Komodifikasi Spiritual

Posted 21 Apr 2010 — by Ahmad Muttaqin
Category Kutipan

Selesai memoderatori diskusi bulanan Laboratorium Religi & Budaya Lokal (LABEL) Fak Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kemarin, Selasa 20 April 2010, wartawati kompas menelepon saya. Berikut laporannya yang termuat di:

http://www1.kompas.com/read/xml/2010/04/20/21061957/Komodifikasi.Spiritualisme.Makin.Kentara-3

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Komodifikasi spiritualitas Jawa semakin kentara. Hal ini ditandai dengan banyaknya iklan maupun penayangan di media yang menawarkan jasa ritual berbasis spiritualisme Jawa. Menguatnya komodifikasi dikhawatirkan membuat nilai-nilai spiritualitas Jawa mengalami pendangkalan, sehingga mengancam keberadaan spiritualitas itu sendiri.

Peneliti Bidang Gerakan Keagamaan Baru dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Ahmad Muttaqin mengatakan, Read More

Makam v.s. Pelabuhan

Posted 20 Apr 2010 — by Ahmad Muttaqin
Category Teropong

_______________

…tragedi berdarah tersebut seolah bernuansa pertarungan antara dunia profan dengan dunia sakral, antara sekular versus spiritual. Namun, bila ditelisik lebih jauh yang terjadi sebenarnya lebih kental nuansa pertarungan antara profan melawan profan…

_______________

Bagaimana menjelaskan tragedi “rebutan” makam di Koja, Jakarta Utara pada Rabu, 14 April 2010 yang lalu? Sedikitnya tiga nyawa melayang dan ratusan orang luka-luka akibat bentrokan tersebut. Mengapa nyawa sedemikian murah?

Read More

Hari ini Satu Tahun yang Lalu

Posted 13 Apr 2010 — by Ahmad Muttaqin
Category Uncategorized

Palembang: “Hari ini, satu tahun yang lalu. ‘Selamat jalan Bunda’

Wonosari: “Sejenak Mengenang kepergian bunda: Allahummaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’fu’anha, amin ya robbal alamiin.”

Yogya: “Allahummaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’fu’anha. May Allah bless all her did n dedication.”

Pesan pendek pada layar telepon genggam saya satu persatu berdatangan. Adik dan kakak saling mengirim pesan, mengingatkan kepulangan Ibunda satu tahun yang lalu, tepatnya 13 April 2009.

Mengingat kematin bisa menjadi media instropeksi diri. Idealnya tiap saat kita selalu ingat pada kematian, sebab dengan itu kita jadi tahu diri, menyadari bahwa ucapan dan perbuatan kita akan dimintai pertanggungjawab.

Menurut orang bijak, yang berbahaya bukanlah  takut pada kematian. Sebab, setakut apapun kita padanya ia akan tetap hadir menjemput di saat kita siap maupun tidak siap. Yang lebih berbahaya adalah lupa pada kematian itu sendiri.

Terhadap orang-orang tercinta yang telah mendahului kita, mari doakan  semoga segala amal dan dedikasinya di dunia di ridhoi Allah SWT.

Bunda, kami akan selalu mendoakanmu, meneruskan amal jariyah-mu.

Allahummaghfirli waliwalidaiya warhamhuma kamaa rabbayani shaghiira. Amien.

_______________

Sumber gambar: www.jauhari.net/sarilah-is-my-mother.jsp

Menanti Tajdid Spiritual

Posted 10 Apr 2010 — by Ahmad Muttaqin
Category Teropong

Di beberapa kegiatan resmi organisasi dan forum-forum pengajian sering muncul pertanyaan peserta tentang sikap Muhammadiyah terhadap Tasawuf. Dalam sebuah pelatihan kader se-Sumatera beberapa waktu yang lalu, pertanyaan ini menyeruak ketika narasumber menyampaikan materi Paham Agama dalam Muhammadiyah, Dinamika Gerakan Pembaharuan dan Pemikiran dalam Islam, serta Perbedaan Identitas Muhammadiyah dengan Gerakan-Gerakan Islam lainnya. Beberapa penanya tidak sekedar mencari pejelasan sikap resmi organisasi terhadap Sufism beserta segala apseknya namun juga menekankan bahwa dimensi esoteris itu diperlukan dalam beragama agar tidak terjebak pada formalisasi ritual. Dalam bahasa studi agama, having religion saja tidak cukup, perlu ditingkatkan menjadi being religious agar tidak terjebak pada dataran simbolik.

Read More

Muhammaddiyah, the Fatwa & Paradox of Modernity

Posted 06 Apr 2010 — by Ahmad Muttaqin
Category English, Teropong

“Why does Muhammadiyah enthusiastically release fatwas (religious verdicts) lately?” Ask a friend of mine in a milis responding the new fatwa of the Majelis Tarjih and Tajdid (MTT – Council of Legal Affair and Reform) on bank interest. The fatwa was one of Council National Meeting (Munas Tarjih) outcomes in Malang, East Java, 1-4 April 2010. Like previous Muhammadiyah fatwa on banning cigarette, the latest fatwa also stirred up pros and conts.

This brief posting will not address to the pro and cont issues about the fatwa. It rather would like to see beyond the fatwa from theory of modernity noting the phenomena as both the paradox of Muhammadiyah and, in a broader scope, the paradox of modernity.

Read More

Muhammadiyah, Fatwa & Paradok Modernitas

Posted 06 Apr 2010 — by Ahmad Muttaqin
Category Teropong

“Mengapa Muhammadiyah akhir-akhir ini getol mengeluarkan fatwa?” Tanya seorang kawan dalam sebuah milis saat menanggapi keluarnya fatwa Muhammadiyah tentang haramnya bunga bank pada Munas Tarjih di Malang 1-4 April 2010. Sebagaimana fatwa MTT sebelumnya tentang haramnya rokok, fatwa tentang bunga bank ini juga menuai pro dan kontra.

Hemat saya, produktifnya Muhammadiyah mengeluarkan fatwa akhir-akhir ini menandakan paradox Muhammadiyah sekaligus paradox modernitas pada konteks yang lebih luas.

Read More

Page 4 of 11« First...34510...Last »