Indonesia Jujur: Yuk… mulai dari kita sendiri

Posted 12 Jun 2011 — by Ahmad Muttaqin
Category Serba-serbi

Pagi itu istri saya tampak sibuk dan tergesa. Sejak jam 3 pagi dia sudah bangun, duduk serius di depan laptop sambil tangannya memencet-mencet huruf demi huruf pada keyboard. Menjelang jam 7, dia minta tolong di-lay-out-kan hasil kerjanya dan mengeprintkannya sambil wanti-wanti pada saya untuk tidak mengotak-atik isinya. Dia sendiri langsung menuju kamar mandi dan bersiap ke kampus untuk ujian.

Saat me-lay-out kubaca kalimat-kalimat pada paper istriku itu. Jiwa “editor” saya langsung bekerja dan membenahi beberapa kalimat yang menurutku kurang pas. Selesai; segera saya print, lalu kuserahkan ke istri sesaat sebelum dia men-starter motornya.

Siang hari, sekembalinya dari kampus saya bertanya: “Gemana ujiannya Bunda? Sukses? Terus, papernya?”

Dengan santai dia menjawab, “Ya… begitulah. Yang penting semua sudah Bunda jawab, tapi paper tidak jadi Bunda kumpulkan.”

“Lho, kenapa?” protesku.

Read More

Wawancara RNW

Posted 07 May 2011 — by Ahmad Muttaqin
Category Kabar/News

Saat melakukan riset pustaka di Leiden akhir tahun 2010, kami peserta upgrading course Indonesian Young Leader Program diundang oleh Radio Nederland Wereldomreap (Radio Netherlands Worldwide – RNW). Selain melihat dari dekat radio internasional yang mengudara dengan 10 bahasa tersebut, saya sempat diwawancarai oleh Bapak Bari Muchtar, selaku producer acara, reporter dan pembaca berita versi Indonesia tentang riset yang sedang saya lakukan. Waktu itu, saya sendiri kurang memperhatikan kapan wawancara tersebut mau diudarakan. Saat googling sekitar 5 bulan setelah wawancara tersebut, saya menemukan tautan tentang menjamurnya kelompok spiritualitas di Indonesia. Setelah saya klik ternyata hasil wawancara RNW yang telah disiarkan sejak 7 Januari 2011 yang lalu.

Berikut screen shoot dari wawancara tersebut yang saya ambil dari http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/kelompok-spiritualitas-menjamur-di-indonesia Read More

Maher Zain

Posted 01 Apr 2011 — by Ahmad Muttaqin
Category Serba-serbi

Akhir-akhir ini saat saya numpang mobil teman di Sydney selalu mendengar alunan shalawat nabi yang lain dari yang lain. Nada, irama dan melodinya sangat khas. Vocalnya jernih, berkarakter dan berkelas penyayi internasional. Sholawat tersebut dinyanyikan baik dalam versi arab maupun Inggris. Daaannn, yang membuat saya semakin penasaran dan terkesima, cara pelafalan shalawat versi Arabnya sangat fashih, Englishnya juga sangat fluent.

Setelah goggling dan “youtubing” akhirnya ketemu juga penyanyi tersebut. Dialah Maher Zain. Ternyata, lagu-lagu Islaminya  sudah beredar di pasaran sejak 2009!! Sungguh kuper saya dalam hal ini.

Menyimak beberapa lagu serta tema videoklipnya, saya kira Maher Zain cukup berhasil membawa pesan universalitas Islam lewat musik. Video klipnya dibuat sangat professional. Meski lagu-lagunya mengandung lafal arab dan tema-temanya diambil dari kisah dan ajaran Rasulullah Muhammad SAW, namun figure dan setting video klipnya tidak melulu berbau mesjid, padang pasir, atau onta. Coba simak video klip lagu The Chosen One yang, bahkan, terkesan sangat “Barat” di bawah ini: Read More

Study hard, collect money (?)

