Pola pikir, tindakan dan gagasan umat Islam hendaknya selalu bersendikan pada aqidah Islamiyah. Ungkapan “buah dari aqidah yang benar (Iman) tidak lain adalah amal sholeh” harus menjadi spirit dan etos ummat Islam. Pribadi yang mengaku muslim mestinya selalu menebar amal shalih sebagai implementasi keimanannya di manapun mereka berada. Tidak kurang 60 ayat Al Qur’an menerangkan korelasi antara keimanan yang benar dengan amal sholeh ini. Ayat-ayat tersebut menegaskan bahwa perintah beriman kepada Allah dan hari akhir selalu diikuti dengan perintah untuk melaksanakan amal shalih. Inilah makna operatif dari ungkapan “al-Islamu ‘aqidatun wa jihaadun”, bahwa kebenaran Islam itu harus diyakini sekaligus juga diperjuangkan pengamalannya secara sungguh-sungguh dalam konteks kemaslahatan dan bebas dari perilaku teror.
Search Results islam+dan+amal+shalih
Faith in Action & Ihsan pada Kemanusiaan
Category Kultum
Aqidah, Amal Shalih & Wajah Islam
Category Kultum
Secara lughawi (terminologis) istilah aqidah berasal dari kata “’aqada” yang berarti buhul dan mahkota; sedangkan secara istilah aqidah berarti sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara umum oleh manusia berdasar wahyu, fitrah dan akal. Kebenaran tersebut dipatrikan dalam hati, diyakini keshahihannya, dan ditolak kemungkinan kebanaran selainnya.
Pada kontek keber-Tuhanan, aqidah umat Islam adalah tauhid, men-gesakan Tuhan (QS. Al-Ikhlash). Setidaknya ada tiga aspek tauhid yang harus diyakini: pertama, kepercayaan dan keyakinan bahwa hanya Allah yang berkuasa mencipta, memelihara, mengatur dan menguasai alam semesta (tauhid Rububiyah - QS. Al-A’raf: 54); kedua, kepercayaan dan keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang Haq (tauhid Uluhiyah – QS. Muhammad: 19); dan ketiga, kepercayaan dan keyakinan bahwa hanya Allah yang berhak dan wajib dihampai/disembah (tauhid Ubudiyah – QS. Al Isra: 23).