Hedonisme dan Defisit Moral

Posted 30 Nov 2011 — by Ahmad Muttaqin
Category Teropong

Istilah “hedonis” kembali  populer di masyarakat. Awalnya adalah “sentilan” ketua KPK, Busyro Muqaddas, pertengahan Nopember yang lalu, tentang kebiasaan hidup mewah para anggota DPR dan pejabat tinggi RI. Kolom surat kabar, acara talk show TV, mailing list, wall facebook, kicauan di tweeter, bahkan gardu ronda menjadi ajang memperbincangkan perilaku hedonis para pejabat. Semuanya  pada ‘koor’ mengkritisi, atau setidaknya menyayangkan, perilaku bermewah-mewah pejabat negara yang seolah tidak peka dengan problem ekonomi masyarakat.

Wajar bila sebagian masyarakat mempertanyakan dari mana para pejabat tersebut dapat uang untuk memperoleh mobil dan rumah mewah bernilai milyaran rupiah. Dihubungkan dengan masih tingginya indek korupsi di negeri ini, serta banyaknya aparatur negara –angota DPR, pejaba tinggi,  ‘raja-raja” kecil di propinsi, kota dan kabupaten– yang menjadi OKB (orang kaya baru), kecurigaan masyarakat “jangan-jangan harta yg dipakai bermewah-mewah tersebut dari hasil korupsi” seolah memperoleh pembenaran. Read More

Archive: Islam in South Florida

Posted 13 Sep 2011 — by Ahmad Muttaqin
Category English, Kutipan

How did Muslim and Muslim community in the USA respond to the 9/11 terrorist attack? What were the impacts of media’s framing that the terrorist are Muslims jihadis to the Muslim communities in the USA?

As part of our efforts to describe plurality of Islam and Muslim in the USA and their responses to and impacts of the 9/11 terrorist attack on them, I and a friend of mine, Samsul Maa’rif, did a fieldwork in 1995, profiling 10 mosques/islamic cenhtres in Miami South Florida. The research was funded by the Pluralism Project at Harvard University. Below is the snapshot of the project:

Further detail at:

http://www.pluralism.org/affiliates/student/maarifandmuttaqin/index.php

Read More

MEMBERI MAAF

Posted 07 Sep 2011 — by Ahmad Muttaqin
Category Kabar/News

Apa yang akan Anda lakukan bila anak Anda yang masih balita ditabrak sepeda motor dari belakang? Segera memberi pertolongan pada si anak, itu pasti. Maksud saya, apa tindakan Anda terhadap si penabrak tersebut? Marah, memukul, menuntut ganti rugi, atau membawanya ke pihak yang berwajib?

Pagi itu, sekitar jam 10 pagi, seorang perempuan tampak sibuk dan tergesa. Ia mengendarai sepeda motor hanya dengan tangan kanannya. Tangan kirinya memegang rantang sayur, kedua kakinya menahan beban bahan makanan yang diletakkan di dedapannya. Sementara bagian belakang sepeda motor dipenuhi dengan sekarung padi. Bisa dibayangkan betapa repotnya perempuan muda itu.

Selesai bermain ayunan di depan rumah, seorang anak kecil keluar dari halaman, hendak menyusul kakaknya di rumah tetangga. Ia susuri pinggaran jalan dengan langkah pasti. Tiba-tiba tubuhnya terpental, berguling-guling membentur kerasnya aspal. Jerit tangis kesakitan seketika mengagetkan orang-orang sekitar.

Read More

Idul Fitri di Mancanegara: Indahnya Perbedaan

Posted 29 Aug 2011 — by Ahmad Muttaqin
Category Teropong

Idul Fitri 1432 H ini merupakan kali kesian yang saya rayakan tidak bersama keluarga. Tahun 2004 dan 2005 saya merayakkanya di negeri paman Sam, dan sejak 2009 saya mesti merakayakannya di negeri Kangguru. Setiap kali memasuki malam takbiran, perasaan jadi nano-nano: sedih, senang, sepi, sunyi dan bingung. Sedih, sebab Ramadhan, sang tamu Agung, akan segara pergi; senang, karena besok pagi idul fitri; sepi, soalnya mesti merayakn idul fitri sendiri jauh dari anak istri; sunyi, karena tidak terdengar gema takbir dari anak-anak di jalanan dan pengeras suara masjid atau mushalla, semua mesti saya cipatakan sendiri dalam hati, di kamar yang  dingin dan senyap.

