Search Results kekerasan+komunikasi

FPI Brisbane

Posted 29 Aug 2010 — by Ahmad Muttaqin
Category Serba-serbi

__________

… menjadi warga FPI Brisbane memperoleh banyak manfaat. …Selain silaturahmi fisik kita pun bersilaturahmi lidah,… bersama-sama menikmati anake kuliener dari berbagai Negara sahabat (Arab, Afrika, Pakistan, India, Indonesia, dll) … Sebuah ukhuwah multicultural yang lengkap, nikmat dan indah.

___________

Oleh: Ahmad Muttaqin

Mangan ora mangan sing penting ngumpul (makan tidak makan yang penting berkumpul).” Ungkapan itu sering dilekatkan pada mayarakat Indonesia, terutama Jawa, yang gemar berkumpul baik dalam suasana suka maupun duka.

Budaya kumpul inilah, konon, yang mendorong orang Indonesia lebih banyak memiliki tradisi lisan dibanding tulisan. Dengan berkumpul, interaksi sesama family, kerabat, dan sejawat didominasi ngobrol, senda gurau, serta komunikasi verbal lainnya. Meski teknologi komunikasi telah menawarkan beragam cara “ngobrol” jarak jauh secara virtual (telepon, email, mailingslist, chating, sms, dll) terasa kurang afdhol bila aktifitas tersebut tidak dilakukan dengan tatap muka secara langsung. Alasan itu pula barangkali yang mendasari masyarakat perantauan Nusantara gemar membuat berbagai paguyuban atau organisasi sesuai dengan kepentingannya. Read More

The Best Keyword for the article:

Bahasa Kekerasan

Posted 24 Apr 2010 — by Ahmad Muttaqin
Category Teropong

Betulkah kita bangsa yang ramah, sopan dan santun? Katanya, keramahtamahan  orang Indonesia selaku bangsa Timur tidak hanya  pada sesama anggota keluarga dan masyarakat, namun juga kepada orang lain, the other. “Tamu adalah raja”, demikian slogan yang sering kita dengar, mengandung pesan agar memuliakan orang lain yang hadir di tengah kita..

Tampaknya,  “doktrin” kita ini masyarakat yang ramah dan sopan perlu ditinjau ualang,  sebab akhir-akhir ini kekerasan cenderung dijadikan cara “mengekspresikan” eksistensi dan kepentingan. Lihat saja trend tawuran antar pelajar yang sebenarnya dipicu oleh persoalan sepele, demontrasi mahasiswa mulai sering berakhir ricuh dan merusak fasilitas umum, serta cara-cara main hakim sendiri terhadap anggota masyarakat yang diindikasi berbuat kriminal. Read More

The Best Keyword for the article: