Muhammadiyah dan Sufisme

Posted 06 Aug 2009 — by Ahmad Muttaqin
Category Teropong

muhammadiyah2Di beberapa kesempatan, professor saya selalu bilang Sufisme tidak bakal mati. Meski puritanisme yang berkongsi dengan modernisme selalu berusaha memarginalkannya, ia selalu bisa hadir menerobos celah-celah kepenatan duniawi maupun ritual keagamaan yang terlalu formal dan “kering”. Kelenturannya beradaptasi dengan berbagai kondisi dan daya tahannya melintasi sekat-sekat aliran, kelompok, kelas sosial bahkan juga zaman merupakan nilai lebih mystical experience dalam Islam itu.

Muhammadiyah yang selama ini identik dengan organisasi Muslim kaum modernis berulang kali dinilai sebagai salah satu yang anti, atau setidaknya kurang ramah dan tidak apresiatif terhadap Sufisme (Howell 2001, 2004, 2007, 2008). Tampaknya, penilain ini berdasar pada: (1) Citra Modern Muhammadiyah, sementara kaum modern itu sendiri selalu melihat mystical experience bagian dari barrier yang menghambat kemajuan. Lebih kejam lagi, modernisme melekatkan mistisisme dengan keterbelakangan [backwards]. Penilaian Muhammadiyah sebagai gerakan yang mempelopori rasionalisasi pragmatik dalam Islam serta mengedepankan akal dan intelek sebagaimana diungkap Geerzt (1960) dan Peacok (1978) telah menempatkan Muhammadiyah itu by definition anti tasawuf yang dianggap expresi tradisionalisme; (2) karakter puritan Muhammadiyah yang anti TBC (Takhayul, Bid’ah dan Churafat) serta pendapat sebagian ulama yang memandang tasawuf adalah expresi keberagaam yang kurang autentik dalam Islam sebab rujukannya sulit ditemukan dalam al-Qur’an dan as-Sunnah secara langsung; dan (3) tidak satupun “organisasi” kaum Sufi atau Tarikat yang bernaung di bawah Muhammadiyah. Hal ini berbeda dengan, misalnya, Nahdhatul Ulama yang secara organisatoris “memayungi” kelompok-kelompok tarikat yang dinilai muktabar (diakui keabsahannya).

Read More

Tunjukkan, bukan Katakan

Posted 05 Aug 2009 — by Ahmad Muttaqin
Category Mereka Berkata

anti terrorist

Menangkal terorisme adalah kewajiban kita bersama. Tunjukkan pada dunia bahwa perilaku teroris itu sama sekali tidak Islami. Isyhaduu bi-anna Muslimun pada konteks ini bisa berati: Tunjukkan-lah bahwa kami itu bukan teroris! 

——————–

“Pak, saya malu pada teman-teman di sekolah. Mereka selalu bilang saya teroris hanya kerana saya beragama Islam. Apa yang harus saya katakana pada mereka bahwa saya bukan teroris?” Demikian pertanyaan salah satu siswa sekolah menengah di Austrlia. Sejak peristiwa 9/11 dia selalu diledek teman-temannya sebagai teroris. Cara berfikir asosiatif media Barat yang sering melekatkan pelaku terror dengan identitas Islam pelan namun pasti telah mempengaruhi cara pandang masyarakat pada minoritas Muslim di Barat. Realitas di Australia ini mengingatkan saya saat melakukan riset dampak tragedy 11/9 terhadap kehidupan sehari-hari komunitas Muslim Miami, Florida USA. Beberapa informan mengabarkan tidak sedikit sister yang terpaksa cobot jilbab dan beberapa brother menyamarkan identitas keislamannya seperti mengganti nama Muhammad dengan Mo, dan mencukur jenggot. 

Read More

Resep Bahagia

Posted 29 Jul 2009 — by Ahmad Muttaqin
Category Kultum

Giving8

Belum pernah saya dengar bisnis atau usaha bangkrut hanya karena rajin sedekah. Sedekah adalah investasi ukhrawi dan duniawi. Sekecil apapun ia bagian dari pengendalian diri, pengejewentahan rasa syukur dan kepedulian sosial.

—————-

“Wahai Rasulullah, berilah kami resep hidup bahagai,”  tanya seorang sahabat. Rasulullah menjawab: “Antashaddaqa wa anta shahiihun syakhikhun takhsya al-fakra wa ta’muli al-ghina” (Bersedekahlah di kala kamu masih sehat, sementara hidup mu masih serba kekurangan dan kamu sendiri ingin menjadi kaya). Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim yang sering disebut muttafaqun ‘alaih. Artinya, dari segi sanad  insya Allah tingkat keshahihannya terjamin.

Read More

Dicari: Iron-Chef Muslim

Posted 27 Jul 2009 — by Ahmad Muttaqin
Category Teropong

Chef

Sertifikasi halal ini, yang didesain sebagai bentuk kontrol dan pemberian jaminan keotentikan sebuah produk, sebenarnya berakar pada hilangnya kepercayaan atautrust konsumen terhadap produsen. Karena itu, selalin melalui nalar kuasa sertifikisai, kenapa tidak juga ditempuh jalan kultural dengan mencetak produsen2 jujur sebanyak-banyaknya? Sayangnya, sulit –atau memang belum ada– perguruan tinggi Islam yang punya program studi terkait permakanan seperti tata boga, hospitality, perhotelan, dll dan bereputasi cemerlang.

Read More

Jamu

Posted 26 Jul 2009 — by Ahmad Muttaqin
Category Mereka Berkata

Jamau gendong

…“Why ISO? ISO is for industrial management”. Ketika teman saya menyahut bahwa di kampusnya sudah menerapkan ISO pada konteks akademik, staff Griffith tadi lalu bilang, “ISO is good as a starting point to change university culture but we need more than that.”

____________________

Kamis 23 Juli yang lalu saya diminta menghadiri kunjungan salah seorang pejabat Direktorat Kelembagaan Dirjen Dikti Depdiknas yang sedang melakukan studi banding di Griffith University, Brisbane.  Pejabat tersebut memperoleh Executive Endeavour Award dari  pemerintah Australia selama 4 minggu. Setelah mengunjungi beberapa perguruan tinggi di South Australia dan otoritas permutuan perguruan tinggi di Canberra, Di minggu keempat beliau datang ke Brisbane didampinvi program officer Indonesia Multilateral, Middle East, South and South East Asia Australian Governement Departement of Education Employment and Workplace Relations (DEEWR). Di Griffith, pejabat tersebut diterima oleh Vive Chancellor & President; Deputy Vice Chancellor (Academic); bagian Academic Registrar; Student Administration; Principal Policy Adviser to Vice Chancellor; Regional Manager, International Marketting; dan International Relations Officer. Selain saya, turut menyertai 2 mahasiswa PhD dan satu mahasiswa program master asal Indonesia.

Read More

Tanya Kenapa ?!

Posted 25 Jul 2009 — by Ahmad Muttaqin
Category Mereka Berkata

 

Question-Mark 3Lagi-lagi jarak budaya gagal menyediakan jawaban yang memuaskan. Atau memang tidak bakal ada argument yang memuaskan, cukup sharing perspektif saja?  Sebab, kita bukan alat pemuas to?  

_______________

Mengapa hubungan sex pranikah dilarang dalam Islam? Mengapa orang Islam harus Sholat lima kali sehari? Mengapa Nabi Muhammad tidak boleh digambar?

Itu diantara pertanyaan non Muslim Australia terhadap mahasiswa Muslim Indonesia. Pertanyaan tersebut kadang dilontarkan dengan nada heran dipenuhi rasa ingin tahu, namun tidak sedikit yang hanya iseng, mengetes kadar keimanan yang ditanya.

Read More

Page 8 of 11« First...78910...Last »