Search Results kata+kata+setia

Ramadhan bagi Minoritas Muslims

Posted 27 Aug 2009 — by Ahmad Muttaqin
Category Serba-serbi

IMCoGU  Ifthar

The more temptation we face, the more reward we will have. Saat sedang asyik mendengarkan kuliah di kelas; datang mahasiswi dengan pakaian musim panas yang “compang-camping & tidak lengkap.” Dia langsung duduk di sampingku, membuka tas, mengeluarkan minuman kaleng lalu menenggaknya, glek glek glek…. “uh segarnya…” batin saya. Kadang saya berfikir, puasa umat Islam Indonesia itu terlalu “manja.” Atas nama menghormati bulan Ramadhan tempat-tempat hiburan dan warung makan dihimbau tutup. Tempat maksiat digerebek. Operasi miras dilakukan di berbagai daerah, hotel dan rumah-rumah bordil pun dirazia.

______________

Rabu malam 26 Agustus 2009 waktu Brisbane, seorang jurnalis sebuah media massa cetak di Semarang mengontak saya via YM. Dia ingin tahu pengalaman puasa di negeri orang. Berikut ini penggalan chatting saya dengan wartawati tersebut, setalah dilakukan beberapa editing. Semoga bermanfaat.  

Fani (F): Assalamu’alaikum, mas Taqin.

Muttaqin (M): ‘Alaikum salam. Gemana kabarnya mbak?

F: Alhamdulillah

M: Oke. How may I help you?

F: Enggak, aku cuma mau nanya aja pengalaman puasa di luar negri. Sekarang di Australia ya mas?

M: Betul.

Read More

The Best Keyword for the article:

Orang-orang Terancam

Posted 20 Aug 2009 — by Ahmad Muttaqin
Category Teropong

paranoid2Feeling Threatened: Muslim-Christian Relations in Indonesia’s New Order (2006), itulah judul disertasi doktoral dosen IAIN Antasari di ISIM/Leiden, Belanda. Ia mengkaji hubungan Muslim-Kristen Indonesia pada masa Orde Baru, menggambarkan ketidaknyamanan hubungan keduanya karena dipenuhi kecurigaan dan rasa saling terancam yang bermuara pada problem politik. Secara tidak langsung, disertasi tersebut “menguatkan” dua thesis master saya, Wacana Kristenisasi di Indonesia dan Implikasinya pada Hubungan-Muslim Kristen (2002) di Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Christianization and Islamization Discourses in Modern Indonesia: A Struggle for Representing Power (2005) di Florida International University, Mimai, USA  (2005). 

Dalam thesis pertama saya mengkaji implikasi wacana Kristenasisasi terhadap hubungan Muslim-Kristen dan melihat respon pihak Kristiani terhadap wacana tersebut. Sedangkan di thesis kedua, sebagai pengembangan dari thesis pertama, saya mengungkap tidak hanya wacana Kristenisasi di media massa Muslim namun juga wacana Islamisasi yang muncul di media massa Kristiani, mulai dari sejarah kemunculnya, konteks sosial budaya dan politik, proses produksi dan agensinya, siklus kemunculannya, serta mindset di balik wacana tersebut.

Read More

Merdeka?

Posted 13 Aug 2009 — by Ahmad Muttaqin
Category Teropong

MerdekaEnampuluh empat tahun usia republik-ku, namun kemerdekaannya hingga kini masih kusangsikan. Setiap bulan Agustus tanda tanya itu selalu muncul. Bukan hanya aku, kamu dan mereka kukira juga akan mempertanyakan status kemerdekaan ini; mengapa asing masih menguasai sumber daya mineral, bisnis strategis, arus informasi, bahkan juga makanan yang kita konsumsi.

Coba lihat: teknologi informasi kita ambil dari Amerika dan Eropa. Mobil dan motor kita datangkan dari Jepang. Daging dan susu yang kita minum produk Austraia dan New Zealand. Durian dan klengkeng yang tersaji di atas meja berasal dari Thailand. Bahkan bawang putih yang beredar di pasar tradisional pun diimpor dari China.