Lalu mengapa kok bingung? Apa sulit mencari tempat sholat Ied di negara mayoritas non Muslim tersebut? Jawabnya ya dan tidak. Semuanya berpangkal pada seringnya terjadi perbedaan waktu penyelenggaraan idul fitri dan idul adha antara mesjid yang menggunakan metode hisab dengan yang menggunakan rukyat dalam penentuan tanggal 1 syawal. Jadi, saya mesti cari tahu ke “Professor Goegle” tentang waktu dan lokasi penyelenggaraan solat ied terdekat. Read More

RAMADHAN MUBAARAK

Posted 31 Jul 2011 — by Ahmad Muttaqin
Category Greetings

Rasululah besabda:

“Bila Ramadhan tiba, maka dibukalah pintu-pintu surga, dkuncilah pintu-pintu neraka, dan dirantailah setan-setan.” (HR. Bukhary & Muslim)

“Ada tiga golongan yang doanya tidak ditolak: orang yang puasa ketika berbuka, pemimpin yang adil, dan doanya orang yang didhalimi” (HR. At-Tirmidzi)

Pembaca, tahun ini kita kembali dipertemukan dengan Bulan Suci Ramadhan. Siapkah kita  menjadi  “tuan rumah” yang baik? Akankah “Tamu Agung” datang sekedar rutinitas tahunan minus rekam jejak sosial, moral dan spiritual? Mari manfaatkan moment penting ini untuk mengendalaikan dan melumpuhkan setan-setan yang bersemayam dalam diri kita.

Pembaca, selamat menunaikan ibadah Ramadhan 1432H, dan terimalah sajian nasheed dalam rangka mengayubagya bulan ramadhan berikut ini:

http://www.youtube.com/watch?v=5tA6AKRgEd0&feature=related

http://www.youtube.com/watch?v=D_5DEchv4Uo&feature=related

Maaf segala khilaf.

Hidup untuk makan atau makan untuk hidup?

Posted 14 Jun 2011 — by Ahmad Muttaqin
Category Teropong

Pertanyaan di atas dilontarkan oleh seorang ustadz saat saya mondok di sebuah pesantren 26 tahun lalu. Saat itu para santri merengek supaya kelasnya segera diakhiri sebab waktu makan siang sudah tiba. Bukannya mengucap salam, sang Ustazd justru bertanya kepada para santri “anda itu hidup untuk makan atau makan untuk hidup?” Ia menasehati santri-sanntrinya jangan sampai manusia hidup itu hanya dihabiskan untuk makan. Masih banyak aktifitas lain yang mesti dilakukan: belajar, bekerja, berkarya, bermasyarakat, dan begitu seterusnya. Kalau dibahas dalam konteks NLP, kira-kira sang Ustadz ingin mengingatkan santrinya bahwa rasa lapar itu berkaitan dengan “state of mind.” Kalau setiap saat yang kita pikirkan hanya makanan, maka rasa lapar mudah menghinggapi diri kita.

Tentang bagaimana semestinya kita menyikapi makanan, Rasulullah pernah bersabda: “makanlah di kala sudah merasa lapar dan berhentilah sebelum kenyang.” Sabda ini mengajarkan pentingnya berbuat bijak pada makanan. Makan secukupnya, tidak berlebihian, sebatas memenuhi asupan gizi dan kebutuhan kalori. Intinya makan sekedar untuk bisa hidup, bukan sebaliknya, hidup untuk makan.

Sayangya, Read More

Page 1 of 1112310...Last »