Posted 14 Mar 2011 — by Ahmad Muttaqin
Category Serba-serbi

“Study hard mate, the money is waiting for you to be collected,” pesan seorang sopir bemata sipit saat menjawab ucapan “thank you” para mahasiswa yang turun dari MetroBus menuju kampus University of Western Sydney di Bankstown NSW. Saya yang mendengar ucapan sang sopir tersenyum. “Tumben nih pak sopir ngasih pesan pada mahasiawa supaya belajar baik-baik,” batinku.  Biasanya ucapan yang muncul dari para sopir itu cuman “thank you mate,” itupun diucapkan dengan senyum terpaksa dan nada yang rendah.

Meski saya salut dengan keramahan pak sopir itu tadi, saya juga tersentak dengan lanjutan yang  kira-kira dalam ungkapan Jawa begini: ndang luluso, ndang goleko duwit!!!

Dug, pikiranku berontak: “Aku tidak mau jadi budak duit!” Belajar itu selain harus  HARD, juga mesti SMART. Lagi pula, belajar bukan untuk cari uang tapi mencerna pengetahun, mendaur ulangnya menjadi thesis, dibuktikan jadi teory, lalu menemukan formula ilmu baru yang syukur-syukur menjadi bagian pemecah masalah kehidupan. Kalo hanya untuk cari uang, mengapa mesti nunggu lulus? Dengan belajar SMART, insya Allah uang bisa didapat sambil terus belajar. Read More

Spirit of Progressive and Moderation in “Sang Pencerah”

Posted 24 Oct 2010 — by Ahmad Muttaqin
Category English

Bellow is my opinion published  in the Jakarta Post, Saturday 23, 2010. It discusses current religious movie in Indonesia and moral lesson behind it.

______________

By Ahmad Muttaqin

Recently Indonesian people just enjoyed the Sang Pencerah (The Englightener) film, directed by Hanung Bramantyo. The story was about the founder of Muslim organization Muhammadiyah, Ahmad Dahlan (1868-1923). The plot is based on the dynamic of Dahlan’s efforts to establish the country’ second largest religious organization.

The film described the spirit, passion and persistence of Ahmad Dahlan to make better understanding of and beautiful practices of Islam. He got strong resistances from many Muslims, who even described him as infidel.

Other lessons from the story are Dahlan’s moderation, his wide range of interaction, and his willingness to learn from others that are considered as “un-Islamic”. For Dahlan, differences are not some thing to be shunned. He did not reluctant to take something better than his own from others. He, for example, created classroom with tables, chairs and blackboard as that did in Dutch and Christian schools for his Madrasah where public considered it as the alien and infidel system. Read More

The Power of Forgiveness

Posted 29 Sep 2010 — by Ahmad Muttaqin
Category Kultum

_________

Mendengar hal itu Hasan lalu berkata pada budaknya bahwa mulai detik itu juga ia bebas, menjadi manusia merdeka. Tidak hanya itu, Hasan bahkan memberinya 400 keping dirham. Bila dikurskan dengan nilai rupiah saat ini, 400 dirham itu sama dengan:  400 x Rp. 37.000,00 = Rp. 14.800.000,00 !!!)

__________

Oleh: Ahmad Muttaqin

Ayat 133-134 QS. Ali Imran sedemikian popular pada bulan Syawal, menjadi ayat pilihan yang paling banyak dibaca dan diulas oleh para ustadz, kyai, dan mubaligh di berbagai forum pengajian, taklim, maupun seremonial. Di acara syawalan atau halal bil-halal, dua yat ini nyaris tidak pernah absen dibaca sebagai “legitimasi” tradisi saling memaafkan.

Saking populernya dan khawatir dua ayat ini dikultuskan, salah seorang khatib Jum’at  di Yogyakarta pada khutbahnya pada H+14 dari Idul Fitri mengingatkan: “Jamah jum’at rahimakumullah…, sekali lagi saya tegaskan  ayat 133-134 surat Ali Imran ini bukan ayat syawalan!!”

Read More

Page 2 of 1112310...Last »