Lalu kemana saja putra-putri terbaik bangsa yang begelar doktor, insyinyur, dan ekonom itu? Diapakan saja tanah subur gemah ripah loh jinawi seluas nusantara itu? Apa saja yang diperbuat oleh petani dan nelayan kita selama ini? Kukira tidak bijak menggungat ketergantungan republik ini pada para insinyur, kaum intelek, petani, pedagang, juga nelayan. Aku yakin mereka telah bekerja keras sesuai bidangnya. Petani kita itu, misalnya, telah bekerja luar biasa: berangkat ke ladang pagi ba’da subuh; menjelang dhuhur pulang lalu dua jam kemudian  ke ladang lagi hingga menjelang maghrib. Kukira mitos pribumi malas yang mengatakan “orang Melayu kalau bekerja tidak berkeringat, kalau makan baru berkeringat,” itu sangat menyesatkan.

Read More

Jamu

Posted 26 Jul 2009 — by Ahmad Muttaqin
Category Mereka Berkata

Jamau gendong

…“Why ISO? ISO is for industrial management”. Ketika teman saya menyahut bahwa di kampusnya sudah menerapkan ISO pada konteks akademik, staff Griffith tadi lalu bilang, “ISO is good as a starting point to change university culture but we need more than that.”

____________________

Kamis 23 Juli yang lalu saya diminta menghadiri kunjungan salah seorang pejabat Direktorat Kelembagaan Dirjen Dikti Depdiknas yang sedang melakukan studi banding di Griffith University, Brisbane.  Pejabat tersebut memperoleh Executive Endeavour Award dari  pemerintah Australia selama 4 minggu. Setelah mengunjungi beberapa perguruan tinggi di South Australia dan otoritas permutuan perguruan tinggi di Canberra, Di minggu keempat beliau datang ke Brisbane didampinvi program officer Indonesia Multilateral, Middle East, South and South East Asia Australian Governement Departement of Education Employment and Workplace Relations (DEEWR). Di Griffith, pejabat tersebut diterima oleh Vive Chancellor & President; Deputy Vice Chancellor (Academic); bagian Academic Registrar; Student Administration; Principal Policy Adviser to Vice Chancellor; Regional Manager, International Marketting; dan International Relations Officer. Selain saya, turut menyertai 2 mahasiswa PhD dan satu mahasiswa program master asal Indonesia.

Read More

The Best Keyword for the article:

Faith in Action & Ihsan pada Kemanusiaan

Posted 24 Jul 2009 — by Ahmad Muttaqin
Category Kultum

IslamicArt in Ibn BatuthaPola pikir, tindakan dan gagasan umat Islam hendaknya selalu bersendikan pada aqidah Islamiyah. Ungkapan “buah dari aqidah yang benar (Iman) tidak lain adalah amal sholeh” harus menjadi spirit dan etos ummat Islam. Pribadi yang mengaku muslim mestinya selalu menebar amal shalih sebagai implementasi keimanannya di manapun mereka berada. Tidak kurang 60 ayat Al Qur’an menerangkan korelasi antara keimanan yang benar dengan amal sholeh ini. Ayat-ayat tersebut menegaskan bahwa perintah beriman kepada Allah dan hari akhir selalu diikuti dengan perintah untuk melaksanakan amal shalih. Inilah makna operatif dari ungkapan “al-Islamu ‘aqidatun wa jihaadun”, bahwa kebenaran Islam itu harus diyakini sekaligus juga diperjuangkan pengamalannya secara sungguh-sungguh dalam konteks kemaslahatan dan bebas dari perilaku teror.

Read More

The Best Keyword for the article:

Aqidah, Amal Shalih & Wajah Islam

Posted 24 Jul 2009 — by Ahmad Muttaqin
Category Kultum

IslamicArt-04Secara lughawi (terminologis) istilah aqidah berasal dari kata “’aqada” yang berarti buhul dan mahkota; sedangkan secara istilah aqidah berarti sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara umum oleh manusia berdasar wahyu, fitrah dan akal. Kebenaran tersebut dipatrikan dalam hati, diyakini keshahihannya, dan ditolak kemungkinan kebanaran selainnya.

Pada kontek keber-Tuhanan, aqidah umat Islam adalah tauhid, men-gesakan Tuhan (QS. Al-Ikhlash). Setidaknya ada tiga aspek tauhid yang harus diyakini: pertama, kepercayaan dan keyakinan bahwa hanya Allah yang berkuasa mencipta, memelihara, mengatur dan menguasai alam semesta (tauhid Rububiyah - QS. Al-A’raf: 54); kedua, kepercayaan dan keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang Haq (tauhid Uluhiyah – QS. Muhammad: 19); dan ketiga, kepercayaan dan keyakinan bahwa hanya Allah yang berhak dan wajib dihampai/disembah (tauhid Ubudiyah – QS. Al Isra: 23).

Read More

The Best Keyword for the article:

Page 2 of 212