Gagasan profesionalisasi gerakan Islam mengindikasikan selama ini aktivitas dakwah belum dikelola dengan benar, sekedar kegiatan sambilan di tengah kesibukan bekerja di sektor formal. Kesannya, ikhlas adalah aktivitas tidak berbayar dan gratisan, sementara professional itu bergaji tinggi dan berorientasi financial. Karena gratisan, sesuatu yang ikhlas biasanya dikerjakan sambil lalu, asal-asalan, dan dengan waktu+tenaga turahan. Tentu saja ini bertolak belakang dengan professional yang direncanakan secara matang dan dilaksanakan dengan penuh kesungguhan. Tidak bisakah memadukan keduanya; ikhlas yang professional atau profesional tapi ikhlas? Read More
Ikhlas Profesional
Category Teropong
Pawai Budaya
Category Kabar/News
Minggu lalu, tepatnya 20 Mei 2010, SD tempak anak saya belajar menyelengarakan Pawai Budaya dalam rangka menyambut 4 moment sekaligus: hari pendidikan nasional, hari kebangkitan nasional, Milad SD Muhammadiyah Bodon yang ke-96, serta menyongsong Muktamar 1 Abad Muhammadiyah ke 46 di Yogyakarta awal Juli yang akan datang.
Selain pawai andong, kegiatan itu juga dimeriahkan dengan lomba peragaan busana Nusantara serta pemilihan Dimas dan Diajeng antar kelas. Tidak kurang 120 andong dihias dengan berbagai atribut, disesaki oleh anak-anak SD yang mengenakan pakaian adat Jawa, Riau, Banjar, Bali, Minang, Palembang, dll. Replika candi prambana dan Tugu Jogaja pun juga ikut diarak.
Bahasa Kekerasan
Category Teropong
Betulkah kita bangsa yang ramah, sopan dan santun? Katanya, keramahtamahan orang Indonesia selaku bangsa Timur tidak hanya pada sesama anggota keluarga dan masyarakat, namun juga kepada orang lain, the other. “Tamu adalah raja”, demikian slogan yang sering kita dengar, mengandung pesan agar memuliakan orang lain yang hadir di tengah kita..
Tampaknya, “doktrin” kita ini masyarakat yang ramah dan sopan perlu ditinjau ualang, sebab akhir-akhir ini kekerasan cenderung dijadikan cara “mengekspresikan” eksistensi dan kepentingan. Lihat saja trend tawuran antar pelajar yang sebenarnya dipicu oleh persoalan sepele, demontrasi mahasiswa mulai sering berakhir ricuh dan merusak fasilitas umum, serta cara-cara main hakim sendiri terhadap anggota masyarakat yang diindikasi berbuat kriminal. Read More
Komodifikasi Spiritual
Category Kutipan
Selesai memoderatori diskusi bulanan Laboratorium Religi & Budaya Lokal (LABEL) Fak Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kemarin, Selasa 20 April 2010, wartawati kompas menelepon saya. Berikut laporannya yang termuat di:
http://www1.kompas.com/read/xml/2010/04/20/21061957/Komodifikasi.Spiritualisme.Makin.Kentara-3
YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Komodifikasi spiritualitas Jawa semakin kentara. Hal ini ditandai dengan banyaknya iklan maupun penayangan di media yang menawarkan jasa ritual berbasis spiritualisme Jawa. Menguatnya komodifikasi dikhawatirkan membuat nilai-nilai spiritualitas Jawa mengalami pendangkalan, sehingga mengancam keberadaan spiritualitas itu sendiri.
Peneliti Bidang Gerakan Keagamaan Baru dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Ahmad Muttaqin mengatakan, Read More
Makam v.s. Pelabuhan
Category Teropong
…tragedi berdarah tersebut seolah bernuansa pertarungan antara dunia profan dengan dunia sakral, antara sekular versus spiritual. Namun, bila ditelisik lebih jauh yang terjadi sebenarnya lebih kental nuansa pertarungan antara profan melawan profan…
_______________
Bagaimana menjelaskan tragedi “rebutan” makam di Koja, Jakarta Utara pada Rabu, 14 April 2010 yang lalu? Sedikitnya tiga nyawa melayang dan ratusan orang luka-luka akibat bentrokan tersebut. Mengapa nyawa sedemikian murah?
Hari ini Satu Tahun yang Lalu
Category Uncategorized
Palembang: “Hari ini, satu tahun yang lalu. ‘Selamat jalan Bunda’
Wonosari: “Sejenak Mengenang kepergian bunda: Allahummaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’fu’anha, amin ya robbal alamiin.”
Yogya: “Allahummaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’fu’anha. May Allah bless all her did n dedication.”
Pesan pendek pada layar telepon genggam saya satu persatu berdatangan. Adik dan kakak saling mengirim pesan, mengingatkan kepulangan Ibunda satu tahun yang lalu, tepatnya 13 April 2009.
Mengingat kematin bisa menjadi media instropeksi diri. Idealnya tiap saat kita selalu ingat pada kematian, sebab dengan itu kita jadi tahu diri, menyadari bahwa ucapan dan perbuatan kita akan dimintai pertanggungjawab.
Menurut orang bijak, yang berbahaya bukanlah takut pada kematian. Sebab, setakut apapun kita padanya ia akan tetap hadir menjemput di saat kita siap maupun tidak siap. Yang lebih berbahaya adalah lupa pada kematian itu sendiri.
Terhadap orang-orang tercinta yang telah mendahului kita, mari doakan semoga segala amal dan dedikasinya di dunia di ridhoi Allah SWT.
Bunda, kami akan selalu mendoakanmu, meneruskan amal jariyah-mu.
Allahummaghfirli waliwalidaiya warhamhuma kamaa rabbayani shaghiira. Amien.
_______________
Sumber gambar: www.jauhari.net/sarilah-is-my-mother.jsp

