mengingatkan santrinya bahwa rasa lapar itu berkaitan dengan “state of mind.” Kalau setiap saat yang kita pikirkan hanya makanan, maka rasa lapar mudah menghinggapi diri kita.

Tentang bagaimana semestinya kita menyikapi makanan, Rasulullah pernah bersabda: “makanlah di kala sudah merasa lapar dan berhentilah sebelum kenyang.” Sabda ini mengajarkan pentingnya berbuat bijak pada makanan. Makan secukupnya, tidak berlebihian, sebatas memenuhi asupan gizi dan kebutuhan kalori. Intinya makan sekedar untuk bisa hidup, bukan sebaliknya, hidup untuk makan.

Sayangya, Read More

The Best Keyword for the article:

Indonesia Jujur: Yuk… mulai dari kita sendiri

Posted 12 Jun 2011 — by Ahmad Muttaqin
Category Serba-serbi

Pagi itu istri saya tampak sibuk dan tergesa. Sejak jam 3 pagi dia sudah bangun, duduk serius di depan laptop sambil tangannya memencet-mencet huruf demi huruf pada keyboard. Menjelang jam 7, dia minta tolong di-lay-out-kan hasil kerjanya dan mengeprintkannya sambil wanti-wanti pada saya untuk tidak mengotak-atik isinya. Dia sendiri langsung menuju kamar mandi dan bersiap ke kampus untuk ujian.

Saat me-lay-out kubaca kalimat-kalimat pada paper istriku itu. Jiwa “editor” saya langsung bekerja dan membenahi beberapa kalimat yang menurutku kurang pas. Selesai; segera saya print, lalu kuserahkan ke istri sesaat sebelum dia men-starter motornya.

Siang hari, sekembalinya dari kampus saya bertanya: “Gemana ujiannya Bunda? Sukses? Terus, papernya?”

Dengan santai dia menjawab, “Ya… begitulah. Yang penting semua sudah Bunda jawab, tapi paper tidak jadi Bunda kumpulkan.”

“Lho, kenapa?” protesku.

Read More

The Best Keyword for the article:

Wawancara RNW

Posted 07 May 2011 — by Ahmad Muttaqin
Category Kabar/News

Saat melakukan riset pustaka di Leiden akhir tahun 2010, kami peserta upgrading course Indonesian Young Leader Program diundang oleh Radio Nederland Wereldomreap (Radio Netherlands Worldwide – RNW). Selain melihat dari dekat radio internasional yang mengudara dengan 10 bahasa tersebut, saya sempat diwawancarai oleh Bapak Bari Muchtar, selaku producer acara, reporter dan pembaca berita versi Indonesia tentang riset yang sedang saya lakukan. Waktu itu, saya sendiri kurang memperhatikan kapan wawancara tersebut mau diudarakan. Saat googling sekitar 5 bulan setelah wawancara tersebut, saya menemukan tautan tentang menjamurnya kelompok spiritualitas di Indonesia. Setelah saya klik ternyata hasil wawancara RNW yang telah disiarkan sejak 7 Januari 2011 yang lalu.

Berikut screen shoot dari wawancara tersebut yang saya ambil dari http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/kelompok-spiritualitas-menjamur-di-indonesia Read More

The Best Keyword for the article:

Page 1 of 8123...Last »